Beranda Persalinan Cara Mengetahui ASI Perah Masih Baik Atau Tidak 

Cara Mengetahui ASI Perah Masih Baik Atau Tidak 

Memberikan ASI pada anak sampai genap 2 tahun adalah tujuan dari seorang Bunda dalam masa laktasi. Namun dalam berkembangnya zaman banyak wanita berkarir diluar rumah dan meninggalkan anak kurang lebih 8-10 jam. Oleh sebab itu banyak Ibu menyusui melakukan proses laktasi menggunakan ASI Perah.

Tahukah Bunda proses pemerahan dan penyimpanan untuk ASIP dengan kualitas yang baik harus dengan cara yang tepat, Bunda dapat mengetahui cara pemerahan dan penyimpanan asi yang baik pada link berikut, Cara pemerahan, penyimpanan dan penyajian yang benar. 

Tanda ASIP Kadaluarsa Dan Tidak Layak Minum

ASIP memiliki batasan waktu dalam lamanya penyimpanan dan waktu yang baik untuk pemberian ke anak. Jika waktu yang ditetapkan salah atau ASIP dalam kondisi tidak layak minum namun dikonsumsi anak, maka kualitas ASIP tidak baik bahkan membahayakan kesehatan anak.

Tanda ASIP Baik 

ASI memiliki 2 jenis tipe, yakni ASI  “fresh” (segar) baru di perah dan “usable” (bisa digunakan). ASI segar tentu merupakan ASI yang baik, dengan kualitas isi yang lengkap dan tidak rusak, serta suhu ASI yang hangat sesuai dengan kemampuan bayi, suhu hangat yang sesuai juga dapat mengurangi resiko kolik dan keringnya tenggorokan. 

ASI segar yang baru saja dipompa yang memiliki kandungan nutrisi dan antibodi. Sedangkan ASI yang “usable” berarti sudah melewati periode idealnya tapi masih bagus untuk dikonsumsi bayi. ASI “usable” berarti telah disimpan dengan benar di lemari pendingin atau freezer. Inilah tipe yang seiring waktu bisa jadi ASI basi. ASI ini tidak mengandung bakteri dan tidak akan mengancam kesehatan bayi. ASI “usable” masih mengandung nutrisi untuk bayi, tapi beberapa manfaatnya telah hilang karena kondisinya tidak lagi segar (fresh). Jika terlalu lama disimpan dan tidak higienis, kandungan dalam ASI akan rusak dan menjadi ASI basi.

Penyimpanan ASI Perah 

Berikut ini panduan dalam menyimpan ASI perah:

  • Di suhu ruang selama 3-4 jam
  • Di lemari pendingin selama 72 jam hingga 8 hari
  • Di dalam freezer selama 3 sampai 6 bulan
  • Di deep freezer selama 6 sampai 12 bulan.

Satu hal yang perlu diingat ketika mengikuti panduan menyimpan ASI yang aman adalah perubahan metode penyimpanan tidak mengulangi waktu penyimpanan. Misalnya, bila Bunda menyimpan ASI di lemari pendingin selama 8 hari, memasukannya ke dalam freezer tidak akan membuatnya bertahan selama 6 sampai 12 bulan. Kandungannya tetap akan rusak dan ASI basi dalam kurun waktu di lemari pendingin.

Karena ASI telah mendekati titik ASI basi ketika disimpan di lemari pendingin, membekukannya akan mengawetkannya lebih lama, tapi tetap menjadi ASI basi lebih cepat di dalam freezer dibanding bila Bunda membekukannya segera setelah memompanya.

Tabel Penyimpanan ASI Perah 

Suhu Waktu Penyimpanan
ASI segar yang baru di pompa 
Ruang Hangat 27-32 C 3-4 jam 
Suhu ruang 16-26 C 4-8 jam (ideal 3-4 jam)
Di dalam cooler / ice pack 15 C 24 jam
ASI Di lemari pendingin (disimpan dibagian belakang, jauh dari pintu kulkas)
ASI segar 0-4 C 3-8 hari (ideal 72 jam)
ASIP yang dicairkan 0-4 C 24 jam
ASI Beku ( simpan di bagian belakang, jauh dari pintu kulkas)
Freezer di kulkas 1 pintu bervariasi 2 minggu
Freezer kulkas 2 pintu  >4C 6 bulan
Deep Freezer (freezer khusus) -18C 12 bulan (ideal 6 Bulan)

 

Mengenal ASI Basi

ASI basi adalah asi perah yang sudah menjadi kadaluarsa dan tidak layak diminum bayi. Bagi Bunda menyusui, sangat penting mengetahui tanda ASI basi agar tidak membahayakan bayi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melihat tanda ASI basi di container penyimpanan ASIP Bunda.

Meski ada beberapa kemiripan, ASI tidak sama dengan bentuk susu tradisional, tampilannya, baunya, dan bahkan rasanya bisa sangat berbeda. Karenanya, bisa lebih sulit mengidentifikasi ASI basi atau tidak layak konsumsi. ASI basi bisa berbahaya jika terminum bayi.

Cara mengetahui ASI Basi

Lakukan langkah berikut untuk mengetahui ASI basi: 

  1. Tampilan ASI

ASI secara alami akan terpisah setelah dipompa, bagian lemak naik ke atas dan air berada di bagian bawah. Ketika masih dalam kondisi bagus, ASI akan lebih mudah tercampur kembali dengan perlahan memutar botol. Bila ASI Bunda tetap terpisah atau ada pemisah setelah berusaha mencampurnya, kemungkinan ASI basi dan sebaiknya segera dibuang.

  1. Cium bau ASI

Bila ASI telah disimpan di lemari pendingin atau pada suhu ruang, mengendusnya bisa jadi cara untuk menentukan apakah ASI basi. Ingat, variasi bau jadi hal normal pada ASI, tapi bila Ibu mencium bau asam, kemungkinan ASI basi.

Cara ini mungkin tidak tepat bila ASI telah dibekukan. Karena perubahan kimia yang terjadi ketika enzim lipase dibekukan dan mulai memecah lemak di ASI, ASI yang dicairkan bisa menghilangkan bau tengik atau asam, meski masih sangat aman bila ASI mengandung enzim ini dalam tingkat tinggi.

  1. Cicipi ASI

Sama seperti tes mengendus, cicipi ASI. ASI akan terasa berbeda dibanding susu sapi, tapi rasa lain selain asam atau tengik masih bisa diterima. Bila Bunda menyimpan ASI di lemari pendingin dan ASI terasa tengik atau asam, kemungkinan ASI basi dan jangan diberikan ke bayi.

Bila Bunda membekukan ASI dan rasanya asam ketika dicairkan, lihat langkah di atas untuk menentukan apakah ASI memang cenderung asam tapi aman setelah dibekukan karena lipase yang tinggi dan bukan tipe ASI basi. Bila ASI Bunda biasanya tidak memiliki rasa asam, tapi kemudian rasanya menjadi asam, buang ASI karena kemungkinan ASI basi.

Menggunakan prinsip pemerahan dan penyimpanan yang baik sesuai dengan petunjuk, maka ASIP baik dikonsumsi dan jarang didapatkan dalam kondisi jelek ya Bunda, pastikan suhu penyimpanan dan tempat penyimpanan ideal nih Bunda untuk tetap menjaga kualitas ASI perah. 

Baca : Cara penyimpanan dan pemberian ASI perah