Beranda Persalinan Apa itu mastitis?

Apa itu mastitis?

Mastitis terdiri dari dua, yaitu mammae (artinya payudara dalam bahasa latin) dan peradangan. Jadi mastitis adalah peradangan pada payudara. Peradangan pada satu titik atau lebih pada payudara tetap disebut dengan mastitis. Mastitis merupakan proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang disertai infeksi atau tanpa infeksi. Biasanya diawali dari stasis ASI atau ASI terbendung. Bunda biasanya akan merasa ngilu di seluruh tubuh, demam dan menggigil, tampak kemerahan, tegang, bengkak, dan panas pada payudara. Pada kondisi seperti ini , bunda dianjurkan untuk terus menyusui dimulai pada payudara yang mengalami mastitis, namun apabila bunda terasa nyeri, bunda dapat memulai pada payudara yang sehat. Pada payudara yang mengalami mastitis, ASI dapat diperas tiap kali proses menyusui. Hindari hal hal yang dapat memicu terjadinya mastitis, seperti pelekatan yang tidak tepat, pengosongan payudara yang tidak sempurna, dan penekanan pada daerah payudara akibat bra yang ketat.

Sebetulnya sahabat bunda yang tidak sedang menyusui mastitis bisa terjadi, tetapi mastitis dominan terjadi pada saat menyusui. Menurut statistik di 3 bulan awal menyusui adalah waktu yang paling sering terjadi mastitis. Diawal kelahiran, ASI akan terproduksi sangat banyak sehingga bila sang bayi tidak menyusu secara rutin atau caranya yang tidak benar akan membuat ASI seperti penuh di dalam payudara, hal ini juga bisa menjadi sebab terjadinya mastitis, selain itu juga bisa dari bra yang terlalu ketat.

Sang bayi harus menghisap payudara tidak hanya pada puting saja, tetapi juga di daerah aerola agar ASI bisa keluar secara maksimal hingga mengurangi resiko mastitis. Karena hal itu bisa membuat puting lecet. Puting yang lecet bukanlah hal yang wajar, karena bila puting lecet apalagi ASI dalam keadaan terbendung maka bakteri bisa masuk lewat perlukaan pada puting tersebut. Namun apabila ASI bisa dihisap sempurna oleh sang bayi dan ASI sampai kosong dari payudara maka mastitis bisa sembuh, namun seringkali tidak digubris oleh bunda sehingga puting menjadi merah bahkan bisa menjadi abses (luka yang muncul akibat infeksi bakteri), biasanya berbentuk benjolan yang terasa sakit karena bernanah dan kotoran menumpuk di bawah kulit (seperti bisul).

Tanda dan gejala mastitis adalah denyut nadi meningkat, kemerahan di daerah payudara, nyeri tekan, nafsu makan menurun, merasa lesu, suhu lebih dari 38 derajat celcius, terdapat benjolan yang keran.  Penyebab mastitis antara lain staphylococcus aerus, kurangnya pengetahuan terhadap perawatan payudara, kurangnya persoanal hygiene, teknik  menyusui yang salah. Perawatan mastitis dapat dilakukan dengan memakai BH yang menyokong, memberi kompres hangat, mengeluarkan asi dengan pijatan, rangsang oksitosin dan  istirahat total.