Beranda Keluarga Apa Itu Diabetes?

Apa Itu Diabetes?

Sahabat Halaman Bunda saat ini sebuah penyakit yang dikenal dengan sebutan diabetes sedang menduduki 3 penyakit dengan penderita terbesar dan merupakan penyakit yang dapat menurunkan angka kesejahteraan hidup, mulai dari usia remaja hingga usia lanjut.

Hari diabetes sedunia (World Diabetes Day, WDD) diperingati setiap tanggal 14 November, hari tersebut diperingati untuk meningkatkan perhatian terhadap diabetes yang angka kejadian penyakit terus meningkat di dunia.

Diabetes melitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia).

Kategori Diabetes Melitus

Terdapat 2 jenis kategori pengelompokan penyakit diabetes yang berdasarkan kerusakan yang dialami penderita, diantaranya;

  • Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 merupakan diabetes yang ditandai dengan kurangnya produksi insulin oleh pankreas. Sehingga jumlah gula yang dikonsumsi oleh penderita tidak sebanding dengan jumlah insulin yang mengatur glukosa  yang masuk. Karena jumlah yang tidak seimbang tersebut kadar glukosa menumpuk didalam darah. (insulin-dependent atau juvenile / childhood-onset diabetes)

  • Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang disebabkan penggunaan insulin yang kurang efektif oleh tubuh. Sedangkan jumlah insulin yang diproduksi oleh pankreas sesuai dengan jumlah glukosa yang dikonsumsi oleh penderita. (non-insulin-dependent atau adult-onset diabetes)

Diabetes tipe 2 ini merupakan jenis diabetes yang memiliki jumlah 90% dari seluruh penderita diabetes.

Faktor Resiko Diabetes

Diabetes memiliki 2 kategori faktor resiko yang menyebabkan penderita mengalami diabetes melitus, yaitu faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor resiko yang dapat dimodifikasi.

Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi

Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya ;

  • Ras dan etnik
  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Riwayat keluarga dengan diabetes melitus
  • Riwayat melahirkan dengan berat badan lebih dari 4.000 gram
  • Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2.500 gram)

Faktor resiko yang dapat dimodifikasi

Faktor resiko yang dapat dimodifikasi berhubungan dengan perilaku hidup yang kurang sehat, diantaranya ;

  • Berat badan lebih
  • Obesitas abdominal (perut)  / sentral (seluruh tubuh)
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Dislipidemia (kondisi yang terjadi saat kadar lemak dalam aliran darah terlalu tinggi atau rendah)
  • Diet tidak sehat / tidak seimbang
  • Riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) / prediabetes ( menggambarkan suatu tahapan dimana kadar glukosa atau gula darah berada diatas normal, tetapi masih di bawah batasan kadar glukosa  darah untuk diagnosis diabetes.
  • Gula Darah Puasa terganggu (DGP terganggu / prediabetes)
  • Merokok

Komplikasi Diabetes Melitus

Hiperglikemia yang terjadi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan berbagai sistem tubuh terutama syaraf dan pembuluh darah. Beberapa konsekuensi dari diabetes yang sering terjadi adalah;

  • Meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke
  • Neuropati (kerusakan syaraf) di kaki yang meningkatkan kejadian ulkus kaki, infeksi dan bahkan keharusan amputasi kaki
  • Retinopati diabetik, yang merupakan salah satu penyebab utama kebutaan, terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil di retina
  • Diabetes merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal
  • Resiko kematian penderita diabetes secara umum adalah dua kali lipat dibandingkan bukan penderita diabetes

Upaya Mengatasi Diabetes Melitus

Berikut upaya untuk melakukan penanganan terjadinya komplikasi diabetes dan melakukan kontrol gula darah dalam tubuh yaitu CERDIK dan PATUH.

  • P : periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
  • A : atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  • T : tetap diet sehat dengan gizi seimbang
  • U : upayakan beraktivitas fisik dengan aman
  • H : hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya

CERDIK merupakan pesan peningkatan gaya hidup sehat yaitu;

  • C : cek kondisi kesehatan secara berkala
  • E : enyahkan asap rokok
  • R : rajin aktivitas fisik
  • D : diet sehat dengan kalori seimbang
  • I : istirahat yang cukup
  • K : kendalikan stress

Beban penyakit diabetes sangatlah besar apalagi bila telah terjadi komplikasi. Upaya pengendalian diabetes menjadi tujuan yang sangat penting dalam mengendalikan dampak komplikasi yang menyebabkan beban yang sangat berat baik bagi individu maupun keluarga.