Beranda Keluarga Benarkah Kleptomania Bisa Diturunkan Dari Keluarga?

Benarkah Kleptomania Bisa Diturunkan Dari Keluarga?

Kleptomania merupakan kondisi seseorang tidak dapat mengontrol dirinya untuk mengambil suatu barang. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan kendali impulsif, yang berbeda dengan mencuri barang seseorang yang mengambil barang dengan tujuan kriminal.

Bagi pengidap kleptomania melakukanya secara sadar dan kebanyakan dari mereka akan menyesal dan malu dengan perbuatannya. Lalu apakah yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi kleptomania ini? benarkah kleptomania bisa diturunkan dari anggota keluarga? Simak ulasanya disini ya bunda!

Kenali Penyebab Kleptomania

Kondisi kleptomania umumnya terbentuk ketika pengidap beranjak remaja dan dewasa. Meskipun jarang terjadi, tetapi kondisi kleptomania merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang perlu penanganan secara tepat. Berbeda dengan tindak pencurian, tindakan pengambilan barang yang dilakukan oleh pengidap kleptomania bukan bertujuan untuk memenuhi finansial atau kebutuhan lainnya, tetapi dilakukan untuk kepuasaan diri.

Bagi seseorang yang mengalami kleptomania akan terbentuk saat beranjak remaja dan dewasa. Meskipun jarang terjadi, tetapi kondisi kleptomania merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang perlu penanganan secara tepat. Kleptomania dapat terjadi karena ada gangguan neurotransmitter pada otak, neurotransmitter memiliki fungsi membantu sel saraf pada otak untuk mengirimkan pesan. Ketidak seimbangan bahan kimia mempengaruhi cara otak untuk mengontrol implus.

Dan benarkah kondisi ini diturunkan dari keluarga? Kondisi ini tidak dibawa sejak lahir atau keturunan. Akan tetapi, ada beberapa yang berkembang akibat faktor tertentu, yang salah satunya faktor keluarga. Bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga terdekatnya dengan kondisi ini, kemungkinan memiliki resiko yang serupa. Sebabnya anak akan melihat pola asuh dan juga kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga yang mengidap kleptomania. Karena itu, pengidap menganggap kebiasaan yang dilakukan merupakan hal yang wajar dan normal.

Bukan hanya faktor keluarga, ada faktor lainnya yang dapat menyebabkan seseorang dengan kondisi kleptomania. Yaitu saat mereka memiliki gangguan mental seperti bipolar, gangguan kecemasan, hingga gangguan kepribadian.

Kenali Gejala Kleptomania

Kleptomania akan ditandai dengan ketidakmampuan dalam menahan keinginan untuk mengambil suatu barang secara berulang, tanpa adanya persiapan apapun. Bagi pengidap, mereka akan merasa tegang dan cemas, tetapi saat sudah mengambil barang yang diinginkannya, pengidap akan merasakan lega, puas, dan senang. Akan tetapi para pengidap, tidak mengambil barang yang bernilai atau berharga, dan pengidap hanya menumpuk barang-barang yang telah diambil.

Tetapi para pengidap juga akan merasakan rasa bersalah dengan tindakan yang dilakukan. Walau merasa malu dan menyesal, tapi perasaan untuk menghentikan kebiasaan kleptomania akan terus muncul jika ingin mengambil barang kembali muncul.

Lakukan Pengobatan untuk Atasi Kleptomania

Kondisi kleptomania yang terdeteksi dapat diatasi dengan beberapa pengobatan, seperti terapi dan juga obat-obatan. Meskipun pengobatan yang dilakukan tidak dapat menyembuhkan kondisi kleptomania, akan tetapi dengan rutin melakukan perawatan rutin, dapat menurunkan risiko gejalanya. Melatih diri, mampu menahan dan mengontrol keinginan impulsif untuk mengambil barang-barang.

Bagi pengidap kleptomania, mendapatkan dukungan dari keluarga dan kerabat menjadi perawatan yang cukup efektif. Bahkan dalam mengelola tingkat stres dan konsumsi makanan sehat untuk menurunkan risiko terjadinya kleptomania.