Beranda Keluarga Mengapa Bunda Sering Sakit Kepala Saat Menyusui?

Mengapa Bunda Sering Sakit Kepala Saat Menyusui?

Proses perjalanan menjadi Bunda sangatlah panjang, setelah Bunda melalui masa lelah dan panjang saat kehamilan, maka Bunda akan menjalani peran menjadi seorang Ibu. saat satu jam pertama hingga 2 tahun usia anak Bunda akan melalui masa menyusui dan pada 6 bulan pertama akan melalui masa perjuangan menjadi Ibu dengan Asi Eksklusif.

Namun selama masa menyusui Bunda sering sekali Bunda mengalami sakit kepala dan sulit hilang. Apa saja faktor yang menyebabkan Bunda sakit kepala, diantaranya :

Dehidrasi atau Kurang Cairan

Kondisi ketika tubuh kekurangan cairan, akibat cairan yang dikeluarkan tubuh melalui ASI, keringat, dan urin, tidak seimbang dengan asupan cairan yang diterima tubuh.  Dehidrasi dapat mencetus sakit kepala nih sahabat Bunda.

Hal ini disebabkan oleh minimnya air di dalam darah akan membuat darah menjadi pekat, sehingga alirannya ke tubuh bagian atas terhambat. Akibatnya, sakit kepala timbul.

Bayi mengisap ASI hingga 200 mililiter sekali menyusu. Artinya, sebanyak itulah cairan yang keluar dari tubuh ibu per sekali menyusui. Bayangkan bila Bunda menyusui 10-12 kali sehari. Pengeluaran cairan tubuh tatkala menyusui ini harus diimbangi asupan cairan. Rasa haus atau tenggorokan kering yang timbul sehabis menyusui, sebenarnya alarm tubuh yang menandakan Bunda mengalami gejala dehidrasi.

Atasi sakit kepala dengan menambah porsi minum Bunda dan minum sebelum haus. Kebutuhan cairan Bunda menyusui sekitar tiga liter per hari. Air putih adalah minuman terbaik. Asupan cairan tambahan dapat diperoleh dengan mengkonsumsi jus atau kuah sayur. Kurangi minum softdrink atau kopi, karena meski terasa menyegarkan, jenis minuman itu bersifat diuretik atau menahan cairan.

Kurang Tidur

Hadirnya bayi, dengan pola tidur yang belum terbentuk dan masih sering menyusu di malam hari, membuat tidur Bunda di malam hari jadi on-off. Total kebutuhan jam tidur 7-8 jam per hari, jadi tidak terpenuhi.

Di dalam tubuh, kurang tidur dapat menyebabkan tekanan darah turun, sehingga peredaran darah ke kepala terhambat. Akibatnya timbul sakit kepala.

Atasi sakit kepala dengan “Membayar” kekurangan jam tidur lewat tidur di pagi atau siang hari. Minta bantuan pasangan Bunda untuk mengambil alih tugas merawat bayi pada malam hari. Batasi tugas Anda pada malam hari hanya menyusui –lakukan sambil berbaring agar tidak melelahkan.

Salah Posisi Menyusui

Posisi menyusui saat duduk atau berbaring yang tidak tepat, sehingga menekan saraf-saraf di leher dan kepala Bunda, dan menyebabkan kontraksi yang memicu sakit kepala.

Contoh posisi salah menyusui misalnya duduk dengan bahu bungkuk atau punggung melengkung, duduk tanpa sandaran, menyusui sambil berbaring hanya di satu arah, atau berada dalam satu posisi terlalu lama.

Atasi sakit kepala dengan mengatur posisi menyusui Bunda. Tubuh harus rileks, tidak ada bagian tubuh yang tertekan atau tegang saat menyusui. Gunakan bantal-bantal menyusui untuk menyangga punggung dan bahu. Bila menyusui sambil berbaring, pastikan berganti sisi. Lakukan olahraga dan stretching untuk melemaskan otot-otot yang tegang ya Bunda.

