Beranda Anak Cara Mendeteksi Dini Bayi Ikterus dan Perawatan Bayi Ikterus.

Cara Mendeteksi Dini Bayi Ikterus dan Perawatan Bayi Ikterus.

Bayi kuning atau dikenal dengan Ikterus merupakan kondisi dimana bayi mengalami perubahan warna pada area kulit, mata dan kuku menjadi kuning karena adanya deposisi produk akhir katabolisme home yaitu bilirubin.

Bilirubin merupakan pigmen kuning dalam darah dan tinja.Bilirubin dibuat oleh tubuh ketika sel darah merah mulai hancur secara alami. Setelah bilirubin mengelilingi tubuh, maka akan masuk ke organ hati, empedu, usus halus, hingga dikeluarkan  saat buang air besar.

Kandungan bilirubin dalam darah yang normal adalah <5 mg/dl. Jika didapati kandungan bilirubin melebihi batas normal, maka kondisi bayi akan mulai mengeluarkan warna kuning di beberapa area tubuhnya, dimulai dari kepala, mata, badan, tangan, kaki.

Tanda Gejala Bayi Ikterus

Gejala bayi ikterus atau hiperbilirubinemia (kelebihan kadar bilirubin dalam darah) dikelompokan menjadi 2 fase yaitu akut dan kronik, dan berikut gejala yang timbul pada bayi yang mengalami ikterus/hiperbilirubinemia:

  • Gejala Akut

Gejala akut merupakan tanda yang ditimbulkan bayi yang baru saja mengalami peningkatan kadar bilirubin, dan gejala yang ditimbulkan adalah :

  1. Lethargi (lemas)
  2. Tidak ingin mengisap
  3. Feses berwarna seperti dempul
  4. Urin berwarna gelap
  • Gejala Kronik

Gejala kronik adalah tanda gejala yang ditimbulkan bayi secara lanjutan setelah timbulnya gejala akut akibat ikterus yang berkepanjangan, dan gejala yang ditimbulkan antara lain :

  1. Tangisan yang melengking (high pitch cry)
  2. Kejang
  3. Perut membuncit dan pembesaran hati
  4. Dapat tuli, gangguan bicara dan retardasi mental
  5. Tampak matanya seperti berputar-putar

Deteksi Dini Ikterus

Mengetahui sejak awal terjadinya ikterus sangatlah penting, terlebih saat bayi sudah pulang kerumah dan Bunda yang melakukan perawatan. Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya pada link Mengenal Mengapa Bayi Kuning yang telah menjelaskan bahwa ikterus dibagi menjadi 2 kelompok, yakni ikterus fisiologis (normal terjadi pada 80% bayi baru lahir) dan ikterus patologis (kondisi ikterus yang tidak normal terjadi).

Ikterus baru dikatakan fisiologis (normal) sesudah observasi dan pemeriksaan selanjutnya tidak menunjukkan dasar patologis dan tidak mempunyai potensi berkembang menjadi kern icterus.

Badan kesehatan internasional WHO dalam panduannya menerangkan cara menentukan ikterus dari inspeksi, sebagai berikut:

  • Pemeriksaan dilakukan dengan pencahayaan yang cukup (di siang hari dengan cahaya matahari) karena ikterus bisa terlihat lebih parah bila dilihat dengan pencahayaan buatan dan bisa tidak terlihat pada pencahayaan yang kurang.
  • Tekan kulit bayi dengan lembut dengan jari untuk mengetahui warna di bawah kulit dan jaringan subkutan.
  • Tentukan keparahan ikterus berdasarkan umur bayi dan bagian tubuh yang tampak kuning.

Bunda dapat melakukan pemeriksaan tersebut dirumah dengan tujuan pemantauan ikterus dan mendeteksi dini kejadian ikterus apabila bayi sudah di rumah

Warna kuning yang timbul pada kulit dan mata akan timbul apabila kadar bilirubin meningkat, dan setiap tingkatan kadar bilirubin yang beredar pada tubuh akan menimbulkan warna kuning bertahap mulai dari kepala, badan, tangan sampai kaki. Berikut tingkat keparahan ikterus berdasarkan warna kuning yang timbul di area tubuh.

Tabel 1. Hubungan Kadar Bilirubin dengan Daerah Ikterus Menurut Kramer (tingkatan)

Daerah Ikterus

(Karmer/ Tingkatan)

Daerah Tubuh

Yang

Mengalami Warna Kuning

Kadar Bilirubin (mg/dl)

Cukup Bulan (Aterm)

Tidak Cukup Bulan (Prematur)

1

Kepala dan leher

4-8 4-8

2

Dada sampai pusat

5-12

5-12

3

Pusat bagian bawah sampai lutut

8-16

7-15

4

Lutut sampai pergelangan kaki dan bahu sampai pergelangan tangan

11-18

9-18

5

Kaki dan tangan termasuk telapak kaki dan telapak tangan

>15

>10

Penyebaran warna kuning akan bertahap menyesuaikan kadar bilirubin dalam darah, namun dalam beberapa kondisi terdapat kejadian ikterus mendadak yang membuat keseluruhan tubuh cepat mengalami warna kuning akibat kadar bilirubin meningkat berlebih.

Penatalaksanaan dan Pencegahan

Penanganan bayi baru lahir ikterus yang fisiologis (normal) dengan tingkatan (karmer) 1 – 2 yakni kuning area kepala leher, dada saja dengan asumsi bilirubin >5 mg/dl dapat dilakukan dirumah dengan perawatan sebagai berikut :

  • Minum ASI dini dan sering, dengan durasi waktu menyusui 3 jam sekali.
  • Jemur bayi di sinar matahari pagi < jam 8 pagi.
  • Pantau BAB dan BAK setiap harinya menandakan kecukupan cairan tubuh bayi
  • Pastikan ruangan bayi segar dan tidak pengap

Apabila kondisi semakin parah, terlihat dengan tidak adanya pengurangan warna kuning pada bayi, dan bayi menimbulkan gejala klinis di atas, sebaiknya Bunda melakukan pemeriksaan darah ke rumah sakit. Karena pemeriksaan darah merupakan penanganan awal untuk mengambil tindakan.

Apabila kadar bilirubin mengalami peningkatan > 10 mg/dl maka bayi akan dilakuakan penyinaran untuk membantu penghancuran molekul bilirubin. Dan penanganan lanjutan apabila dalam 2 minggu bilirubin tidak mengalami penurunan.

Bunda dapat senantiasa mencegah terjadinya ikterus dengan pemberian ASI dan pemberian sinar matahari pagi pada bayi. Untuk mengetahui lebih lanjut ikterus normal dan tidak normal bunda dapat melihat melalui artikel di link Mengenal Mengapa Bayi Kuning.