Beranda Persalinan Cara Penyimpanan dan Pemberian ASI Perah

Cara Penyimpanan dan Pemberian ASI Perah

Bagi orang tua milenial yang sudah mengetahui manfaat dan pentingnya ASI untuk pertumbuhan si kecil, pasti akan berusaha memberikan ASI secara utuh sampai usia anak 24 bulan. 

Namun seringkali banyak Bunda milenial ingin tetap bekerja diluar rumah, dalam upaya menyempurnakan persusuan Bunda dapat tetap memberikan ASI melalui metode ASIP ( Air Susu Ibu Perah). 

Berdasarkan hasil penelitian ASI Perah dapat tetap diberikan kepada si kecil dengan kualitas baik asal Bunda melakukan proses pemerasan, penyimpanan dan pemberian dengan benar. Prinsip dalam proses pemerasan adalah bersih dan proses penyimpanan dengan suhu stabil. 

Cara memerah ASI yang baik dan benar 

Bagi Bunda yang akan melakukan pemerasan sebaiknya menyiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan, diantaranya :

  • Pompa ASI 
  • Handuk kecil / kain lap 
  • Botol susu
  • Penampung ASI Perah ( botol / kantung ASI)
  • Alat steril ( atau pengukus sederhana)
  • Lemari pendingin (sebaiknya khusus untuk ASIP saja) 

Setelah Bunda menyiapkan semua alat yang di butuhkan, cuci bersih menggunakan sabun alat seperti botol penampung ASI perah, pompa ASI, setelah kering lakukan steril alat tersebut, Bunda dapat menggunakan alat steril atau dikukus sederhana. Baca : cara mensteril botol susu

Siapkan handuk / lap bersih untuk mengelap ASIP yang tertumpah, dan berikut tata cara memompa ASI :

  • Cuci bersih tangan dan area payudara,
  • Bunda dapat duduk santai dan jika perlu di ruangan khusus agar lebih rileks
  • Kompres payudara dengan handuk hangat agar ASI lebih mudah keluar (jika perlu),
  • Massage ringan payudara sampai area puting agar ASI lebih banyak,
  • Tempelkan alat pompa yang telah siap digunakan dan lakukan pemerasan,
  • Jika sebelumnya Bunda menyusui, pompa ASI dilakukan pertama di payudara yang belum disusui terlebih dahulu, kemudian disusul area payudara sebelahnya, 
  • Jika Bunda menggunakan 2 pompa sekaligus tidak masalah,
  • Durasi memompa juga dapat Bunda sesuaikan menyerupai lamanya bayi menghisap yakni 30 menit,
  • Setelah selesai pindahkan ASIP dari botol penampung susu ke kantung ASI steril.

Cara penyimpanan ASI 

Setelah Bunda selesai memindahkan susu ke kantung steril berikut cara peyimpanan ASIP :

  • Kantung ASI yang telah berisi ASIP berikan tanggal dan waktu perah secara lengkap, 
  • ASI Perah antara payudara kanan dan kiri boleh dicampur dalam wadah penyimpanan yang sama asalkan dalam 1 waktu proses pemerahannya,
  • Segera masukan lemari pendingin dan susun berdasarkan waktu perah ya Bunda (first in, first out), 
  • Tata cara memasukan ke lemari pendingin yang baik adalah simpan ASI ke dalam chiller terlebih dahulu beberapa menit (30-60 menit) lalu masukan ke freezer (perpindahan suhu terlalu ekstrim dapat merusak kandungan ASI), 
  • Jika Bunda menggunakan botol penyimpanan ASI, pastikan jangan mengisi botol terlalu penuh ya Bunda, karena saat membeku volume ASI akan meningkat, dan pastikan tutup botol rapat untuk menghindari terlepasnya tutup saat proses penyimpanan.

Setelah ASIP disimpan didalam lemari pendingin memiliki daya tahan dalam penyimpanan, meski disimpan didalam lemari pendingin  dan beku bukan berarti bisa bertahan selamanya ya Bunda, oleh sebab itu penting memberikan waktu pada masing-masing kantung ASIP untuk menghitung masa kadaluarsa. 

