Beranda Keluarga Mengenal PMS (Pre-Mestrual Syndrome)

Mengenal PMS (Pre-Mestrual Syndrome)

Mengenal PMS (Pre-Mestrual Syndrome)

Sering mengalami gejala menyebalkan pada 2 minggu sebelum menstruasi?

Hay sahabat HalamanBunda.com berbicara kesehatan reproduksi pada perempuan, laki-laki- dan anak-anak tak ada habisnya ya. Terlebih banyaknya kasus yang mengerikan yang timbul di akhir-akhir ini yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Saat ini HalamanBunda.com hadir untuk mendampingi Bunda, Suami Bunda, Anak Bunda dalam informasi terupdate yang bisa Bunda dan Keluarga  ketahui.

Halaman Bunda hadir sebagai pendamping dan penyebar informasi yang bermanfaat dan terupdate mengikuti perkembangan akademik. Sahabat  Bunda juga dapat berdiskusi kepada narasumber kami melalui email di info@halamanbunda.com untuk bertanya lebih lanjut bahkan memberi masukan kepada narasumber masalah apa yang perlu dibahas.

Mengenal gejala PMS sangat penting terlebih rasa PMS Dan masing-masing individu memiliki efek berbeda menjelang PMS, yang hampir dirasakan 5-14 hari menjelang menstruasi.

Kenapa sih harus tau Gejala PMS?

Penting untuk sahabat  Bunda ketahui bahwa, PMS memiliki reaksi yang berbeda-beda di masing-masing individu. Jika sahabat tidak mengetahuinya akan berakhibat pada salahnya penanganan dan mempengaruhi kesehatan.

PMS (Pre-Menstrual syndrome) merupakan perubahan emosi, fisik dan prilaku perempuan yang disebabkan oleh perubahan hormon kewanitaan (Estrogen dan Progesteron), yang terjadi pada umumnya sebelum menstruasi.

Apa tanda gejala PMS ?

Kali ini kita bahas apa saja tanda gejala PMS dan solusinya. Jangan sampai salah penanganan ya sahabat  Bunda.

  • Perubahan Emosional

Perubahan emosi terjadi karena perubahan hormon kewanitaan yang drastis, menyebabkan perubahan emosional. Nah yang berperan dalam perubahan emosi ini adalah serotonin. Serotonin adalah bahan kimia di otak dan tubuh yang berfungsi sebagai neurotransmitter dan hormon. Nah Bunda serotonin banyak berperan dalam mengatur suasana hati, memori, tidur, pencernaan dan bebrapa hal lain.

Karena perubahan hormon yang terjadi, jangan sesekali menghilangkan perubahan emosional dengan obat. Sahabat  Bunda dapat mengatasinya dengan melakukan aktifitas yang disukai, berolahraga, rileksasi, jalan-jalan  sampai makan makanan yang disukai. Hal tersebut dapat mengatasi hampir 70% perubahan emosional

  • Kram Perut

Selain perubahan secara emosional PMS menimbulkan perubahan secara fisik salah satunya kram perut. Kram perut dialami individu berbeda-beda, ada yang dirasakan sebelum datangnya menstruasi samapai menstruasi muncul, atau  dirasakan saat datangnya menstruasi sampai hari ke 3 menstruasi. Perbedaan ini timbul karena rasa ambang batas sakit individu berbeda dan beberapa hal yang lain.

Penting sahabat Bunda ketahui adalah membedakan rasa kram perut yang normal dan tidak normal. Kram perut yang ditimbulakan saat PMS adalah normal, 85% perempuan subur mengalami kram perut saat PMS. Rasa yang di timbulkan adalah rasa kram area perut bawah yang akan menghilang jika diberikan terapi hangat, atau beristirahat. Rasa kram yang normal sama sekali tidak menghambat aktifitas dan apabila menghambat itu terjadi hanya beberapa saat saja.

Bagaimana kram perut yang tidak normal ?

Kram perut yang tidak normal akan menimbulkan rasa tekanan dari bawah perut yang menjalar ke sekitar pinggang atau paha bagian dalam. Terpenting diketahui perbedaannya adalah saat kram perut tidak normal terjadi sama sekali tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa bahkan sampai pingsan. Jika sahabat Halaman Bunda mulai merasakan kram perut sampai pingsan segeralah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara mengatasi ?

Setiap kram perut normal dapat diatasi dengan berolahraga ringan sebelum menstruasi, beristirahat saat serangan kram perut muncul, melakukan rileksasi otot perut dengan rasa hangat, dan jika kondisi belum membaik dapat diberikan terapi kimia seperti obat – obatan golongan paracetamol, ibuprofen , atau hyoscine HCl dengan petunjuk dokter.

  • Perut Kembung

Perut Kembung saat PMS terjadi karena perubahan hormon pada perempuan yang menyebabkan terjadinya penumpukan cairan. Menurut Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS membagi PMS dengan kategori H (hyperhydration) atau dikenal dengan kelebihan cairan dalam tubuh yang menyebabkan kembung.

Cara mengatasi ?

Kurangi konsumsi yang meningkatkan asam lambung, kurangi konsumsi makanan berlemak tinggi, kontrol asupan garam dan gula, serta tingkatkan aktifitas fisik untuk mengeluarkan kelebihan cairan melalui keringat dan meningkatkan metabolisme untuk mengurangi penumpukan cairan.

