Beranda Anak Bentuk Stimulasi Anak Usia 3-5 Tahun

Bentuk Stimulasi Anak Usia 3-5 Tahun

Masa keemasan anak adalah 0-5 tahun, dimana tumbuh kembang sel otak anak sangatlah cepat. Semakin sering Bunda melakukan stimulasi dan mengasah kemampuan dasar anak, maka semakin banyak pula sel otak yang akan berkembang.

Bunda dapat memantau dan memberikan stimulasi dari sejak dini dengan memahami lebih tentang artikel stimulasi berikut :

Artikel tersebut membahas segala bentuk stimulasi dan perkembangan anak berdasarkan usia nya masing-masing, dan saat ini Bunda akan memahami kembali stimulasi yang akan diberikan untuk usia 3-5 tahun.

Bentuk Stimulasi

Tumbuh kembang dan stimulasi sangatlah penting untuk mengukur dan mengetahui secara dini kemungkinan adanya kelainan yang tidak terlihat saat lahir. Dan berikut bentuk stimulasi anak usia 3-5 tahun :

  • Bunda dan keluarga meminta anak untuk menceritakan apa saja yang telah ia lakukan.
  • Dengarkan anak ketika berbicara.
  • Jika anak gagap atau sulit berbicara, bantu anak bicara pelan-pelan.
  • Awasi anak ketika bermain, dan berikan edukasi setiap permainan yang dilakukan oleh anak.
  • Ajak anak untuk mulai terlibat dalam kegiatan bersama.
  • Ajarkan anak menjaga alat kelaminnya.
  • Ajarkan anak tentang jenis kelamin.
  • Latih anak untuk tidur terpisah dari orang tua dan anak yang berbeda jenis kelamin.
  • Biasakan anak untuk berkata jujur, berterima kasih dan meminta maaf.
  • Jadikan figur ibu untuk anak perempuan, dan figur ayah untuk anak laki-laki.
  • Kembangan kreativitas anak (kemampuan dasar anak) dan kemampuan untuk bergaul dan berkelompok.

Hasil Stimulasi

Pada tahap perkembangan anak yang telah dilakukan stimulasi pada tahap awal memasuki usia 3 tahun seperti di atas maka Bunda dan keluarga juga harus memantau hasil stimulasi atau kemampuan dari tumbuh kembang anak, dan berikut kemampuan anak yang timbul pada usia 5 tahun :

  • Anak sudah dapat melompat-lompat 1 kaki, menari, dan berjalan lurus.
  • Menggambar orang 3 bagian ( kepala, badan, tangan dan kaki)
  • Menggambar tanda silang dan lingkaran.
  • Menangkap bola kecil dengan kedua tangannya.
  • Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar.
  • Menyebut angka, menghitung jari.
  • Bicaranya mudah mengerti.
  • Berpakaian sendiri tanpa dibantu.
  • Mengancing baju sendiri atau pakaian boneka.
  • Menggosok gigi tanpa Bantuan.

Jika dalam hasil pemantauan tumbuh kembang anak terdapat hal yang belum dapat dilakukan anak, maka Bunda dan Ayah harus melakukan stimulasi kembali hal yang belum dapat dilakukan anak.

Berikan stimulasi atau rangsangan  setiap saat dengan suasana yang menyenangkan, jika dalam stimulasi yang dilakukan dan anak belum dapat melakukannya meski telah dibantu cobalah untuk memeriksakan tumbuh kembang anak ke tenaga kesehatan.