Beranda Fakta dan mitos Bayi Hilang Saat Hamil 4 Bulan Karena Makhluk Halus,  Mitos atau Fakta?

Bayi Hilang Saat Hamil 4 Bulan Karena Makhluk Halus,  Mitos atau Fakta?

MITOS ATAU FAKTA?

Sahabat Bunda pernah mendengar kasus bayi hilang di kandungan yang diambil oleh makhluk halus sebagai bentuk tumbal atau makanannya.

Dikalangan masyarakat jawa dan beberapa adat di Indonesia mempercayai bahwa ibu hamil tidak diizinkan berada diluar rumah saat magrib sampai dengan isya karena bayi yang dikandung akan diambil oleh makhluk halus dan Bunda yang sedang hamil harus selalu membawa gunting dan sirih sebagai penangkalnya.

Beberapa kasus ibu hamil yang hilang dan mengalami keguguran saat hamil padahal telah menunggu kehamilan hampir 10 tahun pernikahan dikaitkan dengan adanya pengaruh roh jahat sehingga tidak bisa hamil dan saat hamil diambil oleh roh tersebut.

Tahukah Bunda bahwa hal tersebut hanya MITOS  yang berkembang di masyarakat. Bahwasannya kasus tersebut dapat dijelaskan dengan medis. Terbatasnya informasi dan tenaga kesehatan pada saat dahulu membuat masyarakat menghubungkan kasus tersebut dengan kepercayaan sekitar.

(USG Kehamilan Berkembang/ Normal)

(USG Kehamilan Anggur / Tidak Berkembang)

Bukan Hilang, Namun Janin Tidak Berkembang

Berdasarkan perkembangan ilmu kandungan, Mitos yang beredar di masyarakat dapat dijelaskan melalui ilmiah. Yakni merupakan suatu kondisi dimana bayi tidak dapat berkembang atau disebut dengan kehamilan anggur (Blighted Ovum).

Kehamilan anggur (Blighted Ovum) terjadi kesalahan pada proses pembuahan yakni saat sel telur dan sperma bertemu. Sel tersebut yang normal akan melakukan pembuahan dan berkembang menjadi embrio.

Namun pada kehamilan anggur pertemuan sel telur dan sperma tidak berkembang menjadi embrio. Sedangkan rahim tetap memproduksi kantung kehamilan dan placenta. Dan saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan perkembangan embrio di kantung kehamilan tersebut (kosong).

Tanda dan Gejala

Hamil Anggur sangat jarang terjadi, saat Bunda mengalami hamil anggur Bunda juga akan merasakan Mual, Muntah, pembesaran pada perut dan hasil yang positif saat melakukan test pack/tes kehamilan dengan urine.

Pada gejala lain Bunda akan merasakan gejala yang berbeda diantaranya ;

  1. Keluar gelembung seperti buah anggur bersamaan dengan perdarahan
  2. Mual dan Muntah berlebih
  3. Terasa nyeri di area panggul
  4. Pertumbuhan rahim lebih besar dibandingkan dengan usia kehamilan
  5. Darah tinggi

Jika Bunda merasakan hal tersebut, dapat memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui lebih pasti menggunakan USG apakah terjadi perkembangan pada kehamilan Bunda.

FAKTOR RESIKO

Kehamilan anggur memiliki faktor resiko yang membuat kehamilan anggur mungkin terjadi diantaranya;

  • Kelainan bawaan yang dialami oleh sperma atau sel telur
  • Pada usia 35 tahun, persentasi terjadinya hamil anggur semakin meningkat
  • Memiliki riwayat keguguran atau kehamilan anggur sebelumnya
  • Diet rendah karoten atau vitamin A ( wanita dengan kekurangan vitamin A memiliki resiko tinggi kejadian kehamilan anggur)

Bunda Harus Sehat

Memiliki keturunan adalah dambaan bagi setiap pasangan, oleh sebab itu Bunda dan pasangan harus menjaga pola hidup sehat dan pastikan usia saat menikah adalah usia produktif yang sehat yakni 20-35 tahun. Agar kehamilan Bunda dapat berkembang dan tumbuh dengan baik.

Lakukan pemeriksaan di awal kehamilan guna melihat pertumbuhan dari kehamilan yang Bunda alami, dan sesegera mungkin mendapatkan penangan jika diketahui terjadi kehamilan anggur.

BACA JUGA : Mengenal Proses Terjadinya Pembuahan