Beranda Anak Kapan Anak Membutuhkan Susu Formula?

Kapan Anak Membutuhkan Susu Formula?

Bermasalah dengan angka di timbangan yang tidak kunjung bertambah? Kondisi tersebut sering membuat orangtua khawatir karena takut anak mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. 

Pertumbuhan anak paling terasa terjadi ketika ia masih bayi. Kondisi ini dilihat dari penambahan berat badan dan tinggi badan yang lebih cepat dibanding waktu lain dalam masa kehidupan si kecil. Namun, tidak sedikit anak-anak yang tidak mendapatkan berat badan ideal, sehingga beberapa dokter memberikan saran untuk memberikan tambahan susu formula.

Lalu Kapan Sebaiknya Anak Diberikan Susu Formula?

Bunda dapat memberikan susu formula pada si kecil dengan kondisi sebagai berikut :

Kebiasaan makan anak yang buruk

Memasuki usia 2-5 tahun atau masa balita, anak mulai bisa memilih makanan kesukaannya. Di satu sisi, hal ini bagus karena menandakan tumbuh kembangnya. Namun disisi lain juga bisa menimbulkan masalah karena makanan yang dipilihnya belum tentu sehat.

Masalah kebiasaan yang akan timbul di usia balita yaitu pemilih makanan atau picky eater, bosan, sampai anak tidak fokus saat sedang makan. Situasi di atas kerap menjadi alasan anak balita perlu diberikan susu penambah berat badan. 

Dilansir dari laman Mayo Clinic,  picky eater bisa mengganggu perkembangan dan pertumbuhan berat badan anak bila ia memilih makanan yang tidak sehat.

Jadi, hal yang perlu menjadi catatan orangtua adalah memberi dua pilihan makanan yang sama-sama sehat tapi masih bisa dimakan oleh si kecil. 

Faktor kesehatan

Kondisi lain yang membuat anak balita membutuhkan susu penambah berat badan adalah faktor kesehatan, seperti:

  • Kesulitan menelan

Melansir dari Nation Wide Childrens, gangguan menelan atau swallowing disorder ditandai dengan ketidakmampuan untuk memindahkan makanan atau cairan dari dalam mulut lewat faring dan kerongkongan.

Gangguan kesulitan dalam menelan bisa membuat makanan nyasar dan anak berisiko mengalami masalah pernapasan dan paru-paru. Bila dibiarkan dalam waktu lama, anak balita akan mengalami masalah berat badan dan membutuhkan susu penambah berat.

  • Penyakit celiac

Mengutip dari Mayo Clinic, kondisi ini merupakan sebuah reaksi sistem imun, di mana tubuh salah mengenali senyawa di dalam gluten sebagai ancaman.

Padahal, gluten merupakan jenis protein yang banyak ditemukan pada makanan biji-bijian, seperti gandum. Meski berhubungan dengan gluten, celiac tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan dengan pemakaian makanan bebas gluten.

Ketika anak memiliki penyakit celiac, penambahan berat badan dan pertumbuhannya akan terganggu karena asupan gizinya sulit diserap oleh tubuh. 

Merasa stres di rumah

Stres tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Stres pada anak bisa disebabkan oleh trauma saat makan atau hubungan dengan anggota keluarga di rumah.

Kondisi ini lebih menyerang aspek psikologis anak yang berpengaruh pada berat badan si kecil. Segera konsultasikan dengan dokter bila ini mengganggu nafsu makan dan pertumbuhan si kecil. Di masa-masa seperti inilah anak balita biasanya membutuhkan susu penambah berat badan sebagai nutrisi tambahan.

Faktor lingkungan

Ada beberapa tipe orangtua yang memiliki ketakutan anaknya akan mengalami obesitas. Jika terlalu dibatasi, hal ini akan berdampak pada asupan nutrisi yang kurang untuk si kecil. Akhirnya, pilihan dan porsi makanan yang terbatas ini membuat pertumbuhan anak balita terganggu sehingga membutuhkan susu penambah berat badan. 

