Beranda Persalinan Kena Acute Respiratory Distress Syndrome, Dilarang Menyusui?

Kena Acute Respiratory Distress Syndrome, Dilarang Menyusui?

Setelah melewati masa kehamilan, dan akhirnya bunda melahirkan Si kecil ke dunia. Proses menyusui menjadi salah satu langkah selanjutnya, yang harus bunda jalani. Tetapi ada kondisi yang membuat bunda tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada Si kecil. Yaitu saat bunda mengidap acute respiratory distress syndrome. Mengapa bunda dengan sindrom ini tidak bisa menyusui? Cari tahu jawabannya di bawah ini yuk bunda. 

Apa Itu Acute Respiratory Distress Syndrome?

Acute respiratory distress syndrome (ARDS) adalah kondisi yang terjadi ketika cairan menumpuk di kantong udara elastis kecil (alveoli) di paru-paru. Menumpuknya cairan di paru-paru dapat menurunkan jumlah oksigen atau meningkatkan jumlah karbondioksida di dalam aliran darah. Akibatnya, organ-organ didalam tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kegagalan organ. 

Acute respiratory distress syndrome atau ARDS adalah kondisi medis yang cukup berbahaya. ARDS dapat terjadi pada orang yang mengidap penyakit kritis atau yang pernah mengalami cedera yang cukup signifikan. Kondisi ini memiliki gejala utama yaitu nafas pendek yang parah dan berkembang beberapa jam, hingga beberapa hari setelah cedera atau infeksi terjadi.

Banyak orang yang mengidap sindrom ini tidak bisa bertahan hidup, sehingga resiko kematian akan meningkat seiring bertambahnya usia dan perkembangan penyakit. Akan tetapi dalam beberapa kasus orang dengan kondisi ARDS sepenuhnya sembuh, sedangkan yang lainya mengalami kerusakan paru-paru.

Alasan Ibu dengan ARDS Tidak Bisa Menyusui

Bagi bunda dengan kondisi acute respiratory distress syndrome, tidak memiliki kemungkinan untuk menyusui sang buah hati. Pasalnya paru-paru dalam tubuh bunda tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup untuk dialirkan ke seluruh organ. Selain itu bunda juga akan mengalami beberapa gejala yang pastinya membuat bunda tidak nyaman, diantaranya:

  • Napas pendek yang parah.
  • Bersusah payah untuk bernapas dan pernapasan yang cepat luar biasa.
  • Tekanan darah rendah.
  • Kebingungan dan kelelahan yang luar biasa.

Ingat bunda, tiap orang memiliki ARDS yang bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit, serta ada tidaknya penyakit jantung atau paru yang mendasarinya.  

Penyebab Acute Respiratory Distress Syndrome

ARDS secara mekanis adalah bocornya cairan dari pembuluh darah terkecil di paru-paru ke kantung udara terkecil, tempat darah deoksigenasi. Biasanya cairan ini akan ditahan oleh selaput pelindung dalam pembuluh darah. Namun, akibat cedera atau penyakit yang parah, bisa menyebabkan kerusakan pada membrane yang menyebabkan kebocoran cairan. 

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kebocoran cairan pada kasus ARDS, diantaranya:

  • Sepsis. Ini adalah penyebab paling umum dari ARDS. Sepsis merupakan infeksi serius dan mudah menyebar dari aliran darah.
  • Paparan Zat Berbahaya. Menghirup asap atau zat kimia dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan ARDS, seperti menghirup muntahan atau hampir tenggelam.
  • Pneumonia berat. Kasus pneumonia parah yang biasanya dapat menyerang kelima lobus paru-paru.
  • Cedera pada kepala, dada, atau cedera besar lainnya.
  • Kecelakaan, seperti jatuh atau tabrakan mobil dapat secara langsung merusak paru-paru atau bagian otak yang mengontrol pernapasan.
  • Dan penyebab Lainnya. Seperti, pankreatitis (radang pankreas), transfusi darah masif, dan luka bakar.

Pengobatan untuk ARDS

Pengobatan yang pertama dilakukan adalah meningkatkan kadar oksigen dalam darah bunda. Karena tanpa oksigen, organ dalam tubuh bunda tidak dapat berfungsi dengan baik. Dan untuk memberikan lebih banyak oksigen untuk aliran darah, dokter akan memberikan oksigen tambahan melalui masker ataupun bantuan ventilator mekanis. 

Mengelola jumlah cairan intravena juga menjadi salah satu cara. Karena terlalu banyak cairan dapat memperparah penumpukan cairan dalam paru-paru. Akan tetapi, jika terlalu sedikit cairan dapat menyebabkan jantung dan organ tubuh lainya menjadi syok. 

Bunda juga akan mendapatkan obat obatan dari dokter untuk mencegah dan mengobati infeksi, serta meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan, bahkan obat-obatan ini juga mencegah pembekuan darah di kaki dan paru-paru. 

Bunda hilangkanlah rasa bersalah karena bunda tidak bisa menyusui Si kecil. Hal ini terjadi karena bunda memiliki kondisi khusu yaitu acute respiratory distress syndrome. Bunda masih bisa memberikan susu formula sebagai pengganti ASI.