Beranda Anak Anak Suka Makan Kerupuk, Amankah ?

Anak Suka Makan Kerupuk, Amankah ?

Hampir setiap anak menyukai cemilan ringan ini, yakni kerupuk. Bunda dapat mencoba mengamati hampir kebanyakan anak akan dengan lahap menyantap kerupuk dan seperti sangat antusias. Lain halnya saat Bunda memberikan si kecil makanan utama seringkali menutup mulutnya. 

Tak habis di akal, Bunda akan mencoba memberikan makanan utama disertai kerupuk untuk meningkatkan selera makannya, jika kebiasaan makan kerupuk ini dilakukan oleh anak yang masih kecil dan masih belum lama melewati fase MPASI, boleh atau sebaiknya dihindari?

Banyak Bunda yang mengalami anak yang sulit makan, namun akan lahap dan mampu menghabiskan makanannya jika disandingkan dengan kerupuk. 

Menurut dokter anak, mengkonsumsi kerupuk pada anak tidak ada larangannya nih sahabat Bunda. Mengkonsumsi kerupuk pada anak tidak masalah namun Bunda harus memperhatikan jenis kerupuk yang dikonsumsi, agar digoreng dengan minyak yang baru dan baik, rasa kerupuk yang tidak asin dan berasa yang kuat. 

Jika Bunda mendapati anak yang menyukai kerupuk, dapat menggunakan kerupuk yang sehat dan khusus untuk anak, seperti kerupuk ikan,  dll. 

Menyukai kerupuk, bukan berarti dibiarkan hanya makan kerupuk. Bunda juga tetap memantau dan memberikan nutrisi seimbang pada si kecil. 

Penting! 

Sebaiknya makanan kerupuk Bunda kenalkan pada anak usia di atas satu tahun, karena pada usia tersebut anak diperbolehkan untuk dikenalkan dengan makanan keluarga.

Jika anak tetap tidak ingin melahap makanannya, Bunda dapat membuat makanan yang lain dan beragam untuk menggoda selera makannya. Selain itu Bunda juga dapat melakukan tips berikut untuk mengatasi nafsu makan anak, diantaranya :

  • Ciptakan situasi yang menyenangkan 
  • Hindari memaksa anak untuk memakan makanannya
  • Gunakan durasi makan maksimal 30 menit, jika dalam 30 menit anak hanya makan sedikit, pada durasi makan selanjutnya anak akan makan dengan banyak / lahap karena anak dalam kondisi lapar
  • Hindari penggunaan gadget saat makan, karena anak tidak akan konsentrasi untuk makan melainkan merasa makan hanya mengganggunya
  • Kenali makanan kesukaannya untuk menarik perhatiannya ya Bunda

Terpenting adalah kualitas nutrisi yang dikonsumsi pada si kecil, pastikan si kecil dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya ya Bunda.