Beranda Persalinan Cara Pemberian ASI Efektif Untuk Bayi Prematur

Cara Pemberian ASI Efektif Untuk Bayi Prematur

Bayi prematur terlahir dengan kondisi yang lebih lemah dalam daya tahan tubuh, berat badan, kemampuan terhadap reflek alami (menghisap,menelan) dan pertumbuhan organ tubuh dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan cukup bulan. 

Bayi prematur memiliki penanganan dan asuhan secara khusus agar nutrisi yang dikonsumsinya sesuai dengan kebutuhan dan dapat meningkatkan berat badannya secara maksimal. Karena jika berat badan bayi prematur tidak kunjung naik akan beresiko pada tumbuh kembang organ – organ tubuhnya. 

Termasuk pemberian ASI pada bayi prematur. Karena ASI memiliki komposisi yang berbeda-beda seperti kandungan foremilk dan hindmilk pada ASI dimana komposisi ini harus diseimbangkan dengan muatan lambung bayi prematur yang sangat terbatas. 

Baca : Bagus mana foremilk dan hindmilk?

Tips Pemberian ASI Agar Bayi Prematur Tumbuh Secara Efektif Dan Sehat

Memaksimalkan pemberian ASI pada bayi prematur sangatlah penting. Pasalnya, bayi prematur membutuhkan nutrisi lebih agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat layaknya bayi normal. Namun, menyusui bayi prematur merupakan tantangan bagi para Bunda, apalagi jika bayi prematur harus ditempatkan di dalam inkubator.

Meskipun sulit, usahakan untuk tetap memberikan ASI kepada bayi Bunda. Beberapa cara ini dapat Bunda coba sehingga bayi prematur Bunda tetap memperoleh manfaat ASI.

  1. Memompa ASI lebih awal dan rutin

ASI hendaknya menjadi makanan utama untuk bayi prematur. Perkembangan sistem pencernaan bayi prematur belum sempurna, itu sebabnya ia membutuhkan makanan yang lebih mudah dicerna. ASI akan lebih mudah dicerna daripada susu formula.

Mengingat bayi prematur sangat membutuhkan asupan ASI yang cukup, penting bagi Bunda untuk mengupayakan ASI yang tak hanya berlimpah tapi juga berkualitas. Untuk melancarkan produksi ASI sesaat setelah melahirkan, Bunda bisa memompa ASI  lebih awal. Menurut Very Well Family, idealnya Bunda bisa memompa ASI 6 jam setelah persalinan.

Selanjutnya Bunda perlu memompa ASI Bunda lebih sering setidaknya 8 kali dalam sehari. Disarankan untuk memompa ASI setiap 2 sampai 3 jam sekali di siang hari dan setiap 3 dan 4 jam sekali di malam hari.

Penting bagi Bunda untuk bersikap tenang dan tidak terlalu cemas, karena kondisi psikologis Bunda akan berpengaruh terhadap kuantitas ASI yang Bunda hasilkan.

  1. Menyusui bayi prematur dengan alat bantu

Bayi prematur yang baru saja lahir, di usia kandungan 34 minggu misalnya, belum memiliki kemampuan untuk menghisap ASI dari payudara ibu.

Meskipun tidak bisa menyusui bayi prematur Bunda secara langsung, si kecil tetap bisa mendapatkan asupan ASI secara rutin.

Bayi prematur membutuhkan alat bantu seperti selang yang dipasangkan pada hidung dan mulutnya yang akan mengalirkan ASI ke dalam tubuhnya. Selain itu, Bunda juga tetap bisa menyusui bayi prematur tanpa harus memompa ASI lebih dahulu dengan menggunakan selang laktasi.

Selang ini akan menghubungkan puting susu Bunda yang mengeluarkan ASI langsung kepada bayi Bunda. Alat bantu ini akan membantu bayi prematur untuk terbiasa menyusui secara langsung dari payudara Bunda nantinya.

  1. Menerapkan teknik kangaroo mother care (KMC)

KMC atau perawatan kanguru sangat dianjurkan bagi bayi yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Metode ini dapat meningkatkan harapan hidup bayi prematur dan bayi dengan berat lahir kurang dari 2 kg.

Hal ini disebabkan karena perawatan kanguru dapat mengontrol suhu bayi, mengurangi risiko infeksi, dan yang terpenting pada proses menyusui bayi prematur metode ini dapat membantu bayi menyusui secara langsung dan meningkatkan pemberian ASI.

Teknik menyusui bayi prematur pada KMC disebut kangaroo nutrition. Teknik ini dapat dilakukan dengan memasukkan bayi ke dalam baju Bunda dan diletakkan tepat di bagian dada, sehingga kulit Bunda langsung bersentuhan dengan kulit bayi. Bayi sebaiknya tidak memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

Posisi bayi kemudian diamankan dengan kain pengikat atau kain panjang sehingga bayi tidak jatuh ketika Bunda bergerak. Perawatan metode kangguru sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terus-menerus.

  1. Posisi duduk untuk menyusui bayi prematur di rumah

Posisi menyusui bayi prematur akan sangat berbeda dengan posisi menyusui bayi yang lahir dalam usia normal. Bayi prematur lebih mudah mengantuk saat menyusui, beberapa bahkan belum cukup kuat untuk bisa menyusu dalam jumlah banyak.

Untuk membuat bayi bunda tetap terjaga dan tetap mudah mencapai payudara Bunda, cobalah posisi menyusui dengan mendudukkan bayi pada pangkuan Bunda, bukan menggendongnya.

Topang dengan erat bagian kepala dan bahunya dengan salah satu tangan yang jarang Bunda gunakan. Sementara tangan yang lain, yang kerap digunakan untuk beraktivitas, bisa digunakan untuk menopang dagu atau pipi bayi Bunda.

Jika bayi prematur akan terus mendapatkan asupan ASI secara eksklusif, dokter biasanya akan mengajarkan Bunda untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak multivitamin dan zat besi.