Beranda Anak Mengenal Penyebab Demam Pada Bayi

Mengenal Penyebab Demam Pada Bayi

Saat si kecil mengalami demam membuat Bunda menjadi khawatir dan bingung mengapa si kecil mengalami demam. Demam memang membuat khawatir ni Bunda, namun Bunda jangan gegabah dalam penanganan demam pada anak. 

Bayi memiliki suhu tubuh yang lebih panas dibandingkan orang dewasa. Bayi dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Jadi meski tubuhnya terasa hangat dan kulitnya terlihat memerah, tapi bila termometer menunjukkan angka di bawah 38 derajat Celsius, Si Kecil sebenarnya tidak sedang demam.

Demam Bukanlah Penyakit 

Demam bukanlah penyakit, melainkan pertanda atau gejala dari suatu penyakit. Penyebab demam pada bayi yang paling sering adalah infeksi virus atau bakteri. Tingginya suhu tubuh bayi yang ditunjukkan dengan gejala demam sebenarnya pertanda baik bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang berusaha melawan kuman penyakit yang menyerang.

Sifat dan penanganan demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri tidak sama dengan demam akibat infeksi virus. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

  1. Demam akibat virus terjadi ketika tubuh berupaya melawan penyakit yang disebabkan oleh virus, contohnya ISPA atau diare. Demam jenis ini tidak dapat diobati oleh antibiotik dan biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam 3 hari.
  2. Demam akibat bakteri terjadi saat tubuh melawan infeksi bakteri, seperti pada infeksi telinga, infeksi saluran kemih, atau pneumonia karena bakteri. Demam jenis ini harus lebih diwaspadai, karena bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan benar. Pengobatannya adalah dengan

Selain infeksi virus dan bakteri, naiknya suhu tubuh Si Kecil juga bisa disebabkan oleh berbagai hal lain, di antaranya:

  • Suhu udara yang panas
  • Mengenakan pakaian yang terlalu tebal atau tertutup
  • Imunisasi
  • Tumbuh gigi
  • Penyakit autoimun

Menangani Bayi Panas

Sebaiknya menentukan si kecil demam atau tidak Bunda menggunakan termometer dan mengetahui angka yang di tunjukan, tidak menggunakan rabaan tangan ya Bunda. 

Bayi yang tampak nyaman meski sedang demam sebenarnya tidak memerlukan obat penurun panas. Sebaliknya, saat si kecil yang menjadi lebih rewel, tidak aktif, lesu, atau tidak mau makan dan minum perlu segera diberikan penanganan, meski demamnya tidak terlalu tinggi.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat bayi merasa lebih nyaman saat demam, di antaranya:

  • Memberikannya ASI atau susu formula lebih sering. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, bisa diberikan air putih atau minuman elektrolit khusus bayi. Hal ini untuk mencegah bayi mengalami dehidrasi.
  • Memandikannya dengan air hangat untuk membantu menurunkan panas. Segera angkat Si Kecil dari air ketika ia mulai terlihat menggigil.
  • Memakaikan baju yang nyaman pada Si Kecil dan menutupi tubuhnya dengan kain tipis, ketimbang dengan selimut tebal.
  • Mengompres dahi dan ketiaknya dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat.

Waktu Yang Tepat Memberikan Obat

Jika demam tidak kunjung turun setelah dikompres, Bunda bisa memberikan Si Kecil obat penurun panas khusus bayi, misalnya yang mengandung paracetamol. Namun ingat, pemberian paracetamol pada bayi berusia di bawah 3 bulan harus dengan konsultasi dokter terlebih dahulu.

Berikan obat sesuai dosis yang tertera pada kemasan. Jangan memberikan aspirin kepada Si Kecil, karena obat ini dapat menyebabkan efek samping serius pada bayi dan anak-anak, yaitu sindrom Reye yang bisa berakibat fatal.

Selain itu, obat penurun panas ibuprofen juga sebaiknya tidak diberikan pada bayi, karena berisiko menyebabkan gangguan pencernaan dan ginjal.

Demam yang dialami pada bayi dibawah usia 3 bulan, sebaiknya diperiksakan ke dokter ya Bunda, karena tidak tepat memberikan obat penurun panas pada bayi dibawah usia 3 bulan tanpa resep dokter.

Baca : Penanganan Awal Demam pada Anak Di Rumah