Berikut waktu penyimpanan ASIP di lemari pendingin :

Tempat Penyimanan Lama Bertahan  Keterangan 
ASI segar di suhu ruangan (max suhu 26C) Steril 6-8 jam 

Bersih 4 jam

Jika proses pemerahan alat dan bahan steril dapat bertahan 6-8 jam, jika hanya bersih (alat tidak di steril 4 jam)
ASI Perah yang dicairkan ((suhu 4C/ chiller) 24 jam ASIP beku yang dicairkan di dalam chiller 
ASIP yang telah dicairkan dan dihangatkan  1 jam ASIP beku telah dicairan, lalu dihangatkan 
ASIP disimpan di cooler bag tertutup dengan suhu -15-4 ᵒC 24 jam  Pastikan es batu menyentuh cooler bag sepanjang waktu. Hindari membuka cooler bag berkali-kali.
ASIP di lemari es dengan suhu maksimal 4C  5 hari Biasanya sering digunakan dengan kulkas 1 pintu / chiller
Freezer pada lemari es 1 pintu, suhu -15C 2 minggu
Freezer lemari es 2 pintu, suhu -18C 3-6 bulan 
freezer khusus ASI 6 – 12 bulan  Freezer khusus ASI saja tidak dicampur makanan lain.

 

Jika Bunda ingin menjadikan ASIP sebagai minuman si kecil selama bekerja pastikan Bunda memasang temperatur suhu pada kulkas ya Bunda, dan sebisa mungkin hindari buka tutup kulkas secara sering. 

Cara pemberian ASIP untuk si kecil 

ASI Perah yang disimpan harus segera diberikan pada si kecil. Meski ASI Perah disimpan dengan cara dibekukan, akan tetapi ASI Perah tidak boleh diberikan dalam keadaan beku. ASI Perah diberikan pada si kecil setelah dicairkan dan dihangatkan terlebih dahulu.

Berikut tips pemberian ASI Perah untuk si kecil:

  • Apabila sudah dibekukan, pindahkan ASI Perah dari freezer ke lemari es suhu 0- 4 ᵒC agar ASI Perah mencair perlahan. Jangan langsung hangatkan ASI Beku karena perubahan suhu mendadak akan merusak sebagian kandungan gizinya
  • Cairkan ASI Perah dengan memutar botolnya perlahan agar krim dibagian atas dapat tercampur rata. Hindari pengocokan ASI karena komponen dalam ASI dapat rusak.
  • Sajikan ASI Perah yang lebih lama terlebih dahulu
  • Jangan hangatkan ASI Perah secara langsung dengan api kompor ya Bunda. Bunda bisa menghangatkan ASI Perah dari lemari es dengan cara memasukkan botol ASI Perah dalam wadah berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit.
  • Botol ASI Perah tidak boleh dimasukkan dalam microwave karena tidak bisa memanaskan ASI secara merata dan dapat merusak komponen ASI. Permukaan botol yang panas dapat melukai si kecil. Tidak hanya itu, wadah juga dapat pecah.
  • Sebelum memberi ASI Perah yang telah dihangatkan, cek suhu ASI dengan cara meneteskan pada telapak tangan Bunda.
  • ASI Perah yang dicairkan harus diberikan dalam waktu 1 jam, berikan segera setelah dihangatkan. Setelah itu, apabila ada sisa ASI Perah, ASI tidak boleh dibekukan ulang.

Dalam penyimpanan di freezer Bunda siapkan air putih didalam gelas bekukan terlebih dahulu, lalu letakan koin di atas gelas berisi es batu tersebut. Jika terjadi pemadaman listrik dan lemari tidak berfungsi hindari membuka tutup kulkas yang tidak penting, dan saat di cek jika koin dalam gelas masuk melebihi 50% permukaan bahkan sampai tenggelam maka ASIP tidak layak dibekukan kembali dan harus dibuang.  ASIP dapat dibekukan kembali jika bagiannya mencair tidak lebih dari 40% saja (koin berada di tengah gelas).