Beranda Persalinan Cara memerah asi yang benar

Cara memerah asi yang benar

 

Sahabat bunda, ternyata masih banyak orang yg mengira bahwa asi yang di perah itu kurang baik, tetapi sebetulnya sama-sama baik.  Hasil asinya itu bisa dilihat dari cara memompanya betul atau salah. Teradang ada orang yang mengeluhkan kenapa asinya tidak banyak, bisa jadi karena cara perah atau  pompanya salah. Maka dari itu, sahabat bunda akan kami beri tips untuk bunda yang hendak memerah atau memompa asi.  Sebetulnya lebih efektif diperah secara manual dengan tangan dari pada di pompa dengan alat, karena bisa mengosongkan seluruhnya. Rasa sakit yang muncul ketika ASI penuh diakibatkan oleh adanya pengumpalan akibat asi yang tidak keluar dengan sempurna, jadi harus dipecah gumpalan tersebut dengan cara pijatan dengan tangan. Tetapi hasilnya akan jauh lebih banyak. Lantas bagaimana cara memerah asi secara manual yang benar

  1. Bersihkan terlebih dahulu permukaan puting dan aerola

Berikan setetes asi untuk membersihkan daerah puting dan aerola agar tidak lecet dan sahabat bunda perlu ketahui bahwa didalam asi terdapat kandungan antibakteri sehingga bisa membuat area puting lebih higienis.

 

  1. Rangsang puting

Tujuan dari merangsang puting tersebut berfungsi untuk memancing hormon oktitosin dan plotaktin keluar, sehingga asi bisa keluar lebih banyak. Jadi jangan langsung diperah, harus dirangsang dulu ya puting bunda.

 

  1. Pompa dengan ibu jari dan telunjuk

Letakan kedua jari yaitu ibu jari dan telunjuk sekitar 2-3 cm diatas aerola, dan lakukan pemijatan dengan cara memutar ke arah aerola. Lakukan terus menerus, sampai payudara terasa kosong. Hal ini bisa membantu agar susu tidak menggumpal. Selain itu hal ini bisa membantu relaksasi sang ibu setelah memerah, karena otot jadi lebih relaks dibandingkan menggunakan alat.

 

Lalu bila sahabat bunda tidak mempunyai banyak waktu untuk memerah asi, bunda bisa menggunakan alat pompa. Karena memerah secara manual membutuhkan waktu lebih lama dibanding dengan alat pompa. Tapi sayangnya, dengan alat ini kurang efektif dalam mengosongkan payudara, sehingga sering terjadi penggumpalan atau malah menurunkan produksi asi. Jadi bila alat pompanya tidak benar, tidak sesuai atau bunda tidak nyaman menggunakannya, jangan diteruskan ya. Lebih baik ganti merek lain yang sesuai dengan bunda, agar menghindari keluhan-keluhan seperti mastitis, sakit pada payudara, demam,dll. Hal itu karena payudara tidak kosong sempurna. Jadi yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat pompa yaitu bunda mau yang manual atau yang elektrik.

 

  1. Alat pompa asi manual mempunyai dampak negatif

Sebetulnya kami tidak menyarankan menggunakan yang manual, karena ini memberikan tekanan negatif. Dimana pompa manual justru menghambat dan memecah saluran asi. Itu bisa menyebabkan kekenduran usai menyusui.

 

 

 

  1. Alat pompa asi elektrik lebih aman

Lebih aman menggunakan alat pompa elektrik, karena dapat memberi tekanan yang sesuai.  Gunakan alat pompa elektrik dengan cara menutupi semua aerolanya dari corong alat tersebut, sesuaikan dengan kondisi payudara bunda, jangan sampai kekecilan atau kebesaran.

 

Pada saat memompa asi menggunakan alat, hentikan pemompaan bila sudah 4/5 atau payudara telah kosong. Karena sebetulnya ada udara di dalam payudara, jadi bukan hanya karena asinya sisa. Tetapi bila ada sisa, bisa dilanjutkan dengan memompa secara manual dengan tangan.  Dan yang perlu sahabat bunda ingat, hentikan pemompaan bila terasa sakit. Bisa jadi karena tekanan yang diberikan terlalu berlebihan,  sehingga bisa melukai.