Beranda Konsepsi Asam Folat Untuk Laki-Laki Yang Program Keturunan, Benarkah?

Asam Folat Untuk Laki-Laki Yang Program Keturunan, Benarkah?

Saat pasangan suami istri sedang menjalani program hamil, biasanya asam folat lebih banyak diberikan atau diresepkan pada calon Bunda. Tapi kenyataannya, apakah calon Ayah juga butuh asam folat?

Dilansir What to Expect, kebutuhan asam folat pada perempuan sudah dikenal luas, sementara bagi kesuburan laki-laki hal ini belum terungkap secara demikian.

Perlu dipahami bahwa sebelum terbentuk embrio, dibutuhkan proses pembentukan awal dari sel telur dan sperma. Sementara perempuan terlahir dengan sel telur, tubuh laki-laki justru terus memproduksi sperma setiap harinya.

Faktanya, 1.500 sel sperma baru ‘dilahirkan’ setiap detiknya. Proses pembentukan dari sel induk menjadi sel sperma membutuhkan waktu sekitar 60 hari. Nah, asam folat adalah nutrisi penting dalam salah satu bagian proses tersebut, yakni saat pembelahan sel dan sintesis DNA.

Penelitian tentang kadar asam folat pada tubuh pun telah dikaitkan dengan jumlah sperma. Ada sebuah studi yang menemukan bahwa kadar asam folat yang rendah dalam cairan mani dikaitkan dengan stabilitas DNA sperma yang buruk. Dari sini, dapat dipahami bahwa asam folat memainkan peran penting dalam kondisi kesehatan sperma.

Asam Folat Untuk Kesuburan

Sebuah studi menemukan bahwa suplemen kombinasi asam folat dan seng untuk jangka waktu 26 minggu meningkatkan jumlah sperma total pada laki-laki dalam usia subur. Bahkan ditemukan konsumsi asam folat membantu meningkatkan jumlah sperma normal sebesar 74 persen.

Namun demikian, meskipun kadar asam folat yang rendah bukanlah penyebab jumlah sperma yang lebih rendah, tetapi konsumsi suplemen tetap membantu, Bunda. Dikutip dari Mother and Baby UK, asam folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 memiliki fungsi penting dalam produksi sel-sel baru yang sehat, yang tentunya sangat penting saat program hamil.

Asam folat adalah bentuk vitamin B9 buatan manusia dan dikenal sebagai folat ketika ditemukan secara alami dalam makanan. Tubuh kita tidak dapat menyimpan asam folat atau folat, itulah sebabnya konsumsi cukup asam folat menjadi penting.

Konsumsi asam folat pun dianggap dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, yang pada akhirnya berperan dalam menurunkan risiko kelainan dalam tumbuh kembang janin. Sebuah studi oleh University of California di Berkeley menemukan bahwa laki-laki yang memiliki kadar asam folat lebih rendah sehari-hari memiliki tingkat kromosom abnormal yang lebih tinggi dalam spermanya.

Makanan Sumber Asam Folat

Selain dari suplemen, asam folat juga bisa didapat dari sumber alami seperti makanan sehari-hari ya Bunda. Tak ada salahnya untuk mencukupi asam folat dari makanan-makanan ini saat sedang menjalani program hamil.

Beberapa jenis makanan yang bisa dipilih di antaranya seperti hati sapi, bayam, kacang polong, asparagus, selada dan alpukat. Selain itu, Ayah juga bisa mengonsumsi brokoli, sawi, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, gandum, jus tomat, jus jeruk, jeruk, pepaya, dan pisang.

Efek Berlebihan Asam Folat

Meskipun asam folat diyakini memberikan manfaat bagi kesuburan laki-laki, terutama melalui suplemen, Ayah sebaiknya tetap tidak berlebihan mengonsumsinya. Terlebih jika suplemen dikonsumsi tanpa resep dokter.

Ya, kecuali dokter meresepkannya, konsumsi suplemen harian Ayah sebaiknya tidak mengandung lebih dari 1.000 mcg asam folat. Konsumsi dosis besar asam folat dapat menutupi kekurangan vitamin B12, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak diketahui sejak dini.

Ada juga kekhawatiran lain bahwa asam folat dosis tinggi dapat merusak sintesis DNA dalam sperma. Asam folat pada dasarnya juga dapat berinteraksi dengan obat lain. Sebagai contoh, asam folat dapat mengurangi efektivitas obat anti-kejang. Oleh sebab itu, tetap konsultasi dengan dokter saat hendak mengonsumsi suplemen asam folat.