Beranda Konsepsi Membedakan Miom dan Kista Pada Ovarium

Membedakan Miom dan Kista Pada Ovarium

Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin yang dibawa oleh hewan betina. Vertebrata, termasuk manusia, memiliki dua ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Sel telur pada wanita (manusia) berada bagian dalam di kiri dan kanan pinggul. 

Miom dan kista ovarium adalah sebuah penyakit tumor jinak yang terjadi di ovarium, kedua penyakit ini sering dianggap sama, namun keduanya berbeda. Bunda dapat membedakannya dengan gejala-gejala berikut.

Perbedaan miom dan kista ovarium

Miom Ovarium

Pertumbuhan miom sering tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala, terlebih jika ukurannya masih kecil atau jumlahnya sedikit. Miom dan kista ovarium ini biasanya terdeteksi secara tidak sengaja, misalnya saat pasien sedang menjalani pemeriksaan USG rahim. Namun pada kasus tertentu, timbulnya miom bisa ditandai dengan perdarahan dari vagina, perut kram, nyeri panggul saat menstruasi, serta sering buang air kecil.

Kista Ovarium

Sama seperti miom, kista ovarium juga sering tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala itu baru muncul saat kista membesar dan menyebabkan perut membesar, kembung, mual, muntah, sakit saat berhubungan seksual, nyeri payudara, sakit di punggung belakang atau paha. Jika kondisinya semakin parah, dapat disertai dengan demam, lemas, serta nyeri panggul yang sangat mengganggu.

Perbedaan Berdasarkan Penyebab Timbulnya

Miom Ovarium

Penyebab pasti timbulnya miom masih menjadi tanda tanya. Namun ada beberapa faktor yang bisa memicu pertumbuhannya, antara lain:

  • Genetik, jika nenek, ibu, atau saudara kandung Anda pernah memiliki miom, Anda juga berpotensi memiliki miom.
  • Hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi di dalam ovarium bisa memicu pertumbuhan miom.
  • Usia mentruasi pertama terlalu dini. Penelitian menunjukkan wanita yang mengalami menstruasi pertama di bawah usia 10 tahun memiliki risiko terkena miom lebih tinggi.

Kista Ovarium

Berbeda dengan miom, kista ovarium bisa tumbuh secara alami di dalam tubuh wanita, terutama pada wanita yang sedang berada di dalam masa subur atau sedang haid. Tetapi, kista akan menimbulkan masalah jika ukurannya membesar, biasanya pada penyakit tertentu, seperti endometriosis dan sindrom polisistik ovarium (PCOS).

Perbedaan Berdasarkan Gejala

Miom Ovarium

Pertumbuhan miom sering tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala, terlebih jika ukurannya masih kecil atau jumlahnya sedikit. Miom ovarium ini biasanya terdeteksi secara tidak sengaja, misalnya saat pasien sedang menjalani pemeriksaan USG rahim. Namun pada kasus tertentu, timbulnya miom bisa ditandai dengan perdarahan dari vagina, perut kram, nyeri panggul saat menstruasi, serta sering buang air kecil.

Kista Ovarium

Sama seperti miom, kista ovarium juga sering tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala itu baru muncul saat kista membesar dan menyebabkan perut membesar, kembung, mual, muntah, sakit saat berhubungan seksual, nyeri payudara, sakit di punggung belakang atau paha. Jika kondisinya semakin parah, dapat disertai dengan demam, lemas, serta nyeri panggul yang sangat mengganggu.

Pengobatan Miom dan Kista Ovarium

Pada kondisi ringan dengan gejala yang tidak terlalu berat, dokter akan menyarankan pemeriksaan berkala untuk memantau perkembangan kista atau miom. Tetapi jika menimbulkan gejala yang mengganggu, miom dan kista ovarium perlu mendapat pengobatan. Sebab jika tidak ditangani dengan benar, miom dan kista ovarium bisa menyebabkan komplikasi seperti anemia, torsi ovarium, atau pecahnya kista.

Pengobatan miom bisa dengan pemberian hormon, misalnya pil KB atau hormon gonadotropin. Jika ukuran miom besar atau jumlahnya banyak, maka akan diperlukan tindakan operasi pengangkatan miom. Serupa dengan pengobatan miom, pengobatan kista ovarium bisa dilakukan dengan pemberian hormon. Jika ukuran kista besar atau dicurigai terdapat kanker, akan diperlukan tindakan operasi.

Bagi pasangan yang merencanakan kehamilan dan belum berhasil, ada baiknya melakukan pemeriksaan USG untuk memastikan tidak adanya penyakit organ reproduksi seperti kista atau miom karena akan mempengaruhi kehamilan.