Faktor Kesehatan Sebelumnya

Bunda yang sudah mengidap migrain sejak sebelum hamil, saat hamil biasanya bernafas lega sebab serangan migrain berkurang pada trimester kedua dan ketiga, akibat perubahan hormonal di dalam tubuh. Namun, tatkala kehamilan selesai dan masa menyusui dimulai, migrain timbul lagi, bahkan terasa lebih mengganggu karena di masa menyusui Bunda dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan yang dulu jadi andalan mengusir migrain.

Bila tidak diobati, migrain dapat menyerang selama 4 hingga 72 jam. Sakit kepalanya bersifat unilateral atau di satu sisi kepala, dan berdenyut. Gejalanya termasuk mual, muntah, photophobia atau sensitif cahaya, dan phonophobia atau peka suara bising.

Atasi sakit kepala dengan hindari pemicu migrain, yang berbeda-beda pada tiap penderita. Misalnya, jika pemicu migrain Bunda adalah makanan atau minuman tertentu, hindari makanan atau minuman tersebut.

Ada baiknya Bunda buat food diary untuk memonitor penyebab migrain. Hati-hati mengkonsumsi obat, karena Bunda sedang menyusui. Atasi migrain dengan cara-cara alami, seperti istirahat di tempat tenang dan gelap, menjauhi keramaian, mengompres dingin di bagian sakit, kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah, berolahraga teratur, melakukan terapi relaksasi, dan dipijat.

Tegang atau stres

Stres dan perasaan tegang selagi menyusui, mungkin disebabkan puting sakit, khawatir ASI tidak cukup, perasaan jenuh, atau  penyebab lainnya juga bisa jadi pemicu sakit kepala.

Stres dan tegang akan menekan dan menghambat aliran darah ke kepala, kemudian memunculkan kontraksi otot, sehingga tubuh secara intens dipenuhi unsur kimiawi pemicu stres seperti adrenalin. Sebaliknya, endorfin unsur kimiawi yang dapat menenangkan tubuh berkurang dan menurunkan batas ambang rasa sakit.

Sakit kepala akibat stres atau tegang, diawali dengan rasa sakit di belakang kepala, merambat ke depan, dan akhirnya ke kedua sisi kepala. Atasi sakit kepala dengan mengompres bagian belakang leher dengan kompres hangat , untuk mengendurkan ketegangan.

Minta tolong pasangan memijat pundak atau punggung. Lakukan latihan relaksasi, misalnya berbaring atau duduk santai sambil mendengarkan musik lembut. Kurangi rasa cemas dengan membangun cara berpikir positif. Lakukan kegiatan yang menyenangkan hati, misalnya memanjakan diri di salon atau berbelanja.

Anemia (Kekurangan Zat Besi)

Kurangnya asupan gizi pada Bunda yang sedang menyusui dapat menyebabkan anemia atau kekurangan zat besi. Makanan yang Bunda makan harus 2 x lipat dibandingkan makan saat hamil. Karena setiap Bunda menyusui energi dan asupan gizi akan diambil oleh bayi sebanyak mungkin.

Kekurangan zat besi atau anemia akan membuat Bunda sering sakit kepala dan sulit menghilangkannya. Jika Bunda telah mengalami anemia, membutuhkan waktu yang panjang untuk menstabilkannya meski Bunda sudah makan banyak.

Gejala anemia pada umumnya Bunda merasakan rasa nyeri kepala, lelah, lesu, mengantuk dan terlihat pucat di area kelopak bawah mata.

Atasi dan cegah anemia adalah solusi terbaik untuk Bunda agar tidak terjadi nyeri akibat anemia dengan mengkonsumsi makanan secara teratur, dan memenuhi gizi seimbang. Jangan menunda atau mengulur waktu makan karena kestabilan anemia membutuhkan waktu yang panjang.

BACA JUGA :