Beranda Persalinan Mengapa ASI Bau Amis, Basikah?

Mengapa ASI Bau Amis, Basikah?

Drama Ibu menyusui kali ini datang dari aroma ASI yang dikeluarkan. Banyak orang-orang dahulu bahwa ASI yang bau amis adalah ASI yang jelek, basi dan harus dibuang. Benarkah?

Faktanya tidak demikian ya Bunda, ASI yang diproduksi di payudara dan dihisap langsung oleh bayi tidak akan basi loh Bunda. Karena payudara adalah tempat terbaik untuk memproduksi dan menyiapkan hasil produksi susu untuk dihisap si kecil. 

Lalu benarkah bau amis pada ASI dikarenakan makan ikan saat menyusui?

Terkait dengan hal ini ternyata ada perbedaan pendapat di kalangan medis, ada yang bilang makan ikan tidak akan membuat ASI jadi bau amis. Tapi ada juga yang mengatakan bisa jadi salah satu faktor bau amis pada ASI adalah karena konsumsi ikan.

Bahkan sebuah penelitian oleh Harris, W.S menyatakan bahwa apabila busui mengonsumsi suplemen minyak ikan, dalam jangka waktu 1-3 jam kedepan ASI yang diproduksi bisa menimbulkan bau amis.

Faktor lain yang menyebabkan ASI menimbulkan bau

Apakah ASI yang memiliki bau berbahaya untuk dikonsumsi bayi?

Bunda bisa tenang karena asalkan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehat dan dalam porsi yang wajar, kualitas ASI mommies tidak akan terganggu meski menimbulkan bau.

Bau masing-masing ASI pada setiap busui bisa berbeda kok, faktor yang mempengaruhi pun tidak hanya karena mengonsumsi ikan. Beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan ASI menimbulkan bau yang berbeda antara lain adalah:

  • Makanan dan juga obat-obatan yang dikonsumsi
  • Metode penyimpanan ASI
  • Melelehkan ASI yang dibekukan (thawing)

ASI yang menimbulkan bau tidak berbahaya untuk dikonsumsi bayi karena sistem metabolisme tubuh busui sudah menguraikan kandungan dari makanan maupun obat-obatan yang dikonsumsi sebelum menjadi ASI.

Bolehkah mengonsumsi ikan saat menyusui?

Berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh Food and Drug Administration serta Environmental Protection Agency dari Amerika Serikat, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk menambah porsi makan ikan mingguan selama jenis ikan yang dikonsumsi memiliki kandungan merkuri yang kecil.

Banyaknya ikan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah sebanyak 8 hingga 12 ons per minggu yang setara dengan 2 hingga 3 porsi ikan.

Kandungan nutrisi yang tinggi dan sangat penting bagi pertumbuhan bayi serta kesehatan busui yang didapatkan dari konsumsi ikan jauh lebih berat dibandingkan dengan kandungan merkuri pada ikan laut yang levelnya rendah.

Berbagai macam jenis ikan dan juga kerang-kerangan mengandung protein yang tinggi, tinggi omega-3 serta rendah kandungan lemaknya.

Meski demikian ada beberapa macam jenis ikan atau makanan laut yang kandungan merkurinya lebih tinggi daripada yang lain dan sebaiknya dihindari bagi bumil maupun busui.

Jenis ikan tersebut adalah ikan hiu, ikan todak, ikan makarel, dan ikan tilefish. Jadi, asalkan dikonsumsi dengan porsi yang cukup, jangan ragu untuk mengonsumsi ikan saat menyusui. Jika belum yakin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu ya Bunda.