Beranda Persalinan ASI Berdarah Bisakah Diminum Si Kecil?

ASI Berdarah Bisakah Diminum Si Kecil?

Memberikan ASI adalah indah dan juga perjuangan bagi Bunda yang sedang melangsungkan masa laktasi, terutama bagi Bunda yang baru pertama kali mengalami masa laktasi tersebut. 

Drama menyusui seringkali timbul dalam masa laktasi, salah satunya kaget melihat ASI berwarna merah karena adanya darah saat Bunda memompa atau terlihat di area bibir si kecil. 

ASI bercampur darah adalah hal yang umum terjadi pada Bunda yang sedang menyusui terutama pada Bunda yang baru pertama kali menyusui. Karena pengaruh terhadap perubahan payudara selama kehamilan dan juga menyusui. 

Lalu boleh tidak ASI bercampur darah dikonsumsi si kecil?

Beberapa Bunda yang memiliki ASI berdarah sering ragu untuk menyusui bayinya karena takut darah tersebut akan merusak kandungan nutrisi ASI. Namun, ASI yang bercampur sedikit darah tidak apa untuk dikonsumsi bayi. Aman-aman saja. Selama darahnya tidak terlalu banyak yang tercampur ke ASI, Bunda masih bisa memberikan ASI tersebut ke bayi.

Namun perhatikan jaga reaksi si kecil saat menyusu. Jika bayi sampai menolak menyusu, ini mungkin tandanya rasa ASI tersebut sudah berubah karena tercampur dengan banyak darah. Untuk menyiasatinya, Bunda bisa membuang ASI tersebut dan perah lagi untuk mendapatkan “kloter” ASI yang baru.

Penyebab ASI Berdarah

Meski Bunda telah mengetahui bahwa ASI yang bercampur sedikit darah tidak berbahaya dan boleh di minum si kecil namun lebih baik Bunda mengetahui penyebab ASI bercampur darah agar lebih mendeteksi secara dini jika darah tersebut merupakan gejala yang membahayakan. 

Berikut beberapa penyebab ASI bercampur darah yang perlu Bunda ketahui, diantaranya :

  1. Puting luka

ASI berdarah paling umum disebabkan oleh puting payudara yang terluka. Luka bisa diakibatkan gigitan bayi saat menyusu, isapan bayi yang terlalu kuat, atau bayi yang suka menarik puting ibu saat menyusu.

Untuk mengatasinya, Bunda bisa mengoleskan salep atau obat pada puting Bunda. Pilih obat yang kandungannya aman untuk bayi. Konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui mana yang paling tepat untuk Bunda.

  1. Pembuluh  darah kapiler di payudara pecah

Pembuluh darah kapiler di payudara bisa pecah dan akhirnya membuat ASI bercampur darah. Ini dapat disebabkan oleh bayi yang menghisap puting terlalu keras, terutama ketika payudara Bunda sedang sangat penuh.

Pecahnya pembuluh darah kapiler juga bisa disebabkan oleh tekanan pompa ASI yang terlalu keras. Pastikan saat Bunda hendak memompa ASI, payudara dalam posisi yang benar dan rileks.

  1. Pembuluh darah bengkak

Pembuluh darah di bagian payudara bisa bengkak dan akhirnya pecah, menyebabkan ASI berdarah. Ini biasa terjadi pada ibu yang baru menyusui, ketika aliran darah ke payudara meningkat seiring dengan perkembangan jaringan di payudara.

Tenang, kondisi ini akan berangsur pulih tanpa memerlukan pengobatan medis seiring berjalannya waktu.

  1. Menggunakan pompa ASI

Cara menggunakan pompa yang keliru atau hisapan pompa yang terlalu kencang bisa melukai puting sehingga ASI bercampur darah. Alat pompa ASI yang tidak cocok dengan bentuk payudara ibu juga dapat menyebabkan hal ini.

  1. Terdapat tumor jinak

Tumor jinak di payudara yang disebut dengan fibrokistik atau papilloma intraductal bisa menyebabkan ASI berdarah.

Meski jinak, ada baiknya Bunda memeriksakan setiap perubahan pada penampilan payudara dan puting Bunda untuk mendeteksi kemungkinan payudara. Cek juga wujud ASI Bunda. Pasalnya, keluar cairan bening (atau bisa berdarah) dari payudara, yang tidak tampak seperti ASI, bisa juga menjadi pertanda kanker payudara atau masalah kesehatan tertentu