Tidak hanya itu, faktor lingkungan di sini juga bisa disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi. Kemiskinan misalnya bisa membuat orangtua mungkin jadi tidak mampu menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk anak.

Melihat kondisi di atas, sangat penting untuk mengenali dan merawat anak dengan berat badan rendah karena bisa berujung pada kekurangan gizi atau masalah medis lain.

Kondisi kekurangan gizi bisa membuat anak mengalami komplikasi, seperti sistem kekebalan tubuh melemah, tinggi badan yang lebih pendek, hingga kesulitan dalam belajar. Bila berat badan anak Bunda tidak bisa meningkat dengan pola makan, dokter akan memberikan susu penambah berat badan untuk menaikkan berat lebih cepat.

Kandungan penting di dalam susu penambah berat badan balita

Ketika dokter menyarankan anak untuk diberikan susu penambah berat badan, Bunda tidak bisa memilih produk susu formula dengan sembarangan.

Ada beberapa kandungan penting yang harus ada di dalam susu penambah berat badan balita, yaitu:

Kalori

Ketika Bunda mencari susu untuk menaikkan berat badan si kecil, lihat jumlah kalori yang terkandung dalam satu gelas susu. Bunda bisa melihatnya di angka kecukupan gizi yang tertera di produk susu.

Mengapa ini penting? Kalori memiliki peran untuk menghasilkan energi untuk anak. Berikut kebutuhan kalori anak sesuai dengan usianya:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1125 kilokalori (kkal)
  • Balita usia 4-6 tahun: 1600 kilokalori (kkal)

Anak yang perlu menaikkan berat badannya sangat membutuhkan kalori tambahan. Untuk menemukan jenis susu dengan takaran kalori yang tepat, mintalah rekomendasi dari dokter.

Lemak

Susu penambah berat badan wajib tinggi kalori agar berat badan si kecil meningkat dengan cepat. Dilansir dari laman Heart, anak balita usia 2-3 tahun membutuhkan asupan lemak total antara 30-35 persen dari jumlah kalori. Sementara untuk anak usia 4-18 tahun membutuhkan 25-35 persen dari total kalori. 

Berikut kebutuhan lemak anak berdasarkan angka kecukupan gizi :

  • Balita usia 1-3 tahun: 44 gram
  • Balita usia 4-6 tahun: 62 gram

Lemak ini bisa didapatkan dari berbagai sumber asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti ikan, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Untuk menaikkan berat badan secara cepat dan lebih terukur, bisa memakai susu penambah berat badan yang sudah disarankan oleh dokter.

Protein

Protein berperan dalam pembentukan sel di dalam tubuh, hormon, sistem kekebalan tubuh, sampai pertumbuhan struktur pendukung tubuh seperti otot.

Susu penambah berat badan anak balita harus mengandung protein untuk meningkatkan pertumbuhan otot yang kemudian berpengaruh pada berat badan si kecil. 

Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG), balita membutuhkan asupan protein sebanyak:

  • Balita 1-3 tahun: 26 gram
  • Balita 4-6 tahun: 35 gram

Ketika Bunda memutuskan untuk membeli susu penambah berat badan si kecil, jangan lupa untuk melihat tabel angka kecukupan gizi di setiap kemasan produk. Disana tertera berapa jumlah yang sesuai dengan usia si kecil sehingga ibu tidak bingung.

Kalsium

Kandungan penting di dalam susu penambah berat badan anak balita yang berikutnya adalah kalsium dan vitamin D.

Menguti dari laman Kids Health, kalsium merupakan zat penting untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang di masa pertumbuhan balita 2-5 tahun. 

Ada perbedaan dengan kebutuhan kalsium bayi dan balita berdasarkan angka kecukupan gizi, yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 650 miligram (mg)
  • Balita usia 4-6 tahun: 1000 miligram (mg)

Bayi dan balita membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk menghindari penyakit rakhitis. Rakhitis adalah sebuah kondisi pelemahan kinerja tulang dan pertumbuhannya terhambat.

Selain dari susu, kalsium juga bisa ditemukan di beberapa jenis makanan, seperti keju yoghurt, kacang merah, almond, dan sayuran hijau.