Beranda Anak Makanan Pengganti Daging Pada Menu Makanan Si Kecil

Makanan Pengganti Daging Pada Menu Makanan Si Kecil

Memberikannya makanan yang berprotein tinggi pada anak memang sangat baik untuk kesehatan si kecil. Namun terkadang anak justru tidak menyukai rasa daging dan ayam. Beberapa anak tidak dapat menelan olahan daging atau ayam karena teksturnya yang sulit dihaluskan. 

Namun tahukah Bunda, sumber protein dapat Bunda dapatkan melalui jenis makanan lain. Berikut jenis-jenis makanan pengganti daging yang mengandung protein, diantaranya:

  • Susu, 
  • Produk susu olahan susu, 
  • Telur, 
  • Kacang atau mentega almond,
  • Roti kacang panggang,  
  • Sereal sarapan diperkaya zat besi, 
  • Sayuran berdaun hijau, 
  • Kacang-kacangan

Kandungan Pada Daging

Tahukah Bunda, daging merupakan sumber protein yang tinggi dan merupakan makanan yang perlu Bunda sajikan sebagai penyempurna sajian makanan yang bergizi untuk si kecil. Berikut kandungan yang terdapat pada daging :

  1. Zat besi

Besi adalah nutrisi yang dibutuhkan anak Bunda untuk mendapatkan energi, serta untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Zat ini membawa oksigen melalui darah menuju organ internalnya. Kurangnya zat besi, seperti pada anemia, dapat mengakibatkan kelelahan dan mengurangi sistem kekebalan tubuh. Si kecil perlu 8-10 miligram zat besi setiap hari.

Daging dan seafood merupakan sumber utama zat besi. Menyajikan daging atau seafood untuk anak adalah cara sederhana untuk memastikan ia mendapatkan cukup zat besi. Daging sapi mengandung sekitar 2 miligram zat besi per porsi, ayam memiliki sekitar 1 miligram, dan sebagian besar jenis makanan laut mengandung antara 0,5 dan 1 miligram.

  1. Protein

Protein memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Protein juga merupakan sumber energi. Daging merupakan sumber protein sehat yang menyokong tulang, otot, darah, kulit, dan hormon anak. 10%-35% dari asupan kalori harian anak harus berasal dari protein. Penyajian 3 ons daging dari sebagian besar jenisnya mengandung sekitar 20 gram protein, membuatnya menjadi cara mudah untuk membantu anak mencapai tujuan asupan proteinnya.

  1. Vitamin B12

Vitamin B12 sangat penting untuk pengembangan saraf dan pertumbuhan sel anak. Nutrisi ini hanya tersedia dalam makanan hewani, sehingga daging menjadi jalan yang ideal untuk memastikan bahwa anak mendapatkan kadar harian yang direkomendasikan; 1,2-1,8 mikrogram; yang ia perlukan untuk kesehatan yang baik. Salmon, trout, dan tuna mengandung antara 2,5-5 mikrogram vitamin B12 per porsi. Daging sapi mengandung sekitar 1,5 mikrogram dan ayam dengan hampir 1 mikrogram.

Pentingnya daging untuk si kecil

Tahukah Bunda, meski daging dapat digantikan dengan protein nabati, namun kenyataannya daging merupakan sumber terkaya protein, zat besi dan vitamin B12 (nutrisi yang membuat para vegetarian berisiko kekurangan). Protein hewani dianggap memiliki protein lengkap, yang berarti memberikan semua 9 asam amino esensial, sementara beberapa protein nabati mungkin kurang satu atau lebih asam amino esensial.

TETAPI, memungkinkan untuk mendapatkan semua asam amino esensial dengan menggabungkan berbagai protein nabati bersama. Ingat, mereka tidak perlu dikombinasikan dengan setiap makan. Baik pada saat satu sesi makan sehari atau bahkan sekali seminggu pun tidak apa-apa.

Nah kali ini selain memberikan variasi makanan dengan jenis makanan pengganti diatas, Bunda tetap terus berusaha memberikan si kecil daging nih Bunda, mungkin siasat berikut dapat Bunda lakukan, seperti : 

  • Tetap tawarkan sejumlah kecil ayam cincang, steak, daging sapi, domba, atau ikan ketika makan.
  • Menggunakan cincangan dengan kreatif kadang dapat lebih baik – Bunda bisa mencobanya dengan membuat pizza, atau pasta.
  • Beberapa anak menyukai nilai hiburan dari mengunyah tulang, jadi manfaatkan hal ini. Coba beri mereka chicken wings yang menyenangkan untuk digerogoti.

Baca : Berapakah Kebutuhan Protein Anak Usia 2-3 tahun?