Beranda Anak Anak Terlahir Sebagai Albino, Apa Sebabnya?

Anak Terlahir Sebagai Albino, Apa Sebabnya?

Mungkin bunda pernah melihat seseorang, dengan warna putih pucat atau sangat terang pada kulit dan rambutnya. Bunda tidak perlu terkejut atau merasa aneh. Hal tersebut merupakan albinisme dalam dunia medis, albinisme sendiri merupakan kelainan pada produksi melanin dalam tubuh. Sehingga seseorang yang memiliki kulit berwarna putih, pucat atau sangat terang.

Apakah bunda tahu, jika kondisi albinisme bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal kelompok entitas tertentu?. Tentu saja bisa bunda, albinisme bisa menyerang siapa saja. Walau albinisme tidak bisa disembuhkan, tetapi bayi yang terlahir dengan kondisi ini tetap bisa hidup secara normal seperti orang lainya.

Lalu apa sih penyebab bayi bisa terlahir dengan kondisi ini? untuk penjelasan yang lebih lengkapnya bunda bisa simak artikel berikut ini.

Penyebab Albino pada Bayi Baru Lahir 

Penyebab anak terlahir dengan kondisi albinisme, berawal ketika gen memberikan instruksi untuk membuat satu dari beberapa protein yang ada terlibat dalam produksi melamin. Nantinya, melamin yang telah diproduksi oleh sel, disebut dengan melanosit, yang bisa ditemukan pada kulit, rambut, dan mata. Sehingga albinisme yang terjadi, akibat mutasi pada salah satu gen ini. 

Ada berbagai jenis albinisme yang dapat terjadi. Hal ini dikarenakan mutasi gen yang menyebabkan gangguan tersebut. Mutasi inilah, yang menyebabkan tidak adanya melamin dalam tubuh atau jumlah melamin yang berkurang secara signifikan.

Sedangkan, albinisme terdiri dari beberapa klasifikasi yang didasari, bagaimana mereka mewariskan dan pada gen yang terpengaruh berikut:

  • Albinism Oculocutaneous (OCA). Merupakan jenis albinisme yang paling umum. Seseorang akan mewarisi dua salinan gen yang bermutasi satu salah satu dari setiap orang tua (pewarisan resesif autosom). Ini merupakan hasil dari mutasi, pada salah satu dari tujuh gen, yang diberi label dari OCA1 menjadi OCA 7. OCA menyebabkan penurunan pigmen pada kulit, rambut, dan mata, serta gangguan penglihatan. Jumlah pigmen bervariasi menurut jenisnya, dan warna kulit, rambut, dan mata yang dihasilkan juga bervariasi menurut dan dalam jenisnya.
  • Albinisme Okuler. Artinya albinisme hanya terjadi pada bagian mata dan menyebabkan masalah penglihatan. Bentuk yang paling umum adalah tipe 1, yaitu albinisme yang diwariskan dari mutasi kromosom X. Albinisme okuler terkait-X, diturunkan dari pihak bunda, yang membawa satu gen X yang hampir bermutasi kepada putranya, sebagai pewaris resesif terkait-X. Anak dengan albinisme okuler adalah laki-laki dan jauh lebih jarang daripada OCA.
  • Albinisme Herediter. Kondisi ini yang paling jarang atau langka terjadi. Sindrom Hermansky-Pudlak adalah bentuk dari OCA yang disertai dengan pendarahan dan memar, serta penyakit paru-paru dan usus. Sindrom Chediak-Higashi, merupakan bentuk OCA dengan masalah kekebalan dan infeksi berulang, kelainan neurologis, dan masalah serius lainya. 

Komplikasi Kesehatan Sangat Rentan Menyerang Pengidap Albino

Memiliki kondisi albinisme, rentan terhadap beberapa penyakit, diantaranya:

  • Komplikasi Mata 

Adanya gangguan pada visi, sehingga dapat mempengaruhi pembelajaran, pekerjaan, dan kemampuan mengemudi.

  • Komplikasi Kulit

Dengan kondisi kulit yang sangat sensitif terhadap cahaya dan paparan dari sinar matahari. Anak dengan albinisme, memiliki kemungkinan kulit terbakar, yang menjadi salah satu komplikasi paling serius. Karena, dapat meningkatkan resiko terkena kanker kulit dan terjadinya penebalan kulit, terkait kerusakan sinar matahari.

  • Masalah Sosial dan Emosional

Kemungkinan anak dengan kondisi albinisme, mengalami diskriminasi. Adanya reaksi negatif, dari orang-orang dengan kondisi ini. Kemungkinan, orang dengan albinisme akan mengalami penindasan, godaan, atau pertanyaan yang menyelidiki, tentang penampilan, kacamata, atau alat bantu visual mereka. Hal ini, terjadi karena penampilannya berbeda dari keluarga atau kelompok entitas di masyarakat. Sehingga mereka akan merasa asing atau diperlakukan asing. Dari pengalaman ini lah, yang menyebabkan isolasi sosial dan stress.