Beranda Anak Cara Melatih Bicara Pada Anak

Cara Melatih Bicara Pada Anak

Memiliki anak adalah dambaan bagi semua pasangan, terlebih anak adalah pelengkap dari sebuah perjuangan yang dihadapi dalam rumah tangga. Saat anak mulai memasuki usia 1-2 tahun, saatnya Bunda dan Ayah melatih untuk lancar berbicara.

Anak yang lancar berbicara tidak semata-mata tanpa ajaran dan rangsangan ya sahabat Bunda. Semua melalui proses pembelajaran dan rangsangan.

Tips melatih anak berbicara

Dalam proses melatih dan merangsang anak untuk lancar berbicara, membutuhkan peran Bunda yang aktif berbicara, merespon celotehan anak dan menjadi Bunda yang bawel / banyak berkomunikasi dengan anak. Berikut tips yang dapat Bunda lakukan untuk si kecil lebih lancar berbicara, diantaranya :

  1. Konsisten Mengajak Si Kecil Berkomunikasi

Sejak bayi, orangtua harus sudah mulai senang mengajak si kecil berinteraksi dan berbicara kapanpun dan dimanapun. Saat si kecil sedang memegang benda ajak ia berbicara dengan memberi tahu benda tersebut. Ajak juga si kecil untuk mengetahui nama-nama benda di sekelilingnya, dengan cara menunjuk dan memberi tahu nama benda tersebut. Dengan seringnya Bunda mengajak si kecil mengobrol ini akan membantu agar si kecil menjadi lebih komunikatif.

  1. Latih Bicara Dengan Cara yang Menyenangkan

Ini cara yang paling membuat si kecil menjadi lebih tanggap dalam mendengarkan apa yang kita ucapkan. Menghibur disini bukan hanya sekedar mengajaknya bermain tetapi memberi pelajaran yang membuatnya si kecil nyaman dan lebih terhibur sehingga lebih cepat lagi merangsang kemampuan berbicara.

Contohnya:

  • Mendongeng, ajak si kecil mendengarkan dongeng, lalu gunakan mainan anak, boneka tangan atau benda apapun yang bisa menjadi media edukatif yang mudah diserap si kecil. Fungsinya tentu bisa lebih menarik perhatian, menambah kosa kata lewat kata-kata yang kita ucapkan sehingga merangsang si kecil lebih bersemangat untuk meniru apa yang Bunda atau Ayah ucapkan.
  • Menyanyi Untuk Si Kecil, dengan menyanyikan lagu-lagu pada saat menggendongnya, mengajak tidur, dan mandi jika ini dilakukan secara rutin dan terus menerus akan membuat si kecil jadi terbiasa mendengarkan. Lambat laun, ia pasti akan mencoba menirukan apa yang Bunda nyanyikan untuknya.
  1. Ajak Bermain

Bermain merupakan alat bantu paling mudah saat mengajak si kecil berinteraksi. Dengan bermain ini merangsang otak anak menjadi lebih aktif lagi. Mengajak bermain dengan gambar-gambar pada flash card misalnya, benda-benda yang ada gambarnya, ini dapat menambah kosa kata pengucapannya.

Jadikan kegiatan membaca gambar pada flash card kegiatan sehari-hari dan terstruktur. Minta si kecil menirukan ucapan Bunda saat menunjukkan gambar. Lalu bila dia sudah bisa menyebutkan nama-nama benda pada gambar, mintalah dia sendiri yang mengucapkan.

Lakukan hal ini selama anak Bunda senang melakukannya, jika sudah mulai jenuh dan enggan menirukan lagi ajak bermain puzzle yang ada gambar-gambar yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengajarkan si kecil menyebutkan yang ada pada gambar tersebut, misalnya “ini sa..pi.. sapi…”

  1. Tanggapi Ocehannya dan Perbaiki

Si kecil sudah mulai memberi respon dan mengeluarkan suara? Jangan ragu untuk menanggapinya. Bunda bisa berpura-pura menanyakan maksud ocehannya sambil tertawa atau tersenyum. Perlihatkan wajah bahagia Bunda, kemudian lihat reaksinya.

Jangan berusaha mengerti perkataan si kecil bila dia berbicara dengan cara tidak jelas. Misalnya dia minta minum hanya dengan cara menunjukkan gelas dan berkata “maam..”. Tatap matanya dan katakan “mau makan”.

Minta si kecil memperhatikan gerakan mulut Bunda dan menirukan ucapan perlahan-lahan. Lakukan terus hal-hal yang melibatkan Bunda dan si kecil dalam setiap kesempatan. Saat ia mulai menirukan suara Bunda, ulangi juga kata-kata tersebut.

Apa yang Bunda katakan, akan tersimpan dalam memorinya dan suatu saat si kecil akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang diajarkan orang tua maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Satu hal yang paling penting adalah mengajarkan si kecil bicara dengan kata-kata yang positif, meskipun dia belum bisa bicara, karena ini akan mengasah rasa percaya diri mereka.

Agar komunikasi si kecil tumbuh dengan maksimal dan dapat berbicara dengan lancar, maka Bunda harus memperhatikan segala makanan dan nutrisi penting yang wajib dikonsumsi Omega 3 dan DHA tinggi adalah nutrisi wajib dan harus ada di setiap asupan makanan anak dalam usia emas. Di samping itu, protein, kalsium, zat besi, vitamin A dan C, juga tidak boleh terlewatkan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil, Bunda juga bisa memberikan susu tambahan yang memiliki kandungan-kandungan tersebut.