Beranda Fakta dan mitos Fakta atau Mitos Pada Ibu Nifas

Fakta atau Mitos Pada Ibu Nifas

Ibu Nifas adalah masa yang terhitung sejak seorang ibu melahirkan, hingga 6 minggu (40 hari) sesudahnya dan mengeluarkan darah nifas. Beberapa Bunda memiliki masa dimana mengeluarkan darah nifas yang berbeda-beda.

Masa nifas merupakan masa pemulihan rahim yang sebelumnya mengalami pembesaran akan kembali ke bentuk semula, dan perbaikan pembuluh darah pada rahim serta jalan lahir setelah terjadinya proses kehamilan dan melahirkan yang mengakibatkan keluarnya darah pada masa nifas / darah nifas.

Darah yang keluar pada masa nifas memiliki periode / lama yang berbeda-beda pada setiap Bunda. Hal itu disebabkan oleh perawatan masa nifas dan pemenuhan kebutuhan gizi pada Bunda yang mengalami masa nifas.

Beragamnya kebudayaan yang dimiliki membuat sahabat Bunda harus mengikuti aturan-aturan yang merupakan tradisi atau bahkan masa ‘pingitan’ yang sering dilakukan pada masa-masa dahulu. Dan manakah yang merupakan mitos atau fakta pada tradisi yang beredar pada masa nifas, diantaranya;

Larangan memakan Daging, Telur, Ikan atau yang Berbau Amis.
Memakan daging, telur, ikan atau bahan yang berbau amis dipercayai akan membuat luka dan jahitan menjadi berair dan sulit kering. Apakah hal tersebut benar-benar terbukti membuat sulit kering ?

Faktanya adalah ikan, telur, daging dan beberapa makanan yang menimbulkan bau amis merupakan makanan yang mengandung protein yang tinggi. Setiap protein alami yang dikonsumsi dari makanan akan membantu pembentukan sel baru pada tubuh. Oleh sebab itu protein yang cukup akan membantu proses penyembuhan dan mengeringkan luka jahitan pada Bunda loh.

Mengapa luka dan jahitan mengalami sulit sembuh dan berair. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan sel baru yang lambat, gizi pada ibu nifas yang kurang baik, dan yang terpenting adalah perawatan luka jahitan akan mempengaruhi proses penyembuhan luka jahitan. Semakin bersih dan benar cara perawatan luka jahitan akan membuat proses pengeringan menjadi lebih cepat pula. Bahkan faktor kesehatan seperti penderita diabetes atau alergi juga mempengaruhi penyembuhan luka loh sahabat Bunda.

Dilarang Keluar Rumah Sampai 40 Hari.
Apakah pada masa nifas tidak boleh keluar rumah sampai 40 hari ? Mitos. Masa nifas akan berlangsung kurang lebih sampai 40 hari, terhitung sejak setelah melahirkan sampai darah nifas menghilang serta rahim kembali pada bentuk asalnya. Nah, selama itu pula Bunda diharapkan bisa menggerakkan atau beraktivitas normal lagi secara bertahap. Pasalnya, kemungkinan ada beberapa aktivitas yang beberapa Bunda tinggalkan saat hamil.

Jadi silahkan beraktivitas kembali, di dalam maupun di luar rumah. Mulai dari hal kecil seperti berjalan-jalan pagi sambil menjemur bayi, berbincang dengan tetangga, dan lain hal yang membuat tubuh bergerak aktif dan terpapar sinar matahari. Setiap proses dalam aktivitas Bunda akan membantu proses perbaikan dalam tubuh yang lebih cepat, hal ini diakibatkan aliran darah dalam tubuh yang bekerja dengan baik.

Memakai Stagen atau Kemben Yang Kuat.
Pemakaian stagen dan kemben dengan kuat dipercayai akan membantu mengecilkan perut setelah melahirkan serta membuat perut tidak kendur saat tua nanti. Faktanya pemakaian stagen atau kemben yang kuat akan menghambat aliran darah pada sekitar tubuh yang diikat terlalu kuat.

Pemakaian stagen atau kemben tidak dilarang dan boleh dipergunakan. Namun kepercayaan pemakaian stagen dan kemben yang kuat tidak dibenarkan. Bunda dapat memakai kemben atau stagen dengan pemakaian yang tidak terlalu kuat, memudahkan Bunda bergerak dan bernafas.

Pastikan Bunda tidak memakai stagen atau kemben terlebih dahulu jika Bunda sedang pemulihan jahitan pasca operasi caesar. Hal itu dikarenakan akan menghambat udara yang masuk dan memperlambat proses penyembuhan luka jahitan. Jika Bunda ingin menggunakannya pastikan luka jahitan sudah sembuh dan pemakaian tidak ketat.

Harus Bunda ketahui masa nifas mengalami proses pengembalian rahim seperti semula dengan sendirinya maka Bunda tidak perlu khawatir akan pembesaran yang terjadi pada tahap kehamilan sebelumnya. Pembesaran pada area perut disebabkan oleh lemak yang berlebih dan pelebaran jaringan kulit dapat Bunda atasi menggunakan olahraga untuk mengembalikan bentuk perut seperti sebelumnya.

Tidak Boleh Berhubungan Intim.
Fakta. Masa nifas merupakan masa dimana Bunda menjalani proses perbaikan organ tubuh dan organ reproduksi. Selama nifas pula Bunda akan mengeluarkan darah nifas sampai 40 hari lamanya, selama itu pula Bunda tidak diperbolehkan melakukan hubungan intim. Selain secara medis yang tidak diperbolehkan, secara agama Bunda juga tidak diperbolehkan sampai darah nifas bersih.

Setelah masa nifas selesai dan Bunda sudah memiliki kekuatan untuk melakukan hubungan intim, Bunda dapat melakukannya kapan saja. Namun yang perlu Bunda ketahui adalah merencanakan jarak kehamilan dan metode kontrasepsi yang digunakan. Karena setelah masa nifas selesai organ reproduksi Bunda akan bekerja dan kembali subur.

ASI Yang Berwarna Kuning Harus Dibuang.
Mitos. ASI yang berwarna kuning dipercayai adalah ASI basi yang berada pada payudara Bunda selama hamil yang tidak bisa keluar. Nyatanya ASI berwarna kuning merupakan kolostrum yang merupakan ASI terbaik yang diproduksi oleh Bunda dan jumlah yang diproduksi sangat sedikit.

Kolostrum merupakan ASI yang keluar pertama kali, bertekstur kental dan berwarna kuning. Kolostrum mengandung asupan terbaik untuk bayi dan mengandung antibodi / kekebalan yang akan melindungi bayi semasa pertumbuhannya. Bunda dapat mengetahui manfaat kolostrum melalui artikel sebelumnya berjudul Manfaat IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

Tidak Boleh Bekerja Berat.
Fakta. Bunda yang sedang mengalami masa pemulihan pada masa nifas tidak diperkenankan melakukan pekerjaan berat seperti mengangkat air dan beban yang berlebih. Karena akan meningkatkan resiko keluarnya darah nifas yang tidak diketahui penyebabnya.

Masa nifas juga membuat Bunda mengeluarkan darah nifas yang membuat tubuh cepat lelah, dan lesu. Oleh sebab itu banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi dapat membantu proses pemulihan dengan cepat. Namun Bunda tetap dapat beraktivitas seperti biasanya tanpa membatasi aktivitas ringan yang Bunda dapat lakukan.