Beranda Anak Mengenal Cara Pemberian MPASI Dengan Baby Led Weaning

Mengenal Cara Pemberian MPASI Dengan Baby Led Weaning

Halamanbunda.com

Baby Led Weaning adalah metode memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan membiarkan anak memilih dan memakan sendiri semua makanannya tanpa disuapi. Jenis makanan yang diberikan pada metode ini bukan berupa makanan lunak seperti puree atau bubur, melainkan makanan berbentuk padat dan telah dipotong-potong.

BLW dapat Bunda terapkan pada anak usia 6-9 ke atas atau saat anak sudah mulai tertarik mengambil makanannya sendiri dan menyantap makanan nya sendiri. Biasanya akan lebih mudah pada anak kedua atau seterusnya karena anak akan menirukan cara makan kakaknya dan mengikutinya. 

Kelebihan Dan Kekurangan BLW 

Mungkin banyak orang tua yang tidak menyadari sudah menerapkan metode BLW pada anaknya. Menerapkan metode BLW pada Si Kecil ternyata bisa berdampak baik bagi tumbuh kembangnya, Bun. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh Si Kecil dari metode baby led weaning:

  1. Membantu anak mengenal rasa dan tekstur makanan

Dalam menerapkan metode BLW, makanan disajikan dalam bentuk padat dan lebih besar. Hal ini akan membuat Si Kecil bisa mengenali teksturnya karena mudah digenggam. Selain itu, cara ini juga mengenalkan Si Kecil berbagai rasa, warna, dan aroma makanan yang ia konsumsi.

  1. Mendukung perkembangan motorik anak

Menerapkan metode BLW dapat mendukung perkembangan motorik Si Kecil, lho, Bun. Metode ini dapat menjadi sarana Si Kecil untuk melatih koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan mengunyah dan menggenggam.

  1. Membuat anak menikmati makanan yang dimakan

Mengajarkan Si Kecil metode ini membuat ia dapat menikmati makanan yang dimakan tanpa perlu dipaksa untuk membuka mulut. Selain itu, Si Kecil juga jadi bisa dikenalkan dengan banyak jenis makanan.

  1. Mencegah obesitas di masa kanak-kanak

Sebuah studi menunjukkan bahwa BLW akan membuat anak lebih menyukai dan memilih makanan yang lebih sehat. Hal ini akan membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal dan terhindar dari obesitas di masa anak-anak.

Selain itu, Si Kecil juga bisa terbiasa untuk berhenti makan saat ia merasa kenyang atau tidak tertarik terhadap makanannya. Di kemudian hari, hal ini bisa menghindarkannya dari perilaku makan berlebihan.

Keterbatasan Metode BLW

Meski memiliki manfaat untuk tumbuh kembang anak, BLW juga tidak luput dari kekurangan. Beberapa kekurangan metode BLW yang perlu Bunda ketahui adalah:

  • Berisiko membuat anak tersedak karena ukuran tekstur makanan yang bervariasi
  • Memicu refleks muntah
  • Proses makan menjadi berantakan
  • Berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi jika pilihan makanan terbatas atau anak sangat pemilih

Tips Menerapkan Metode Baby Led Weaning

Memberikan makan anak dengan metode BLW tidak boleh sembarangan, Bun. Supaya Si Kecil bisa mendapatkan manfaat dari menerapkan metode ini, berikut ini tips yang bisa Bunda lakukan:

  1. Pastikan anak siap untuk makan sendiri

Sebelum menerapkan metode BLW pada Si Kecil, pastikan ia sudah mampu duduk di kursi, menegakkan dada dan kepala, mengambil makanan sendiri, serta sudah mampu untuk mengunyah dan menggigit makanan.

  1. Mulai dengan makanan lunak

Perkenalkan jenis makanan yang lunak terlebih dahulu pada tahap awal metode ini dilakukan, misalnya buah potong, kuning telur, ikan yang dipotong kecil-kecil, daging suwir yang empuk, sereal, pasta, dan sayuran kukus. Hal ini akan memudahkan Si Kecil mengunyah dan menelan makanan.

Hindari memberikan makanan yang berisiko menyebabkan anak tersedak, misalnya buah atau sayur yang keras, popcorn, kacang, anggur utuh, kismis, dan potongan sosis atau daging yang lebar.

  1. Sesuaikan ukuran makanan

Pastikan Bunda menyajikan makanan yang sesuai dengan genggaman Si Kecil, ya. Berikan makanan yang sudah dipotong memanjang atau biasa disebut finger food, sehingga Si Kecil bisa menggenggam dan memasukkannya ke dalam mulut dengan mudah.

  1. Berikan makanan yang bergizi

Tidak hanya memperhatikan tekstur dan ukuran, kandungan gizi dalam makanan yang berikan untuk Si Kecil juga tidak boleh luput dari perhatian, ya, Bun. Pastikan Bunda memberikan makanan sehat yang bernutrisi tinggi supaya tumbuh kembangnya tetap optimal serta daya tahan tubuhnya tetap baik.

Berikan pula variasi makanan yang banyak untuk menghindari resiko kekurangan nutrisi jika ia cenderung memilih-milih makanannya. Selain itu, hindari memberikan makanan dengan tambahan zat pewarna, makanan tinggi gula dan garam, dan makanan cepat saji.

  1. Tetap rutin berikan ASI

Meskipun sudah dapat makan dengan cara BLW, pemberian ASI atau susu formula harus tetap dilanjutkan. Alasannya, sumber gizi terbesar untuk anak berusia 10–12 bulan berasal dari sini. Pemberian ASI bisa dilakukan di sela waktu makan.

Saat menerapkan metode baby led weaning pada Si Kecil, biarkan ia duduk di kursi makan khusus untuk bayi agar terbiasa makan pada tempatnya. Selain itu, penting untuk selalu mengawasi Si Kecil selama makan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menerapkan metode BLW memang bisa membawa manfaat. Namun ingat, tidak semua anak bisa cocok dengan cara ini. Beberapa anak bisa saja lebih rentan mengalami kekurangan gizi dan tersedak dengan metode ini, terlebih bila anak berkebutuhan khusus atau lahir prematur.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter mengenai boleh tidaknya baby led weaning diterapkan, ya, Bun. Jika boleh, tanyakan juga cara menerapkan metode BLW yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan Si Kecil.