Beranda Konsepsi Benarkah Vasektomi Bisa Pengaruhi Performa Seks Pria?

Benarkah Vasektomi Bisa Pengaruhi Performa Seks Pria?

Memutuskan pasangan untuk melakukan vasektomi haruslah matang dan yakin tanpa ada keraguan. Karena vasektomi atau juga bisa dikenal dengan sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang dilakukan dengan memotong saluran sperma atau vas deferens, dimana memiliki fungsi untuk menyalurkan sperma dari testis ke Mr. P. 

Namun, dalam prakteknya banyak menimbulkan pertanyaan dan juga ada mitos terkait dengan vasektomi ini. Salah satunya, vasektomi dapat mempengaruhi gairah seksual pasangan bunda. Sehingga masih banyak yang ragu dalam menjalani prosedur ini. Benarkah demikian? Yuk, cari tahu soal dampak vasektomi  pada performa seksual pria disini!

Dampak Vasektomi Terhadap Performa Pria

Mungkin banyak sekali pertanyaan, benarkah vasektomi dapat mempengaruhi performa pria? Jawabanya tidak. Setelah pasangan bunda melakukan metode ini, pasangan bunda masih bisa mengalami ereksi, bahkan ejakulasi karena metode ini tidak berpengaruh terhadap hormon testosteron. Walaupun, beberapa pria mengeluhkan rasa nyeri di bagian testis setelah melakukan metode vasektomi, tetapi, rasa nyeri ini hanya sementara.

Setelah melakukan prosedur ini, pasangan bunda sebenarnya bisa langsung berhubungan intim. Akan tetapi, sebaiknya gunakan alat kontrasepsi dulu ya bun, karena, mengantisipasi adanya sperma yang tersisa, agar kehamilan bisa dicegah.

Sebagai alat kontrasepsi permanen, vasektomi memiliki keunggulan dan kekurangan. Keunggulannya adalah prosedur yang minim komplikasi, sedangkan kekurangannya tidak bisa melindungi pria dari penyakit infeksi menular seksual. Jadi, tetap disarankan, untuk menggunakan alat kontrasepsi lain untuk perlindungan ganda.

Pertimbangan Sebelum Vasektomi

Karena sifatnya yang permanen, dalam memutuskan prosedur vasektomi, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  • Sudah mantap untuk tidak memiliki anak lagi. Jika bunda dan pasangan masih memiliki keraguan, sebaiknya tunda prosedur ini.
  • Melakukan diskusi dengan pasangan terkait prosedur vasektomi. Harus ada persetujuan dua pihak.
  • Tidak disarankan mengambil keputusan vasektomi dibawah tekanan atau stres.

Jika seorang pria yang berusia dibawah 3o tahun memilih melakukan vasektomi. Biasanya dokter akan meminta pria tersebut untuk berpikir ulang, karena belum pernah memiliki anak.