Beranda Persalinan Makanan Alami Penambah Produksi ASI

Makanan Alami Penambah Produksi ASI

Mendapatkan jumlah ASI yang cukup untuk si kecil memang sangat diinginkan oleh Bunda yang sedang menjalankan masa laktasi, terutama pada Bunda yang baru melalui 6 Bulan pertama kehidupan si kecil.

Karena pada 6 Bulan pertama si kecil hanya diberikan ASI saja sebagai makanan dan minumannya. Manfaat ASI yang sangat besar dan berpengaruh pada kehidupannya kelak harus Bunda perjuangkan sampai berhasil melalui ASI eksklusif dan menyempurnakan persusuan sampai 2 tahun.

Makanan Alami Penambah Produksi ASI

Selain menyusui/mengosongkan payudara secara rutin setiap 2-3 jam sekali, memperbanyak produksi ASI dapat Bunda lakukan dengan mengonsumsi makanan berikut, diantaranya :

Oatmeal

Oatmeal adalah makanan yang mudah Bunda sajikan selama masa menyusui, meski mudah oatmeal mengandung banyak serat yang baik untuk pencernaan, dan tinggi energi untuk Bunda yang sedang menyusui. 

Pepaya muda

Pepaya muda adalah bagian dari masakan Asia Selatan. Manfaat pepaya sebagai makanan pelancar ASI adalah sebagai obat penenang alami, yang dapat membantu Bunda untuk rileks dan memberi makanan pada bayi lebih baik. Tubuh yang tenang cenderung memaksimalkan produksi ASI.

Daun bayam dan buah bit

Kandungan daun bayam dan buah bit kaya akan zat besi, kalsium dan asam folat sebagai pelancar ASI. 

Berikut manfaat yang bisa ibu dapatkan dari mengonsumsi keduanya:

  • Penting untuk mengembalikan Bunda yang menderita anemia.
  • Membantu membuat bayi Bunda kuat.
  • Daun bayam dan bit mengandung agen detoksifikasi.
  • Bayam mengandung bahan kimia tanaman tertentu yang dapat membantu mencegah kanker payudara.

Ingatlah untuk makan bayam dalam jumlah sedang karena terlalu banyak dapat menyebabkan diare pada bayi.

Biji wijen hitam

Biji wijen hitam adalah sumber kalsium yang kaya dan diyakini meningkatkan suplai air susu Bunda. Berikut cara mengolah dan mengonsumsi biji wijen bagi ibu menyusui:

  • Blender biji wijen dengan susu, gula dan almond.
  • Gunakan biji wijen hitam dalam jumlah terbatas.

Wortel

Minum segelas jus wortel saat sarapan atau makan siang akan memberikan manfaat tak terhingga dalam laktasi. Manfaat wortel bagi Ibu menyusui berupa vitamin A yang melengkapi kebutuhan bagi Ibu menyusui, sehingga kualitas ASI pun lebih baik. Dan wortel memiliki zat yang meningkatkan produksi ASI alami. 

Air dan jus

Minum air dan jus dapat meningkatkan laktasi dan meningkatkan produksi ASI secara alami. Karena ASI berbahan dasar air maka Bunda harus mencukupi kebutuhan air, selain air mineral Bunda juga dapat melengkapinya dengan jus buah dan sayur.

Asparagus

Asparagus dianggap sebagai makanan yang harus dikonsumsi ibu menyusui. Alasannya, ada banyak khasiat dan manfaat asparagus yang akan dirasakan oleh ibu menyusui, seperti:

  • Makanan berserat tinggi.
  • Tinggi Vitamin A dan K.
  • Membantu merangsang hormon pada ibu menyusui yang penting untuk laktasi.

Cara mengolah asparagus sangat mudah, yaitu dengan merebus asparagus dengan susu. Saring dan minum untuk meningkatkan produksi susu yang lebih baik.

Ubi Jalar

Ubi jalar adalah sumber utama potasium. Ubi memiliki energi untuk menghasilkan karbohidrat yang diperlukan untuk melawan kelelahan. Ubi jalar mengandung vitamin C, vitamin B-kompleks, dan mineral relaksan otot (magnesium).

Kacang-kacangan

Bunda dapat membuat sari kacang kedelai atau kacang almond. Kacang-kacangan telah terbukti membantu meningkatkan hormon prolaktin yang bertugas sebagai hormon produksi ASI. kacangan-kacangan juga tinggi protein yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi ASI.

Susu Sapi

Susu sapi mengandung kalsium dan EFA yang dapat meningkatkan laktasi. Apabila Bunda rutin mengonsumsi susu sapi selama menyusui, Bunda akan membantu bayi terhindar dari alergi terhadap susu sapi.

Beberapa makanan alami lain seperti daun katuk, daging, dan ayam. Pastikan penuhi kebutuhan protein Bunda ya. Bunda dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung protein. Karena protein saat baik untuk meningkatkan produksi ASI. Selamat mencoba Bunda.