Beranda Persalinan Mengenal Anatomi Payudara Agar Menyusui Lebih Menenangkan

Mengenal Anatomi Payudara Agar Menyusui Lebih Menenangkan

Proses laktasi atau menyusui merupakan proses yang melelahkan, selain Bunda masih merasa sakit pasca melahirkan, Bunda juga diwajibkan untuk menjaga dan mengasuh si kecil, dan menyiapkan keperluan rumah tangga. 

Tubuh yang masih rentan dan mudah lelah membuat Bunda stress dan sering merasa sedih, gelisah membuat produksi ASI terhambat. Namun ada pula Bunda yang meski sedang lelah dan cemas tetap memproduksi ASI yang melimpah bahkan sampai mengalami pembengkakan hingga  mastitis

Bagi Bunda yang sedang mengalami hal diatas, atau dalam masa penantian persalinan dan akan mengalami masa laktasi, sebaiknya Bunda dapat mengenali anatomi payudara yang berperan memproduksi ASI dan menyalurkannya ke si kecil, agar proses laktasi dapat lebih menyenangkan, tidak terhambat dan tidak berlebihan yang membuat Bunda kesakitan. 

Anatomi Payudara 

Payudara pada wanita merupakan struktur berpasangan yang terletak pada dinding toraks anterior. Payudara mengandung kelenjar susu, fungsi utamanya untuk menyusui. Kebanyakan payudara wanita tidak simetris, dari segi ukuran maupun letak.

Pembentukan jaringan payudara

Jaringan payudara terbentuk sejak awal kehidupan janin, yaitu pada minggu ke-4. Jaringan tersebut berkembang bersama dengan dua saluran susu yang berawal dari ketiak.

Payudara tidak memiliki jaringan otot. Bentuk dan ukuran payudara ditentukan oleh seberapa banyak jaringan lemak yang terdapat pada payudara. Jaringan ikat dan ligamen pada payudara berperan untuk mempertahankan struktur anatomi payudara. Saraf yang terdapat di dalamnya berfungsi memberikan sensasi pada payudara.

Payudara juga berisi pembuluh darah, pembuluh getah bening, serta kelenjar getah bening. Pembuluh darah melalui arteri dan kapiler, mengalirkan darah yang berisi asupan oksigen dan nutrisi pada jaringan payudara.

Struktur Anatomi Payudara 

Anatomi payudara dibagi menjadi 2 bagian, yang pertama struktur yang dapat dilihat dengan mata telanjang yakni anatomi luar payudara. Sementara bagian yang menyusun payudara terletak di bagian dalam dan disebut anatomi payudara bagian dalam.

Berikut anatomi payudara bagian luar, diantaranya:

  1. Korpus (badan payudara)

Yang dimaksud korpus adalah bagian melingkar yang mengalami pembesaran pada payudara atau bisa disebut dengan badan payudara. Sebagian besar badan payudara terdiri dari kumpulan jaringan lemak yang dilapisi oleh kulit.

  1. Areola

Areola merupakan bagian hitam yang mengelilingi puting susu. Ada banyak kelenjar sebasea, kelenjar keringat, dan kelenjar susu di areola. Kelenjar sebasea berfungsi sebagai pelumas pelindung bagi areola dan puting susu. Bagian areola inilah yang akan mengalami pembesaran selama masa kehamilan dan menyusui.

Di bagian dalam areola, terdapat saluran-saluran melebar yang disebut sinus laktiferus. Sinus laktiferus ini yang bertugas untuk menyimpan susu dalam payudara Bunda selama masa menyusui sampai akhirnya dikeluarkan untuk bayi. Sel yang berperan dalam pergerakan areola selama masa menyusui disebut sel myoepithelial, gunanya untuk mendorong keluarnya air susu.

  1. Puting susu (papilla)

Puting susu dan areola adalah area payudara yang paling gelap. Puting terletak di bagian tengah areola yang sebagian besar terdiri dari serat otot polos, berfungsi untuk membantu puting agar terbentuk saat distimulasi.

Selama masa pubertas anak perempuan, pigmen yang berada di puting susu dan areola akan meningkat (sehingga warnanya jadi lebih gelap) dan membuat puting susu semakin menonjol.

Berikut struktur anatomi payudara bagian dalam, diantaranya:

  1. Jaringan adiposa

Sebagian besar payudara wanita terdiri dari jaringan adiposa atau yang biasa disebut sebagai jaringan lemak. Jaringan lemak terdapat bukan hanya di payudara, tapi di beberapa bagian tubuh lainnya.

Pada payudara wanita, jumlah lemak yang akan menentukan perbedaan ukuran payudara wanita satu dengan lainnya. Jaringan ini juga memberikan konsistensi yang lembut pada payudara.

  1. Lobulus, lobus, dan Duktus

Lobulus merupakan kelenjar susu, salah satu bagian dalam penyusun korpus atau badan payudara, yang terbentuk dari kumpulan-kumpulan alveolus sebagai unit terkecil produksi susu. Lobulus yang terkumpul kemudian membentuk lobus, dalam satu payudara wanita umumnya terdapat 12-20 lobus.

Hasil produksi ASI oleh lobus dan lobulus akan dibawa melalui saluran kecil yang disebut duktus (saluran ASI). Dengan adanya saluran ini, maka ASI dapat dikeluarkan melalui puting. Di Sekitar puting dan areola, terdapat kelenjar Montgomery yang berfungsi untuk melumasi kulit payudara dan mendukung kelancaran proses menyusui.

  1. Pembuluh darah dan kelenjar getah bening

Pembuluh darah dan kelenjar getah bening juga merupakan bagian yang menyusun payudara. Selain terdiri dari kumpulan lemak, pada payudara juga terdapat kumpulan pembuluh darah yang berguna untuk menyuplai darah. Terutama pada ibu hamil dan menyusui, darah membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan payudara kemudian pembuluh darah di payudara bertugas memasok nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi ASI.

Sementara getah bening adalah cairan yang mengalir melalui jaringan yang disebut sistem limfatik dan membawa sel-sel yang membantu tubuh untuk melawan infeksi. Saluran getah bening mengarah ke kelenjar getah bening yang berukuran kecil yang merupakan bagian dari sistem limfatik.

Kelenjar getah bening terletak di beberapa bagian tubuh seperti di ketiak, dada, rongga perut, dan di atas tulang selangka. Pada kasus kanker payudara, sel yang menyebabkan kanker bisa masuk melalui pembuluh darah atau saluran getah bening. Jika kanker telah mencapai titik ini, kemungkinan besar sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Proses laktasi sangat dipengaruhi oleh kesehatan anatomi payudara, oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk senantiasa merawat payudara selama masa kehamilan dan menyusui ya Bunda.