Beranda Anak Kapan Anak Boleh Menggunakan Handphone, Komputer dan Internet?

Kapan Anak Boleh Menggunakan Handphone, Komputer dan Internet?

Perkembangan era digital membuat orang tua berperan penting dalam pengawasan penggunaan media digital. Media digital yang saat ini marak digunakan yaitu komputer handphone dan internet.

Orang tua dan anak memerlukan kesepakatan seputar penggunaan media digital, bukan untuk memproteksi anak namun untuk memberikan keterampilan yang tepat saat anak terpapar oleh informasi dari media, karena orang tua tidak selalu dapat mengawasi.

Penggunaan media digital sesuai Usia dan Tahap Perkembangan Anak

Bunda dan Ayah dapat meminjamkan dan memberikan media digital sesuai usia dan tumbuh kembang anak. Ayah dan Bunda berperan dalam menyaring dan memilih situs dan aplikasi yang digunakan oleh anak, berikut penggunaan media digital berdasarkan usia;

Batita Usia 1-3 Tahun

  • Memiliki batasan waktu tayang pada media digital.
  • Memanfaatkan media digital dalam bentuk audio untuk menambah kosa kata, angka dan lagu.
  • Memanfaatkan program / aplikasi untuk meningkatkan perilaku profesional pada anak. Misalnya sikap empati atau berbagi. 
  • Memanfaatkan informasi tentang berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda untuk belajar mengenal keanekaragaman.
  • Menghindari tayangan program media digital yang mengundang unsur kekerasan dan seksualitas.
  • Menghindari tayangan program media digital yang menggunakan bahasa yang tidak senonoh dan agresif karena anak dapat mengingat dan mengulangnya.
  • Menghindari tayangan iklan di media digital dengan konten yang tidak tepat untuk usia anak.
  • Mendampingi dan berinteraksi dengan orang tua saat menggunakan media.
  • Menghindari penggunaan media dan perangkat sebagai ‘pengganti peran orang tua’.

Usia 4-6 Tahun

  • Memiliki kesepakatan bersama yang dipahami dan dijalankan anak, memonitor pelaksanaannya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran dan memberikan apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
  • Memanfaatkan program/aplikasi yang mendidik terkait dengan kesiapan sekolah. Misalnya pengenalan huruf, angka dan pengetahuan dasar. 
  • Memanfaatkan program/aplikasi yang mengajarkan perilaku berteman serta menghindari perbedaan dan keanekaragaman yang ada.
  • Membahas persamaan dan perbedaan anak dengan tokoh favorit yang dilihat melalui media, dengan tujuan meningkatkan keterampilan membedakan hal baik dan buruk.
  • Membimbing anak mengenal mana yang fakta dan fantasi.

Usia 8-12 Tahun

  • Memiliki kesepakatan bersama yang dipahami dan dijalankan anak, memonitor pelaksanaannya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran dan memberikan apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
  • Memanfaatkan program atau video yang menunjukan berbagai pengalaman positif yang menstimulasi imajinasi. 
  • Mendiskusikan perilaku baik dan tidak dari karakter di media yang mereka kenal.
  • Mendiskusikan hal-hal terkait peran laki-laki dan perempuan.
  • Dalam tahap ini beberapa media digital dapat diberikan kepada anak dengan kesepakatan atas aturan dan senantiasa mengawasi apa yang dikunjungi anak. Hindari penggunaan yang berlebihan.

Remaja Usia 12-18 Tahun

  • Memiliki kesepakatan bersama yang dipahami dan dijalankan anak, memonitor pelaksanaannya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran dan memberikan apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
  • Memperkenalkan keanekaragaman, ras , etnis, dan situasi ekonomi.
  • Mengajak anak berpikir kritis atas tayangan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan seperti , “menurut kamu apa yang paling menarik dari video ini?’
  • Memanfaatkan tayangan pada media dan perangkat digital untuk membicarakan berbagai karakter.
  • Memanfaatkan media blogs untuk melatih anak berpikir kritis dan membimbing mereka untuk menjadi penulis, bukan hanya pembaca. 
  • Mengajak anak untuk mengeksplorasi lebih jauh minat dan bakatnya.
  • Menghindari tayangan iklan rokok, minuman keras dan narkoba.
  • Menanamkan etika berkomunikasi positif di media sosial.
  • Memperhatikan pengaturan privasi dalam media digital, khususnya media sosial.
  • Membatasi aktivitas anak di sosial media.
  • Dalam tahap ini anak dapat menerima pemberian media digital dengan peraturan yang telah disepakati bersama.

Ayah dan Bunda sebaiknya paham, bahwa perangkat dan media digital adalah teknologi yang bagaikan pisau bermata dua. Apabila salah digunakan, dapat mencelakai penggunanya. Semakin canggih perangkat dan media digital yang digunakan, semakin ‘tajam pula pisau nya’. Oleh sebab itu, membutuhkan ekstra tanggung-jawab dari penggunanya, ataupun orang tua. Menjadi awal kesalahan apabila Ayah dan Bunda menyerahkan keputusan menggunakan perangkat dan media digital sepenuhnya pada anak.

BACA JUGA : Menjadi Orang Tua Digital