Beranda Anak Bagaimana Penanganan Anak Demam Karena Tipes

Bagaimana Penanganan Anak Demam Karena Tipes

Demam merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan suhu tubuh, dengan pemeriksaan melalui termometer ditemukan suhu tubuh di angka > 370C.  Sedangkan pada bayi baru lahir ditemukan angka >37,50 C.

Mengetahui Anak Demam Tifoid

Demam tifoid merupakan demam yang disebabkan oleh tipes (tifoid). Demam tifoid disebabkan oleh  infeksi bakteri Salmonella typhii. Tifus dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan tifus dapat terjadi karena terpapar urine yang sudah terinfeksi bakteri Salmonella typhii.

Gejala Tifus/ Tifoid

Masa inkubasi bakteri tifus pada umumnya adalah 7-14 hari, namun bisa lebih pendek yaitu sekitar 3 hari atau lebih panjang hingga 30 hari. Masa ini dihitung dari saat bakteri masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala awal.

Gejala penyakit tifoid / tifus diantaranya :

  • Demam yang meningkat secara bertahap tiap hari hingga mencapai 39-400.C. Demam juga lebih tinggi pada malam hari.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Pembesaran ginjal dan hati.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Berkeringat.
  • Batuk kering/ sakit tenggorokan.
  • Lidah putih.
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit perut, mual dan muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pada anak-anak sering mengalami diare, sedangkan pada dewasa cenderung mengalami konstipasi.
  • Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda.

Penyebab Demam Tifoid

Beberapa faktor risiko penyakit tifus, di antaranya:

  • Sanitasi buruk. Di negara seperti Indonesia, penyebaran bakteri Salmonella typhii biasanya terjadi melalui konsumsi air yang terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii, juga dari makanan yang dicuci dengan menggunakan air yang terkontaminasi. Kondisi ini terutama disebabkan oleh buruknya sanitasi dan akses air bersih.
  • Bakteri juga dapat menyebar saat tangan Bunda terinfeksi bakteri kemudian tidak mencuci tangan sebelum menyentuh dan mengolah makanan. Anak akan tertular saat menyantap makanan yang tersentuh dengan tangan yang terinfeksi.
  • Mengkonsumsi sayur-sayuran yang menggunakan pupuk dari kotoran manusia yang terinfeksi. Penting bagi Bunda untuk tetap memastikan mencuci bersih sumber makanan sebelum dikelola.
  • Mengkonsumsi produk susu yang telah terkontaminasi.
  • Menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri. Sahabat Bunda akan terinfeksi jika menyentuh mulut sebelum mencuci tangan setelah buang air. Penting selalu melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan toilet.

Jika tidak segera diobati, Salmonella typhii akan menyebar ke seluruh tubuh dengan memasuki pembuluh darah. Gejala tifus akan diperburuk jika bakteri telah menyebar ke luar sistem pencernaan. Selain itu, bakteri yang menyebar dapat merusak organ dan jaringan, serta menyebabkan komplikasi serius.

Penangan Demam Tifoid Pada Anak di Rumah

Melakukan pengobatan demam tifoid sesegera mungkin akan membantu si kecil pulih lebih awal. Setelah Bunda membawa ke dokter dan ditangani oleh dokter, Bunda akan mendapatkan bantuan penanganan. Dokter akan memberi keputusan penanganan di rumah atau harus di rawat, tergantung keparahannya.

Berikut beberapa tips perawatan demam tifoid pada anak di rumah :

  • Tingkatkan Asupan Cairan

Anak akan kehilangan banyak air atau cairan karena demam, muntah, keringat, dan diare ketika menderita tifoid. Jadi pastikan anak mendapatkan banyak asupan air dan cairan bergizi setiap hari.

Jus buah juga dapat diberikan, asalkan tidak ditambahkan gula. Gula dapat memperburuk diare. Tidak hanya air putih, tapi berikan juga sup, susu, jus dan cairan sederhana namun bergizi lainnya.

Konsultasikan dengan dokter mengenai perlu tidaknya cairan rehidrasi oral seperti oralit. Tanda kecukupan cairan adalah frekuensi berkemih dan warna air seni, jika ia cukup minum air seni pasti jernih.

  • Perhatikan Asupan Makanan

Sakit tipes dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi. Oleh sebab itu, penuhilah kebutuhan gizinya dengan memberikan makanan yang tepat. Nasi, roti, dan pisang sangat cocok, karena mudah dicerna dan membantu meredakan mual serta diare. Buah-buahan dan sayur-sayuran juga dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin.

  • Istirahat Yang Cukup

Sakit tipes banyak menguras energi. Oleh sebab itu, biarkan anak beristirahat ketika menderita demam dan setidaknya seminggu setelah demam mereda. Pastikan kamarnya bersih dan lapang.

  • Minum Obat Sesuai Aturan

Untuk mengobati tipes pada anak, dokter akan meresepkan antibiotik yang efektif untuk membunuh bakteri penyebab. Pastikan anak minum antibiotik sesuai anjuran dan dihabiskan untuk mencegah kambuhnya penyakit.