Beranda Kehamilan Bagaimana Cara Agar Janin Terlahir Sempurna Tanpa Kelainan Bawaan?

Bagaimana Cara Agar Janin Terlahir Sempurna Tanpa Kelainan Bawaan?

Kelahiran bayi yang sehat adalah dambaan bagi seluruh orang tua, dan penantian selama 9 bulan oleh Bunda akan terasa sangat menyenangkan setelah melihat bayi yang terlahir dengan lucu dan sehat.

Namun tahukah Bunda banyaknya kasus pada neonatus atau bayi baru lahir membuat Bunda dan Ayah khawatir terhadap perkembangan janin dalam kandungan. Berikut beberapa hal yang perlu Bunda lakukan untuk mendapatkan bayi yang sehat, diantaranya:

Konsumsi Asam Folat Setiap Hari

Asam folat mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang. Asam folat dapat menurunkan risiko kelahiran cacat seperti bimbing sumbing dan cacat jantung. Bahkan asam folat juga dapat mengurangi risiko pre-eklampsia loh sahabat Bunda.

Bunda yang sedang hamil membutuhkan 600–800 mikogram asam folat setiap hari. Vitamin ini bisa didapat dari sayur-sayuran seperti bayam, kubis, seledri, asparagus, jagung, dan kailan. Selain itu, asam folat juga banyak terdapat pada

Makan Gizi Seimbang

Hal penting yang harus diperhatikan selama masa kehamilan adalah memastikan agar Bunda memenuhi kebutuhan gizinya. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi dapat menjaga kesehatan tubuh Bunda dan membantu perkembangan janin dalam kandungan. Hal ini nantinya turut menurunkan risiko bayi terlahir cacat.

Salah satu zat gizi penting yang diperlukan ibu hamil adalah asam folat atau vitamin B9. Menurut dr. Dyah Vita Anggraini, vitamin ini dibutuhkan untuk mencegah bayi lahir dengan neural tuba defect atau yang lebih dikenal dengan sebutan cacat bawaan.

Cacat bawaan tersebut timbul karena tidak sempurnanya penutupan neural tube, yaitu tabung saraf, selama fase pertumbuhan embrional. Akibatnya terjadi kecacatan pada otak dan tulang belakang bayi.

Melakukan Pemeriksaan Kehamilan

pemeriksaan kehamilan secara rutin juga dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan pada masa kehamilan, sehingga dapat ditangani sedini mungkin.

Pada akhirnya, pemeriksaan ini turut membantu mencegah terjadinya kelahiran bayi cacat. Bahkan yang juga penting adalah bisa membantu menurunkan angka kematian ibu dan janin.

Tidak Mengkonsumsi Alkohol dan Rokok

Mengapa penting untuk memastikan ibu hamil agar tidak mengonsumsi alkohol? Sebab alkohol dapat masuk ke dalam peredaran darah dan tali plasenta. Hal ini tentunya akan mempengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko kelahiran bayi cacat.

Beberapa orang menyarankan konsumsi alkohol secara moderat atau membatasi jumlahnya. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, tidak ada jumlah alkohol yang tergolong aman bagi ibu hamil. Meski hanya sedikit dan apapun jenisnya, dapat membahayakan kehamilan.

Risiko yang mungkin terjadi jika ‘membandel’ adalah keguguran atau janin meninggal dalam kandungan. Bahkan yang tak kalah buruk adalah meningkatnya risiko bayi terlahir cacat atau mengalami gangguan perilaku pada bayi nantinya.

Begitu juga dengan kebiasaan merokok. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi cacat, seperti bibir sumbing atau kelainan pada langit-langit mulut (palatum). Merokok juga dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan dan kelahiran prematur.

Lakukan Vaksinasi

Sejumlah vaksinasi yang aman akan direkomendasikan di masa kehamilan. Dengan vaksinasi, dapat melindungi Bunda dari infeksi penyebab kelahiran cacat. Dengan vaksinasi, bayi yang lahir akan dalam keadaan sehat.

Hindari Terjadinya Infeksi

Serangan infeksi pada ibu hamil dapat berakibat buruk, baik pada tubuh Bunda maupun pada janin. Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah kelahiran bayi cacat.

Apa yang harus Anda lakukan agar terhindar dari infeksi selama masa kehamilan? Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Cuci tangan setiap kali Anda selesai beraktivitas, mempersiapkan makanan, dan makan. Gunakan sabun dan bilas dengan air bersih agar kotoran terangkat.
  • Konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik, khususnya daging-dagingan. Hindari konsumsi daging yang tidak matang atau kurang matang.
  • Hindari orang-orang yang sedang terinfeksi virus. Bila Anda terpaksa bertemu dengan orang yang sedang terinfeksi, gunakan masker pelindung hidung.

Ingat, persiapan kehamilan yang baik akan membantu menjaga kondisi fisik dan mental Bunda. Hal ini juga turut menjaga perkembangan janin dalam kandungan dan yang tak kalah penting adalah menurunkan risiko kelahiran bayi cacat ya sahabat Bunda.