Beranda Persalinan Adakah Cara Mengentalkan ASI Secara Alami?

Adakah Cara Mengentalkan ASI Secara Alami?

Sebagai Bunda yang sedang menyusui, kita sering mendengar banyak komentar bahwa ASI sebaiknya kental, ASI kental adalah ASI yang bagus, ASI yang encer tidak perlu diberikan kepada bayi. Alasannya kalau ASI encer nanti bayinya tidak kenyang malah jadi rewel. Sehingga banyak sekali Bunda menyusui yang berlomba-lomba untuk membuat ASI kental.

Beberapa cara dapat Bunda lakukan untuk meningkatkan produksi Hindmilk yang membuat ASI lebih kental (karena kandungan lemak yang lebih banyak). Namun perlu Bunda ketahui setiap orang memiliki kemampuan produksi Foremilk dan Hindmilk yang berbeda-beda. 

Cara Meningkatkan Hindmilk

Sebelum Bunda berupaya mengentalkan ASI, sebaiknya Bunda harus ketahui bahwa Foremilk dan Hindmilk sama pentingnya dan harus dikonsumsi seimbang pada bayi. Jangan berkecil hati jika usaha yang Bunda lakukan tidak terlihat maksimal, karena setiap manusia memiliki kemampuan produksi Foremilk dan Hindmilk yang berbeda-beda, dan setiap produksi tersebut menyesuaikan kebutuhan si kecil. 

Berikut tips alami  yang dapat Bunda lakukan untuk mengentalkan ASI, diantaranya :

  1. Rutin menyusui

Frekuensi ternyata dapat mempengaruhi tekstur ASI yang didapatkan bayi. Semakin sering bayi menyusui akan semakin besar kemungkinannya untuk bisa minum ASI dengan tekstur yang kental.

Selain mengetahui frekuensi menyusui, pastikan juga Bunda memperhatikan lama waktu bayi setiap kali menyusu. Artinya ia harus mampu menyusu sampai sesi terakhir. Dengan kata lain, lama waktu dalam sekali sesi menyusui tidak boleh terlalu sebentar supaya bayi mendapatkan tekstur ASI yang kental.

Jika terlalu singkat, bayi mungkin hanya akan mendapatkan ASI foremilk atau yang keluar di awal. Sementara tekstur ASI foremilk cenderung lebih ringan dan tidak sekental ASI hindmilk yang keluar di akhir sesi menyusui. Itulah mengapa sebaiknya pastikan bayi mendapatkan waktu menyusui yang lebih lama dan sering untuk memastikan ia mendapatkan tekstur ASI yang kental.

  1. Menyusui dalam waktu yang berdekatan

Jika si kecil tidak terlalu menyukai waktu menyusui yang terlalu lama, solusinya coba kurangi durasi waktu di antara sesi menyusui.

Menurut Kelly Bonyata, BS, IBCLC, selaku seorang konsultan laktasi, mempersingkat durasi di antara waktu menyusui dapat membantu memberikan kandungan lemak ASI yang lebih banyak.

Alhasil, lebih tingginya kandungan lemak di dalam ASI akan menjadi cara agar tekstur ASI jauh lebih kental. Jadi, lama waktu dalam sekali sesi menyusui bayi mungkin cukup singkat. Akan tetapi, dengan durasi di antara sesi menyusui yang tidak terpaut jauh, hal ini bisa jadi salah satu cara supaya ASI  yang keluar jadi lebih kental.

Misalnya begini, jadwal menyusui bayi yang berusia 1 bulan biasanya setiap 2-3 jam sekali. Begitu pula dengan bayi yang berusia 2, 3, 4, hingga 5 bulan yang bisa menyusu setiap 2,5-3,5 jam.

Agar tekstur kental ASI bisa diperoleh secara optimal oleh bayi, cara yang bisa dilakukan dengan memberikan ASI di waktu yang paling awal. Memberi jarak waktu dari satu sesi menyusui ke sesi menyusui selanjutnya yang tidak begitu lama dapat  Bunda lakukan supaya tekstur ASI lebih kental.

  1. Jangan buru-buru melepaskan payudara dari bayi

Agar ASI kental, sebaiknya jangan buru-buru melepaskan payudara Bunda dari mulut bayi saat menyusui. Ini karena kandungan lemak ternyata sangat banyak terdapat pada ASI hindmilk yang ada di akhir menyusui.

