Beranda Anak Mengenal Jadwal Imunisasi Pada Bayi 0-18 Bulan

Mengenal Jadwal Imunisasi Pada Bayi 0-18 Bulan

Imunisasi Dasar adalah Program pemerintah yang merupakan upaya mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan pada anak yang sifatnya menular. Pada zaman belum adanya Imunisasi dasar, banyak ditemukan penyakit menular yang terjadi pada anak dan menimbulkan angka kematian anak yang tinggi, oleh sebab itu pemerintah melakukan imunisasi dasar guna mencegah penyakit menular pada anak dan menurunkan angka kematian anak.

Sahabat Bunda perlu mengetahui apa saja imunisasi dasar, manfaat dan jadwal untuk memberikannya. Imunisasi dasar dapat dilakukan dipelayanan kesehatan dasar terpadu dan juga posyandu yang berada di sekitar lingkungan sahabat Bunda.

Apa itu imunisasi?
Imunisasi berasal dari kata imun (bahasa latin), Imunitas yang berarti pembebasan atau kekebalan. Imunisasi adalah salah satu upaya tindakan medis untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri dengan cara memberikan kekebalan pada tubuh terhadap virus/bakteri tertentu tersebut.

Apa manfaat imunisasi ?
Imunisasi merupakan upaya preventif (pencegahan) dari penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri tertentu. Pada tahap pelaksanaan imunisasi, anak diberikan kekebalan tubuh terhadap virus dan bakteri tertentu, dan apabila virus tersebut menyerang maka sistem kekebalan tubuh akan bekerja membunuh virus/bakteri yang menyerang tersebut.

Apa saja vaksin yang diberikan pada saat imunisasi ?

1.Hepatitis B
Vaksinasi hepatitis B merupakan upaya pencegahan terjadinya penyakit hepatitis B yang menyerang hati dan menyebabkan kerusakan hati. Dilakukan segera setelah lahir sampai maksimal 7 hari setelah lahir.

2. BCG
Pemberian vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin) bermanfaat untuk mencegah timbulnya penyakit TBC yang berat. Dilakukan sekali pada bayi dengan sebelum usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan.

Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan dan belum mendapat imunisasi BCG maka harus dilakukan uji tuberkulin untuk mengetahui apakah bayi sudah terpapar bakteri TBC. Imunisasi bisa diberikan bila hasil tes tuberkulin negatif.

3. Polio , IPV
Vaksinasi polio dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh layuh pada tungkai dan atau lengan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 1 sampai 4 bulan.

4. DPT – HB -Hib
Vaksinasi DPT – Hb – Hib merupakan vaksinasi kombinasi dari vaksinasi DPT, HB dan Hib, yang sebelumnya pada usia 0 – 7 hari hanya dilakukan vaksinasi HB saja maka pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan dilakukan vaksinasi gabungan ini. Yang bermanfaat mencegah penyakit sebagai berikut;

DPT ( Difteri, Pertusis, dan Tetanus) mencegah penularan penyakit difteri yang menyerang hidung dan tenggorokan yang menyebabkan penyumbatan jalan nafas, pertusis merupakan batuk rejan (batuk 100 hari), tetanus merupakan kejang yang bersifat spasme (kaku otot) yang dimulai dari rahang dan leher; HB (Hepatitis B) mencegah penularan hepatitis b dan kerusakan hati; Hib (Haemophilus influenzae tipe b) mencegah penularan penyakit dari infeksi Hib yang menyebabkan meningitis (radang selaput otak).

5. Campak
Vaksinasi campak mencegah penularan penyakit campak yang dapat mengakibatkan komplikasi radang paru, radang otak dan kebutaan apabila dibiarkan tanpa penanganan yang baik. Pemberian vaksin campak dilakukan pada usia 9 bulan dan 18 bulan.

Bagaimana jadwal imunisasi ?
0-7 hari : HB 0
1 Bulan : BCG, Polio 1
2 Bulan : DPT-HB-Hib 1 ; Polio 2
3 Bulan : DPT-HB-Hib 2 ; Polio 3
4 Bulan : DPT-HB-Hib 3 ; Polio 4 IPV (pemberian vaksin polio dengan cara injekasi)
9 Bulan : Campak
18 Bulan : DPT-HB-Hib lanjutan dan Campak lanjutan

Hal penting selain Imunisasi pada bayi ?
Pemberian Vitamin A
Pada bayi dan balita Bunda juga harus memperhatikan pemberian vitamin A yang dilakukan sebanyak 3 kali sampai usia 5 tahun. Pemberian vitamin A dilakukan dipelayanan kesehatan dasar terpadu seperti posyandu setiap bulan Februari dan Agustus.

Manfaat vitamin A yang diberikan pada usia sampai dengan 5 tahun untuk meningkatkan kesehatan mata dan pertumbuhan anak. Dosis yang diberikan pada anak memiliki 2 jenis dosis yakni 100.000 IU pada kapsul biru, dan 200.000 IU pada kapsul merah.

Kapsul Biru
Kapsul biru dengan dosis 100.000 IU diberikan pada anak usia 6-11 bulan, diberikan 1 kali dalam setahun dengan cara ditetes melalui mulut.

Kapsul Merah
Kapsul merah dengan dosis 200.000 IU diberikan pada anak usia 1-5 tahun, diberikan 2 kali dalam setahun dengan cara ditetes melalui mulut.

Sahabat Bunda dapat melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin A pada pelayanan kesehatan terpadu, dan pastikan anak dalam kondisi sehat dan tidak sedang melakukan pengobatan penyakit tertentu. Pemberian dari beberapa jenis vaksinasi dapat menimbulkan efek samping berupa demam pada anak, oleh sebab itu setelah vaksinasi tenaga kesehatan akan memberikan obat penurun panas dalam upaya mengurangi resiko demam yang akan timbul.

BACA JUGA : Tumbuh Kembang dan Stimulasi Bayi 0-6 Bulan