Beranda Anak Langkah Pemberian dan Management ASI Setelah Melahirkan 

Langkah Pemberian dan Management ASI Setelah Melahirkan 

Sebagai Ibu baru banyak yang belum diketahui mengenai apa yang harus dilakukan agar proses menyusui berjalan dengan indah tanpa lika liku yang menyulitkan. Pentingnya pengetahuan mengenai laktasi untuk Ibu baru agar proses menyusui lancar, dan bahagia.

Setelah melahirkan banyak hal yang akan Bunda rasakan, mulai dari rasa sakit pada jahitan, sulitnya menahan BAK, takut untuk BAB, dan kesulitan untuk bergerak bebas karena takut jahitan robek atau masih nyeri. 

Setelah melahirkan bayi akan membutuhkan Bunda selama 24 jam dan tidak mengenal siang dan malam, bayi akan membangunkan Bunda setiap 1 -2 jam sekali di malam hari, dan terkadang sulit dibangunkan saat siang hari.  Stamina dan rasa percaya diri Bunda benar-benar harus di bangun, karena tahap 1 bulan pertama si kecil sangat melelahkan. 

Pemberian ASI Untuk Bayi

Berikut hal-hal yang akan Bunda lalui setelah melahirkan dan tata cara memberikan ASI:

  • Awal melahirkan ASI tidak keluar.

Setelah proses melahirkan selesai dan Bunda telah dipindah ke kamar perawatan/ setelah 2 jam melahirkan Bunda akan memulai proses menyusui, mengapa demikian karena beberapa bayi akan menangis dan mencari kenyamanan. Kenyamanan bayi akan dirasakan pada hisapan di puting Bunda, kerana saat proses tersebut Bunda dan bayi bersentuhan dan bayi dipeluk membuat bayi sangat nyaman. 

Namun terkadang ASI belum keluar, dan Bunda sulit untuk bergerak menyusui bayi karena sakit luka jahitan, bisa diperut jika melahirkan operasi atau jahitan di vagina. Nah saat ini Bunda harus berjuang mencari posisi senyaman mungkin untuk dapat memberikan ASI pada si kecil. Jika ASI belum keluar, tetap susui bayi biarkan puting dihisap si kecil. Karena hisapan pertama bayi sangat kuat dan dapat memacu produksi ASI. 

Bagaimana dengan Puting datar/ mendelep ? tetap susui bayi dengan menghimpit puting dengan dua jari (telunjuk dan tengah) sehingga puting dan areola memipih dan masuk ke mulut bayi. Hindari penggunaan niple karena penggunaan niple akan membuat bayi bingung puting. Karena hisapan pertama pada bayi akan membuat bayi merekam makanan/ sumber makanan dan minuman yang dimilikinya (puting Ibu). 

Lakukan secara teratur setiap 1-2 jam sekali. Bulatkan tekat dan rasa percaya diri Bunda untuk melalui proses ini. Ajak suami dan keluarga untuk membantu proses awal ini. 

Bagaimana jika ASI belum keluar dan bayi terus menangis meski sudah ditetei?

Pada tahap ini berikan bayi cairan susu karena jika dibiarkan tanpa cairan bayi akan menguning nih Bunda. Susu apa yang dapat Bunda berikan? Bisa menggunakan ASI perah Ibu yang sedang menyusui atau susu formula. Ya, susu formula diperbolehkan kok Bunda, jika ASI belum keluar di awal kehidupan si kecil. Masa dibiarkan saja tidak minum. Namun, berikan susu formula dengan menyuapinya dengan sendok. menyuapi dengan sendok pun lakukan berlahan dan biarkan air susu dihisap oleh si kecil. Hindari pemberian dot susu pada tahap awal kehidupannya. Karena jika sudah kenal dot maka hisapan bayi tidak sekuat awal dan mungkin akan menolak untuk menyusui melalui puting. 

  • Management ASI tahap awal

Langkah selanjutnya adalah melakukan penanganan lanjutan dalam proses laktasi awal diantaranya :

  1. Lakukan perawatan payudara segera setelah melahirkan, Bunda dapat melihat cara perawatan payudara melalui link berikut : perawatan payudara untuk kelancaran proses laktasi. 
  2. Lakukan pijat oksitosin untuk membantu merangsang hormon oksitosin memproduksi ASI. Bunda dapat melihat cara pijat oksitosin melalui link berikut : cara pijat oksitosin. 
  3. Pompa payudara menggunakan pompa ASI yang nyaman, agar membantu merangsang produksi ASI, pompa setiap 2-3 jam sekali, jika waktu pompa dan menyusui berdekatan lakukan pompa setelah menyusui si kecil. 
  4. Makan secara teratur dengan menu makanan yang Bunda sukai, tidak ada pantangan makanan pada Ibu menyusui yang terpenting perut Bunda kenyang dan tidak kosong, karena hormon oksitosin akan mengakibatkan perut mual jika kosong. Jika Bunda makan dan kenyang Bunda akan merasa nyaman dan bahagia yang membuat produksi ASI semakin banyak. 
  5. Konsumsi susu atau madu pelancar ASI sebagai booster ASI yang membantu kelancaran produksi ASI.
  6. Lakukan tahap diatas secara teratur dan terus menerus ya Bunda jika hanya sekali saja tidak ada hasilnya. Nah memasuki hari ke 3 Bunda akan merasakan lonjakan produksi ASI (terkadang ada yang mengalaminya di hari pertama). Pada tahap ini saat Bunda merasa payudara terasa keras dan penuh segera pompa dan keluarkan ASI. jangan dibiarkan karena kan membuat Bunda demam. 
  7. Jika payudara terasa keras dan penuh sebaiknya pompa terlebih dahulu sebelum disusui ke bayi ya Bunda, karena jika payudara penuh dan langsung disusui ke bayi, bayi akan tersedak saat LDR keluar. Jika setiap menyusui tersedak maka bayi akan trauma dan malas menyusui setelah tersedak.
  8. Jika Bunda ingin mempertahankan produksi ASI untuk tetap banyak seperti awal produksi ASI maka lakukan pompa ASI teratur (tetap menyusui langsung) setiap 2-3 jam sekali. Bunda dapat mengatur jadwal pompa setelah menyusui bayi / sebaliknya. ( terbukti ya Bunda, karena produksi awal ASI banyak karena tubuh belum mengetahui seberapa banyak yang dibutuhkan, jika tahap awal Bunda maksimal mengeluarkan ASI dan teratur terus selama 6 Bulan selama ASI Eksklusif maka ASI akan terus memproduksi banyak nih Bunda) 

Jangan pernah khawatir jika payudara lembek ya Bunda, sesungguhnya payudara lembek berarti produksi ASI jalan terus, sedangkan keras dan terasa penuh berarti produksi ASI sedang berhenti karena kapasitas penyimpanan full dan tubuh merespon bahwa produksi sudah cukup. Sebaiknya lakukan pengeluaran ASI dengan menyusui langsung atau dipompa sebelum payudara terasa keras ya Bunda. Dan jangan khawatir jika ASI tidak cukup saat menyusui setelah dipompa karena ASI pasti cukup nih Bunda. Prinsip ASI adalah ASI yang dikeluarkan = ASI yang diproduksi.