Pastikan bayi sudah benar-benar mengosongkan payudara dan melepaskan mulutnya sendiri dari payudara untuk mendapatkan tekstur ASI yang kental.

Selain itu, cara ini juga dapat memungkinkan semua kandungan lemak dan nutrisi lainnya di dalam ASI sudah benar-benar diterima bayi. 

Jika perlu, Bunda mungkin harus menekan atau memijat payudara Bunda untuk membantu mengosongkan payudara saat menyusui untuk memastikan bayi mendapatkan tekstur ASI kental. Memijat payudara saat menyusui terbukti dapat meningkatkan kandungan lemak dalam ASI yang diterima bayi, sehingga bisa menjadi cara agar tekstur ASI lebih kental.

Memijat payudara juga dapat merangsang produksi ASI dari payudara sehingga bayi bisa mendapatkan ASI tinggi lemak alias menjadi cara agar menghasilkan tekstur ASI kental.

Jika bayi Bunda tidak menempel dengan baik di payudara, bayi tertidur saat menyusu, atau bayi hanya menempel di payudara tanpa mengisap payudara, sebaiknya pijat payudara Bunda.

  1. Pompa ASI

Sebelumnya dijelaskan bahwa Bunda disarankan untuk membiarkan bayi menuntaskan menyusui pada salah satu payudara sampai selesai agar tekstur ASI lebih kental.

Namun, bagaimana apabila bayi sudah kenyang sebelum payudara kosong? Bagaimana cara agar bayi tetap bisa mendapatkan tekstur ASI yang kental di akhir menyusui?

Jangan bingung, cara yang bisa Bunda lakukan yakni dengan memompa dan kemudian memasukkannya ke dalam botol ASI. Setelahnya, simpan ASI perah pada tempat yang aman dan berikan pada bayi di sesi menyusui selanjutnya.

Bunda bisa menyimpan ASI perah di suhu ruang, kulkas, cooler box, maupun freezer. Namun ingat, masing-masing tempat penyimpanan ASI memiliki batas waktu tertentu.

Maka itu, usahakan untuk memberikan ASI perah tersebut pada bayi dalam rentang waktu yang sesuai dan terapkan juga metode first in first out dalam penyimpanan ASI perah.

Memompa dapat menjadi cara agar tekstur ASI kental karena memberi sinyal pada payudara untuk terus memproduksi banyak ASI.

  1. Pastikan bayi menyusu dari kedua sisi payudara

Selain disarankan untuk membiarkan bayi menyusu sampai tuntas, usahakan juga supaya bayi bisa menyusu dari kedua sisi payudara dalam setiap sesinya.

Setiap bayi memiliki lama waktu yang berbeda-beda dalam sekali menyusu. Oleh karena itu, usahakan untuk bersabar sampai si kecil berhasil menghabiskan atau mengosongkan kedua sisi payudara setiap kali menyusu.

Hal ini bertujuan agar bayi tidak hanya mendapatkan tekstur ASI cair di awal menyusu, tapi juga tekstur ASI yang kental. Tujuannya agar semua zat gizi yang ada di dalam ASI, bisa diperoleh secara optimal oleh bayi.

  1. Perhatikan asupan makanan harian Bunda

Agar tekstur ASI senantiasa kental, ibu dianjurkan untuk mencukupi asupan lemak harian. Hal ini dikarenakan satu dari beberapa zat gizi utama penyusun kekentalan ASI berasal dari lemak.

Akan tetapi, perhatikan juga sumber lemak yang Bunda konsumsi agar tekstur ASI yang kental berkualitas baik. Hindari terlalu banyak mengonsumsi sumber lemak jenuh dan lemak trans agar tekstur ASI kental yang diperoleh bayi tergolong bagus.

Hindari makan makanan yang digoreng, susu, dan daging dengan banyak lemak. Sebagai gantinya, Bunda bisa memperbanyak makan makanan berlemak dari sumber yang sehat agar tekstur ASI senantiasa kental.

Sumber lemak sehat yang bisa menjadi pilihan agar tekstur ASI kental yakni asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda. Makanan yang bisa Bunda makan yakni minyak sayur, kacang-kacangan, dan aneka jenis ikan sebagai cara agar tekstur ASI kental.

Baca : Mengenal Kandungan Hindmilk Dan Foremilk Pada ASI