Beranda Kehamilan Mengenal Tanda – Tanda Pasti Menjelang Persalinan

Mengenal Tanda – Tanda Pasti Menjelang Persalinan

Sahabat Bunda yang saat ini memasuki kehamilan trimester tiga sudah saatnya mengenal tanda-tanda persalinan, untuk menghindari keterlambatan dalam penanganan saat Bunda mengalami tanda-tanda reaksi untuk bersalin (melahirkan).

Memasuki usia kehamilan 36-40 minggu janin sudah mulai siap untuk lahir kedunia dengan proses alamiah, dan diawali dengan kontraksi yang muncul secara teratur dan terus menerus. Bagaimanakah kontraksi yang menandakan proses persalinan dan tanda-tanda lain saat mendekati persalinan, kita simak ya sahabat Bunda.

 

1. Bunda mulai merasakan janin mulai berada diarea bawah perut (panggul).

Memasuki usia kehamilan 36-40 minggu saat janin memiliki reaksi untuk lahir, akan memposisikan mendekati jalan lahir dan bunda mulai merasakan janin memasuki daerah panggul hal ini terjadi sekitar 2-4 minggu menjelang persalinan.

Posisi kepala bayi menyesuaikan ruas rongga panggul yang merupakan jalan lahir yang akan dilalui. Semakin mendekati persalinan kepala janin semakin turun kebawah mengikuti jalan lahir.

2. Meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Saat janin mulai turun memasuki rongga panggul, kepala janin akan menekan area kandung kemih Bunda, oleh sebab itu luas penampungan air urine dikandung kemih yang normal akan berkurang, karena adanya tekanan dari kepala janin. Karena itulah saat ini frekuensi buang air kecil Bunda semakin sering.

Semakin mendekati persalinan dan janin semakin memasuki ruas panggul melalui jalan lahir kepala janin akan semakin menekan daerah kandung kemih, sehingga semakin sering pula bunda buang air kecil dan air kecil yang keluar tidak terlalu banyak, karena air urine yang ditampung dikandung kemih Bunda berkurang.

3. Adanya kontraksi.

Kontraksi menjelang persalinan akan Bunda rasakan dengan dua jenis kategori kontraksi. Kotraksi palsu dan kontraksi asli. Kontraksi palsu dinamakan Braxton Hicks, dikatakan kontraksi palsu karena pada tahap ini Bunda merasakan keram perut yang sedang di area perut atau panggul dan hilang timbul. Kontraksi palsu ini terjadi selama 10 menit dengan durasi <10 detik/kontraksi dan berlangsung 1-2x kontraksi / 10 menit.

Kontraksi asli merupakan kontraksi yang dirasakan sangat kuat dan terus menerus dirasakan diseluruh perut menjalar sampai ke pinggang dan paha. Kontraksi asli akan menimbulkan tekanan/ remasan pada seluruh rahim sehingga janin tertekan dan keluar melalui jalan lahir. Kontraksi asli terjadi 4- 5 x kontraksi selama 10 menit dengan durasi > 40 detik setiap kontraksi

4. Nyeri punggung.

Bunda akan mulai merasakan nyeri pada punggung, keram bagian perut layaknya saat kram mantruasi, nyeri kram ini juga terkadang sering dirasakan diarea pangkal paha.

5. Terdapat lendir kental disertai darah.

Selama kehamilan, serviks Bunda ditutupi dengan lendir yang kental yang disebut bloody show. Saat janin memasuki jalan lahir, serviks akan semakin membuka, pada saat itu pula lendir kental yang menutupi saat kehamilan akan keluar karena terbukanya serviks. Karena tekanan dan perluasan serviks atau jalan lahir yang mengikuti bentuk kepala janin maka lendir akan bercampur darah merah muda yang terdapat pada area perluasan serviks atau jalan lahir.

Lendir yang bercampur darah semakin banyak keluar melalui jalan lahir (vagina) seiring terbukanya jalan lahir karena tekanan kepala janin. Namun jika darah yang keluar banyak seperti menstrusai sahabat Bunda harus segera mengecek kedokter, karena kemungkinan adanya masalah yang terjadi.

Lendir yang bercampur darah ini tidak semata-mata keluar saat menjelang persalinan saja sahabat Bunda, saat Bunda selesai bersenggama juga terkadang keluar lendir seperti ini. Saat bunda merasakan lendir seperti ini pasca bersenggama sebaiknya bunda beristirahat sejenak.

6. Air ketuban yang pecah.

Pecahnya air ketuban merupakan tanda pasti persalinan akan dimulai. Ketuban dapat dipecahkan dengan manual saat Bunda berada di kamar bersalin, dimana tanda persalinan sudah mulai terlihat nanum ketuban Bunda belum pecah. Atau ketuban pecah dengan sendirinya saat Bunda masih di rumah atau sebelum bunda berada dikamar bersalin.

Selaput ketuban merupakan perlindungan janin dari lingkungan luar rahim. Saat ketuban sudah mulai pecah namun tanda persalinan belum dirasakan seperti belum adanya penurunan kepala dijalan lahir, tidak adanya kontraksi maka jika penanganan terlalu lama akan meningkatkan potensi terkenanya infeksi.

Saat Bunda sudah mulai merasakan tanda-tanda persalinan segeralah datang kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan dan mempersiapkan persalinan. Apabila Bunda sudah mengalami pecah ketuban sebelum dikamar bersalin segeralah ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan. Persalinan akan berlangsung kurang lebih 24 jam setelah ketuban pecah.

Baca Juga : Proses Perkembangan Janin Pada Tiap Trimester Kehamilan