Beranda Kehamilan Mengenal Proses Terjadinya Pembuahan (Fertilisasi)

Mengenal Proses Terjadinya Pembuahan (Fertilisasi)

Proses terjadinya pembuahan (fertilisai) merupakan hal yang didambakan bagi sahabat Bunda yang saat ini sedang melakukan program hamil atau yang baru saja menikah. Mengenal proses terjadinya pembuahan (fertilisasi) sangat penting agar sahabat Bunda menyadari akan pentingnya proses pembuahan yang sempurna.

(Gambar 1. Anatomi Organ Reproduksi Dalam Wanita)

Fertilisasi terjadi karena adanya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum). Pertemuan tersebut terjadi di ampula tuba / ampullar tubal (lihat gambar 1). Ovum (sel telur) yang sudah matur (matang) akan keluar dari ovarium menuju ke ampula tuba dan menunggu sperma datang untuk di buahi.

(Gambar 2. Tempat Terjadinya Pertemuan Sperma dan Ovum)

Ovum (sel telur) yang sudah matang dan menunggu di ampula tuba harus segera di buahi maksimal 24 jam. Ovum (sel telur) yang tidak dibuahi sel sperma dalam waktu 24 jam akan mati dan tidak subur kembali. Sedangkan sperma mampu bertahan hidup didalam rahim selama 3-6 hari dalam kondisi ideal, namun dalam kondisi tertentu sperma akan lebih cepat mati.

Nah bagaimana perjalanan ovum dan sel sperma jika sudah bertemu ?

Sahabat Bunda, jutaan sperma akan keluar setelah ejakulasi namun hanya sekitar 200 sperma yang berhasil menemui sel telur di ampula tuba. Dan hanya satu yang berhasil menembus diding sel telur untuk melakukan pembuahan.

Dalam waktu 24 jam setelah terjadi pembuahan, sel telur akan berubah menjadi zigot dan terbagi menjadi dua sel, jumlah sel akan berlipat ganda setiap 12 jam sampai ia menempel di dinding ovarium.

Tahap – Tahap Perkembangan Zigot
Sahabat Bunda, memperjelas dari yang sudah di bahas di atas. Proses perkembangan zigot di dalam ampula tuba tumbuh dan berkembang melalui 3 tahap selama kurang lebih 280 hari. Tahap-tahap ini meliputi periode preimplantasi (7hari pertama), periode embrionik ( 7 minggu berikutnya) dan periode fetus (7 bulan berikutnya).

1. Periode Preimplantasi

Selama 2–4 hari pertama pasca pembuahan, zigot berkembang dari 1 sel menjadi kelompok 16 sel (morula). Morula kemudian tumbuh dan berdiferensiasi menjadi 100 sel. Selama periode ini, zigot berjalan di sepanjang oviduk, setelah itu masuk ke uterus dan tertanam dalam endometrium uterus. Morula kemudian membentuk bola berongga yang disebut blastosit. Blastosit mempunyai lapisan luar yang disebut tropoblas. Tropoblas ini berkembang membentuk membran embrio, korion, dan amnion. Korion mengalami perkembangan lebih lanjut membentuk vili. Vili ini tumbuh menjadi plasenta. Pada perkembangan lebih lanjut, antara fetus dan plasenta dihubungkan oleh tali pusar. Plasenta berfungsi sebagai jalan pertukaran gas, makanan, dan zat sisa antara ibu dan janin.

(Gambar 3. Proses Pembelahan Sel Zigot sampai Menempel di Ovarium)

2. Periode Embrionik

Periode embrio terjadi pada 2-8 minggu setelah pembuahan. Tahap perkembangan ini didominasi oleh pembentukan kepala. Ciri wajah makin terlihat jelas. Telinga, mata, hidung, dan leher sudah terbentuk secara normal. Pada tahap ini juga terbentuk lengan yang diawali dengan pembentukan jari-jari. Daerah kepala dan jantung akan mengalami pembesaran. Hati juga tumbuh dengan cepat hingga mendominasi organ-organ perut. Ekor akan memendek dan paha akan mengalami perkembangan. Embrio pada akhir periode ini disebut fetus.

(Gambar 4. Perkembangan Embrio)

Pada periode ini, sistem pendukung kehidupan pada embrio juga berkembang dengan pesat. Termasuk dalam sistem ini adalah amnion (kantong ketuban), tali pusar dan plasenta.

Amnion (air ketuban) berasal dari lipatan jaringan tropoblas yang melingkupi sebelah luar embrioblas. Amnion merupakan kantong yang berisi cairan tempat embrio berada. Dinding amnion menghasilkan cairan ketuban yang berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan.

Korion merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion tumbuh keluar membentuk jonjot yang terdiri atas mesoderma dan tropoblas yang berhubungan dengan rahim. Di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah induknya melalui perantaraan plasenta.

Tali pusar terdiri dari dua arteri dan satu vena yang menghubungkan bayi dengan plasenta.

Plasenta berisi kelompok jaringan yang memiliki bentuk seperti piringan dan di dalamnya terdapat pembuluh darah kecil yang terangkai antara ibu dengan bayinya, tetapi tidak bergabung. Pada saat kebanyakan wanita mengetahui mereka hamil, organ-organ utama mulai terbentuk.

Alantois merupakan jaringan yang terletak di dalam tali pusat. Di dalam alantois berkembang banyak pembuluh darah yang berfungsi menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta. Antara amnion dan plasenta terdapat kantong kuning telur (yolksack) atau sacus vatelianus. Yolksack merupakan tempat munculnya sel-sel darah dan pembuluh darah yang pertama. Bagian ini berfungsi menyediakan makanan utama bagi embrio.

 

3. Periode Fetus (Janin)

Periode ini merupakan periode bentuk dan organ fetus (Janin) yang sudah lengkap dan berkembang sampai seluruh sel dan organ sel matang, terjadi sejak 8 minggu setelah pembuahan.

(Gambar 5. Proses Pertumbuhan Fetus / Janin)

Selama 6 bulan pada periode fetus akan terjadi perkembangan yang sangat cepat dan terjadi perbaikan proporsi komponen tubuh melalui diferensiasi jaringan. Pada periode ini terjadi perkembangan tubuh dengan pesat, sehingga proporsi kepala akan berkurang sebesar setengah dari seluruh panjang tubuh.

(Gambar 6. Proses Perkembangan Hari Pertama Sampai 40 Minggu)

Tahap-tahap periode ini lah yang harus diperhatikan oleh sahabat Bunda untuk menjaga fisik tubuh agar sehat dan tidak terlalu lelah. Mengkonsumsi vitamin dan makanan yang seimbang, menghindari trauma (jatuh,benturan) yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan calon bayi bunda.