Beranda Anak Anak Terlambat Jalan Dan Bicara Tanda Alami Dispraksia?

Anak Terlambat Jalan Dan Bicara Tanda Alami Dispraksia?

Jika anak mudah terjatuh, kemungkinan Si kecil ceroboh atau memiliki gangguan keseimbangan gerak tubuh. Tetapi melalui kondisi yang umum ini, kemungkinan Si kecil mengalami dispraksia. Dispraksia adalah kondisi medis yang dapat mempengaruhi koordinasi gerak tubuh.

Tanda anak dengan dispraksia sendiri sudah terlihat di usia dini, tetapi sulit terdeteksi, akibat tingkat perkembangan masing-masing pada anak berbeda. Lalu apakah gangguan kesimbangan dan terlambat berbicara merupakan tanda dispraksia?

Tanda Klinis Dispraksia pada Anak

Walaupun anak dengan dispraksia memiliki gangguan keseimbangan serta keterlambatan berbicara, hal yang perlu bunda tahu, jika gangguan ini tidak akan mempengaruhi kecerdasan anak. 

Lalu apa saja sih, tanda klinis anak dengan dispraksia:

  • Tidak bisa mempelajari teknik baru
  • Tidak bisa mengingat informasi
  • Tidak bisa mempraktekkan kemampuan sehari-hari. Seperti makan, berpakaian, atau mengikat tali sepatu
  • Tidak bisa menulis 
  • Tidak bisa menggambar
  • Tidak bisa untuk menggenggam benda kecil
  • Tidak bisa memahami situasi sosial
  • Tidak bisa mengelola emosi dengan baik
  • Tidak bisa merencanakan sesuatu dengan baik
  • Tidak bisa mengatur sesuatu yang berantakan dengan baik
  • Jika dispraksia terjadi pada bayi, maka Si kecil akan membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar duduk, merangkak, dan berjalan
  • Dan anak juga memiliki postur tubuh yang berbeda dari anak pada umumnya

Jika bunda menemukan beberapa gejalanya, bunda tidak perlu ragu untuk pergi kerumah sakit dan melakukan konsultasi ataupun pemeriksaan. Koordinasi gerak tubuh pada Si kecil, biasanya sudah terlihat di usia tiga tahun, tetapi pada sebagian anak, gejala ini baru tampak setelah menginjak usia 5 tahun. 

Setelah Terdeteksi, Ini yang Dilakukan Dokter

Saat gejala dispraksia telah ditemukan pada anak, dokter akan melakukan pemeriksaan pada saraf Si kecil, hal ini guna memastikan gejala yang muncul disebabkan dispraksia. Jika hasil pemeriksaan positif, dokter akan melakukan sejumlah langkah penanganan agar Si kecil dapat melakukan aktivitasnya. Seperti: 

  • Terapi okupasi. Merupakan perawatan yang bertujuan agar anak mampu melakukan aktivitas hariannya, seperti makan, mandi, atau menulis. 
  • Terapi wicara. Tujuanya adalah melatih kemampuan bicara anak agar Si kecil dapat berkomunikasi dengan jelas
  • Terapi motorik. Perawatan ini memiliki tujuan agar Si kecil, mampu meningkatkan kemampuan bahasanya, visual, gerak, serta memahami sesuatu.

Selain perawatan dari ahli, bunda juga bisa membantu mengatasi dispraksia pada Si kecil dengan melakukan sejumlah hal berikut ini:

  • Mengajak Si kecil untuk berolahraga, agar mendorong koordinasi gerak aktif
  • Mengajak Si kecil untuk bermain puzzle, agar Si kecil dapat mengasah kemampuan visual
  • Mengajak Si kecil untuk menulis atau menggambar dengan alat tulis
  • Mengajak Si kecil bermain lempar bola. Walau terdengar sepele atau mudah, tetapi kegiatan ini dapat membantu koordinasi gerak mata dengan tangganya.

Faktor Risiko yang Perlu Dipahami

Dispraksia adalah kondisi yang terjadi saat saraf pada bagian otak yang menangani gerak tubuh mengalami gangguan. Sampai saat ini, belum ada penyebab pasti dari kondisi ini, tetapi peluang besar anak terkena dispraksia, saat Si kecil terlahir prematur, lahir dengan kondisi berat badan dibawah rata-rata, memiliki riwayat dispraksia , dan juga bunda yang mengkonsumsi alkohol.