Beranda Anak Bahaya Obesitas Pada Masa Anak-Anak

Bahaya Obesitas Pada Masa Anak-Anak

Mendapatkan anak yang memiliki nafsu makan tinggi memang menyenangkan ya Bunda, si kecil akan lahap menyantap setiap porsi makanan yang diberikan, mulai dari makanan utama hingga snack, setiap proses makan akan selalu menyenangkan dan tidak ada drama GTM. 

Namun tahukah Bunda, jika nafsu makan yang tinggi tidak diimbangi oleh batasan akan membuat si kecil menjadi obesitas. Karena si anak tidak mengerti bagaimana membatasi makanan, maka perlu sekali Bunda memberikan takaran makanan yang pas agar tidak berlebihan.

Berat Badan Anak Berdasarkan Usia

Bunda dapat melakukan pembatasan makanan dengan mengatur jumlah asupan setiap harinya, dan selalu memantau perkembangan berat badan si kecil agar tidak berlebihan dengan standar berat badan yang disarankan oleh badan kesehatan dunia WHO, berikut berat badan berdasarkan usia si kecil :

Tabel Berat Badan Berdasarkan Usia Anak

Laki-laki Usia Perempuan Laki-laki Usia Perempuan
2,5-4,4 kg  0 bulan 2,4-4,2 kg 7,9 – 12,3 kg 13 Bulan 7,2 – 11,8 kg
3,4 – 5,8 kg 1 Bulan 3,2-5,5 kg 8,1 – 12,6 kg 14 Bulan 7,4 – 12,1 kg
4,3 – 7,1 kg 2 Bulan 3,9-6,6 kg 8,3 – 12,8 kg 15 Bulan 7,6 – 12,4 kg
5,0 – 8,0 kg  3 Bulan  4,5 – 7.5 kg 8,4 – 13,1 kg 16 Bulan  7,7 – 12,6 kg
5,6 – 8,7 kg 4 Bulan 5,0-8,2 kg 8,6 – 13,4 kg 17 Bulan  7,9 – 12,9 kg
6,0 -9,3 kg 5 Bulan 5,4 -8,8 kg 8,8 – 13,7 kg 18 Bulan  8,1 – 13,2 kg
6,4 – 9,8 kg 6 Bulan 5,7 – 9,2 kg 8,9 – 13,9 kg 19 Bulan 8,2 – 13,5 kg
6,7 – 10,3 kg 7 Bulan 6,0 – 9,8 kg 9,1 – 14,2 kg 20 Bulan  8,4 – 13,7 kg
6,9 – 10,7 kg 8 Bulan  6,3 – 10,2 kg 9,2 – 14,2 kg 21 Bulan  8,6 – 14,0 kg
7,1 -11,0 kg 9 Bulan  6,5 – 10,5 kg 9,4 – 14,7 kg 22  Bulan 8,7 – 14,3 kg 
7,4 – 11,4 kg 10 Bulan  6,7 – 10,9 kg 9,5 – 15,0 kg 23 Bulan  8,9 – 14,6 kg
7,6 – 11,7 kg 11 Bulan  6,9 – 11,2 kg 9,7 – 15,3 kg 24 Bulan  9,0 -14,8 kg 
7,7 – 12,0 kg 12 Bulan 7,0 – 11,5 kg

Bahaya Obesitas Pada Anak

Tidak semua anak yang terlihat gemuk dan berbadan besar mengalami obesitas. Untuk menentukannya, perlu dilakukan pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT) anak. Agar lebih pasti, periksakanlah anak ke dokter. Dokter akan menentukan apakah anak mengalami obesitas berdasarkan hasil pemeriksaan IMT.

Pada anak yang mengalami obesitas, ada berbagai bahaya kesehatan dapat terjadi, yaitu:

  1. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi

Pola makan buruk yang dijalani anak obesitas dapat membuat anak rentan terkena kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini akan meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri, yang dapat meningkatkan risiko anak terkena penyakit jantung dan stroke.

  1. Diabetes tipe 2

Risiko untuk menderita diabetes tipe 2 di masa dewasa akan meningkat pada anak obesitas. Kondisi diabetes tidak bisa disepelekan, karena dapat berpengaruh pada kerusakan berbagai organ, seperti mata, saraf, dan ginjal.

  1. Asma

Pada anak dengan obesitas, resiko kambuhnya penyakit asma akan meningkat. Penyebabnya belum dapat dipastikan, namun penumpukan lemak berlebih dan reaksi peradangan kronis anak dengan obesitas diduga menjadi pemicu terjadinya gangguan pernapasan, termasuk asma.

  1. Radang sendi dan patah tulang

Anak obesitas lebih rentan mengalami radang sendi dan patah tulang dibandingkan anak dengan berat ideal. Hal ini karena kelebihan berat badan akan menyebabkan adanya tekanan berlebih pada persendian dan tulang.

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, kesehatan psikis anak juga bisa ikut terpengaruh akibat obesitas. Kelebihan berat badan dapat membuat kepercayaan diri anak menurun. Mereka juga rentan menjadi korban perundungan (bullying) teman-temannya. Hal ini bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi.

Cara Mengatasi Obesitas pada Anak

Jika anak Anda mengalami obesitas, cobalah terapkan pola hidup yang sehat untuk menurunkan berat badannya. Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak obesitas mengatasi masalah kelebihan berat badan:

Biasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat

Batasi anak mengonsumsi makanan cepat saji. Ajak dan biasakanlah anak untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur, buah, protein, biji-bijian, dan susu rendah lemak. Anda juga bisa membiasakan anak untuk makan dalam porsi kecil, namun frekuensinya lebih sering.

Ajak anak untuk lebih aktif bergerak

Pastikan anak Anda tidak hanya duduk bermain game atau menonton TV di rumah. Ajak anak melakukan berbagai aktivitas fisik atau melakukan olahraga ringan, misalnya bermain petak umpet atau lompat tali. Bunda juga bisa mengajak anak ikut berbelanja supaya ia tidak hanya diam di dalam rumah. Dengan begitu, anak akan lebih aktif bergerak sehingga kalori yang dibakar akan lebih banyak.

Perbanyak aktivitas bersama keluarga

Selain membuat ikatan keluarga menjadi lebih erat, melakukan aktivitas bersama keluarga juga bisa membantu mengatasi obesitas pada anak. Caranya, temukan aktivitas fisik yang menyenangkan dan dapat dinikmati seluruh anggota keluarga, seperti berenang atau jalan santai.

Banyak bahaya kesehatan yang bisa terjadi pada anak obesitas. Itulah sebabnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan dan sebisa mungkin dicegah. Dengan perubahan pola makan dan gaya hidup, anak dapat mencapai berat badan ideal. Jika berat badan anak tidak kunjung turun, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter agar obesitas pada anak dapat ditangani sebelum menimbulkan komplikasi.