Beranda Persalinan Masalah-Masalah Menyusui Setelah Proses Persalinan Caesar 

Masalah-Masalah Menyusui Setelah Proses Persalinan Caesar 

Bagi Bunda yang menjalani operasi caesar, kemungkinan besar akan menemukan masalah-masalah menyusui setelah melahirkan. Meskipun faktor keberhasilan menyusui sebenarnya sangat dipengaruhi oleh kepercayaan diri Bunda dan kesiapan mental, tapi tetap saja banyak Bunda yang menganggap efek dari operasi caesar mempengaruhi kualitas dan produksi ASI. 

Bagi Bunda yang memang sudah berencana melakukan operasi caesar karena alasan tertentu, yuk ketahui apa saja sih masalah menyusui yang sering terjadi. Berikut pula cara pencegahannya agar masalah yang mungkin terjadi dapat diatasi, diantaranya :

  1. Rasa sakit saat menyusui

Bunda yang habis melakukan operasi caesar tentu akan merasakan nyeri pada bagian jahitan yang akan membuat sulit bergerak.

Pada awal setelah operasi, Bunda mungkin akan kesulitan untuk duduk. Untuk mengatasinya Bunda dapat menyusui sambil berbaring miring. Mintalah pada suster atau konselor laktasi untuk mengajari cara yang nyaman saat menyusui dalam posisi tidur miring. 

Setelah 24 jam, Bunda akan beradaptasi dengan rasa sakit dan sudah dapat duduk. Untuk mengurangi tekanan pada perut sehingga mengurangi nyeri, Bunda bisa memangku bayi dengan dilapisi bantal.

  1. Keterlambatan menyusui

Kebanyakan perempuan yang melalui proses operasi caesar mengeluhkan jika ASI mereka tidak langsung keluar atau hanya keluar sedikit saja di awal-awal pasca melahirkan. Banyak yang beranggapan jika melahirkan caesar, ASI akan terpending selama kurang lebih 3 hari, tidak seperti perempuan yang melahirkan normal.

Kenyataannya Bunda, tidak ada hubungan antara cara melahirkan (baik normal ataupun caesar) dengan produksi ASI. Keberhasilan dan kelancaran ASI dipengaruhi oleh kepercayaan diri seorang Bunda menyusui. Jika sedari awal Bunda sudah memiliki pemikiran seperti ini tentu ASI akan terhambat. 

Selain itu ASI juga dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang muncul jika Bunda merasa bahagia dan tidak stres. Semakin stres, semakin sulit juga tubuh memproduksi ASI. Jadi hati yang gembira dan kemauan yang kuat adalah faktor utama dalam kesuksesan memproduksi ASI, loh Bunda.

  1. Kesulitan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Permasalahan satu ini sebenarnya hanya terjadi pada Bunda yang memerlukan bius total saat operasi caesar. Jika nanti Bunda menjalani operasi dengan bius lokal, Bunda tetap bisa menjalani IMD dengan seizin dari dokter kandungan. 

Bunda dapat mengatakan pada dokter jika Bunda ingin melakukan IMD sesaat setelah bayi keluar. Jika kondisi Bunda dan bayi sehat tanpa masalah, tentu dokter akan mengijinkan. 

IMD sendiri sangat penting, karena mempengaruhi 80% produksi ASI. Jadi pastikan, rumah sakit serta dokter kandungan Bunda juga mendukung IMD supaya Si Kecil bisa melalui proses ini ya. 

  1. Bayi cenderung mudah mengantuk saat disusui

Ada pula bayi yang terkena efek anestesi sehingga setelah keluar, bayi dari persalinan caesar akan lebih lama tidurnya ketimbang bayi yang lahir dari persalinan normal. 

Hal ini tentu akan mempengaruhi berat badan bayi, karena normalnya bayi yang baru lahir harus disusui setiap 1-2 jam sekali. 

Jangan tunggu sampai Si Kecil kelaparan dan menangis minta susu ya Bunda, tapi cobalah untuk lebih sering menyusui dengan cara membangunkan bayi setiap 1-2 jam sekali. Sebab, jika Bunda lebih sering menyusui, maka payudara akan lebih terangsang untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi.

  1. Bayi lahir caesar tidak bisa mendapat ASI eksklusif

Hal ini juga merupakan suatu kesalahan yang dipikirkan oleh kebanyakan orang yang melalui proses lahir caesar. 

Seperti yang dikatakan sebelumnya, keberhasilan menyusui didukung karena kepercayaan diri serta mental ibu menyusui. Jika Bunda selalu merasa bahagia dan terus dirangsang oleh Si Kecil, ASI akan terus berproduksi.

Terlepas dari apakah anak Bunda lahir secara normal ataupun caesar.  Jadi, sudah tahu fakta menyusui pasca operasi caesar kan Bunda? Tidak ada yang berbeda dalam hal menyusui antara Bunda yang melahirkan normal maupun caesar. Bunda tidak perlu khawatir ya.