  • Pembesaran dan Rasa Nyeri pada Payudara

Sama halnya dengan rasa kembung, terjadinya pembesaran payudara saat PMS merupakan PMS kategori H (hyperhydration) atau penumpukan cairan pada organ tertentu yaitu payudara, atau disebut odema. Dan rasa nyeri yang timbul dikarenakan hormon yang meningkat dan menyebar keseluruh organ reproduksi perempuan salah satunya adalah payudara.

Cara mengatasi ?

Pembesaran dan rasa nyeri pada payudara tidak perlu dilakukan tidakan kimiawi karena hal ini hal yang wajar terjadi pada 80% perempuan yang mengalami PMS. rasa tidak nyaman akan menghilang setelah menstruasi. Jika kondisi semakin kurang nyaman dapat dilakukan dengan mengkompres air hangat pada payu dara dan gunakan penyangga payudara / bra yang tidak ketat untuk mengurangi tekanan pada payudara, dan lepaskan penyangga/bra saat tidur.

  • Sakit Kepala

Perubahan hormonal (Estrogen dan Progesteron) sangat mempengaruhi dari penyebab nyeri pada kepala saat PMS. Nyari yang timbul adalah rasa nyeri yang ringan dan dapat menghilang setelah beristirahat.

Bebrapa pengaruh nyeri kepala juga disebabkan oleh anemia / kekurangan darah. Hal ini dipengaruhi oleh pengeluaran darah yang banyak pada saat menstruasi dan disertai asupan zat besi yang kurang saat menstruasi. Biasanya nyeri kepala yang disebabkan kekurangan darah ini disertai dengan rasa lelah dan lesu.

Cara mengatasi?

Sakit kepala ringan dapat menghilang dengan beristirahat (tidur yang cukup), melakukan kompres dingin menggunakan es batu, mengkonsumsi penambah darah atau makanan bergizi yang mengandung zat besi (daging merah, kuning telur, ikan, daun-daunan berwarna gelap atau hijau, kacang merah,dll) untuk membatu mengatasi nyeri kepala akibat kehilangan darah, serta kurangi konsumsi kafein. Jika kondisi semakin tidak nyaman dapat melakukan terapi kimia dengan golongan ringan seperti paracetamol dengan petunjuk dokter.  

  • Mudah Lelah dan Lesu

Seperti penjelasn sebelumnya, rasa lelah dan lesu yang dirasakan saat PMS di sebabkan oleh kehilangan darah saat menstruasi. Karena darah yang keluar mengandung zat besi yang membantu untuk mengantarkan oksigen ke otak. Kekurangan oksigen pada otak dapat menyebabkan rasa lelah, tidak fokus, mudah mengantuk.

Saatnya sahabat Bunda melakukan pemenuhan asukan gizi yang baik termasuk pemenuhan zat besi dalam tubuh.

Cara Mengatasi ?

Konsumsi makanan yang mengndung zat besi tinggi seperti daging merah, ikan , sayur-sayuran (daun) berwarna gelap atau hijau, kacang – kacangan atau kacang merah. Mengkonsumsi cukup cairan saat menstruasi sangat penting, karena kandungan mineral dapat membantu oksigenase keseluruh tubuh. Meningkatkan kadar kalsium dan magnesium yang terdapat pada tempe, tahu, keju atau susu.

  • Sembelit atau Diare

Sembelit atau diare yang dirasakan pada PMS merupakan penyesuian fungsi pencernaan atas respon peningkatan hormon (Estrogen dan Progesteron). Hal ini berlangsung beberapa hari menjelang menstruasi atau pada saat hari pertama menstruasi. Perlu diketauhi jangan sampai kondisi diare yang dialami samapai menghilangkan cairan pada tubuh karena akan menimbulkan dehidrasi dan rasa lemas.

Cara Mengatasi?

Konsumsi cairan dan oralit saat diare agar tidak kehilangan cairan dan konsumsi serat saat terjadi sembelit. Tetap mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan saluran pencernaan ya sahabat  Bunda.

  • Timbulnya Jerawat

Timbulnya jerawat pada perempuan saat PMS tidak di alami oleh semua perempuan, ada yang mengalami dengan jerawat ringan ada yang mengalami sangat parah. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan hormon (estrogen dan progesteron) yang menyebabkan jaringan lemak pada tubuh menghasilkan minyak lebih banyak. Terutama pada jaringan lemak pada wajah.

Bagi tipe wajah yang sensitif dan berminyak kondisi ini akan lebih  pada biasanya saat PMS datang. Namun pada jenis kulit normal atau jenis kulit kombinasi hal ini  (peningkatan minyak pada wajah) biasa bahkan ada yang tidak berjerawat sama sekali.

Cara Mengatasi?

Pada saat PMS lakukan pembersihan wajah secara teratur, gunakan kosmetik yang ringan, dan lakukan pembersihan make up secara menyeluruh sebelum melakukan istirahat, karena saat tidur minyak di produksi jauh lebih bayak. Hal ini sangat dipengaruhi pada personal hygiene.

Setiap individu memiliki reaksi kimia PMS yang berbeda-beda ya sahabat  Bunda. Yang terpenting setiap kondisi Nomal dan kenali mana kondisi yang dapat membahayan kondisi tubuh. Lakukan olahraga ringan secara teratur dan konsumsi makanan seimbang untuk mengurangi rasa PMS yang dirasakan.