Beranda Kehamilan Mengenal Bahaya Asma Pada Ibu Hamil

Mengenal Bahaya Asma Pada Ibu Hamil

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi.

Jika sahabat Bunda telah memiliki riwayat asma dan saat ini sedang hamil, sebaiknya tidak perlu khawatir. Namun yang perlu diperhatikan adalah frekuensi kambuhnya asma selama kehamilan. Jika asma masih dapat dikontrol agar tidak kambuh, maka janin akan terhindar dari dampak negatif akibat asma.

Namun jika asma sering kambuh selama kehamilan dengan intensitas sering, maka akan menimbulkan resiko untuk perkembangan janin dalam kandungan, dan berikut bahaya asma bagi janin jika Bunda memiliki intensitas kambuhan yang sering, diantaranya :

  • Morning sickness yang parah

Kurangnya pemasukan oksigen untuk Bunda maupun bayi bisa membuat morning sickness  semakin parah. Selain mual muntah, penderita asma yang sedang hamil juga akan mengalami morning sickness berupa sesak nafas.

  • Pendarahan pada vagina

Akibat asma, oksigen yang masuk ke tubuh akan tersendat-sendat dan sangat berkurang. Kondisi ini bisa memicu terjadinya pendarahan pada vagina.

Preeklamsia biasanya terjadi setelah Bunda memasuki usia kandungan 20 minggu. Bunda yang mengalami preeklampsia akan ditandai dengan tingginya tekanan darah dan penurunan fungsi organ, seperti ginjal dan hati.

Bunda yang mengalami preeklampsia juga akan mengalami penglihatan kabur dan sakit kepala yang luar biasa. Jika tidak diobati, preeklamsia akan menjadi eklampsia. Eklampsia adalah kondisi preeklampsia yang disertai kejang. Jika kondisi sampai kejang, sangat berbahaya untuk janin dan Bunda karena akan meningkatkan terjadinya resiko kematian.

  • Asupan oksigen ke bayi minim

Terganggunya aliran oksigen pada tubuh Bunda akan mempengaruhi aliran oksigen kepada janin. Hal ini akan membuat janin kekurangan oksigen.

  • Bayi lahir prematur

Bayi dengan asupan oksigen rendah kemungkinan besar akan lahir secara prematur, yakni lahir sebelum mereka menginjak usia kandungan 37 minggu. Bayi yang lahir prematur punya risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi.

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah

Dengan kondisi lahir prematur, bayi pun akan lahir dengan berat badan rendah, biasanya kurang dari 2,5 kilogram. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah perlu mendapatkan perawatan intensif.

  • Perkembangan bayi terganggu

Oksigen menjadi bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Minimnya asupan oksigen pada bayi dalam kandungan akan membuat pertumbuhan dan perkembangannya menjadi terganggu.

Penting – sebaiknya bagi Bunda yang memiliki riwayat asma dan sedang hamil, sering melakukan latihan pernafasan, dan menghindari pemicu kambuhnya asma. Karena jika serangan asma tidak ditangani dengan baik akan membahayakan janin dan Bunda.