Beranda Keluarga Mengenal Vaginismus (Gangguan Pada Vagina)

Mengenal Vaginismus (Gangguan Pada Vagina)

Vaginismus adalah gangguan pada vagina perempuan, di mana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat mengalami penetrasi seksual. Meski hubungan seks dilanjutkan, ada risiko perempuan merasa kesakitan.

Vaginismus tidak memengaruhi gairah seksual seseorang, namun dapat menghambat hubungan intim. Vaginismus bisa menyebabkan rasa sakit, susah saat penetrasi dan mengakibatkan rasa tidak puas saat berhubungan seksual. Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga sakit bahkan sensasi perih dan panas seperti terbakar.

Gejala Vaginismus

Sebenarnya gejala dan tanda-tanda vaginismus ini bermacam-macam dan berbeda pada setiap perempuan yang mengalaminya. Semua tergantung pada tingkat keparahan kondisi masing-masing. Berikut gejala yang mungkin timbul, diantaranya:

  • Penetrasi sakit (dispareunia) dengan vagina yang mengencang secara refleks dan terasa perih, kadang sakitnya sulit ditahan
  • Kesulitan saat melakukan penetrasi
  • Tidak dapat atau gagal melakukan penetrasi
  • Kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi
  • Rasa sakit seksual jangka panjang
  • Rasa sakit saat memasang tampon, jika kamu memakai benda ini
  • Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis.

Penyebab Vaginismus

Kondisi vaginismus ini tidak memiliki penyebab khusus yang jelas. Tapi ada beberapa penyebab non-fisik yang penting untuk kamu ketahui:

Ketakutan atau antisipasi terhadap rasa sakit saat berhubungan, ketakutan akan adanya luka bahkan robek di area intim, takut untuk hamil, atau takut tidak memuaskan pasangan.

  • Gelisah atau stres. Bagi perempuan yang mengalami vaginismus, mereka kerap mengalami isu kekerasan, rasa tidak percaya diri, menjauh secara emosional, ketidakpercayaan, kecemasan terhadap perasaan menderita, dan kehilangan kendali.
  • Kejadian traumatis. Ada kejadian tak terlupakan yang sangat ditakuti seperti perkosaan, sejarah kekerasan fisik dan juga kekerasan seksual.
  • Pengalaman masa kecil. Cara didik orang tua juga sangat memengaruhi. Ada pula sebab lain seperti paparan terhadap gambar porno di fase belum cukup umur yang membuat seorang anak merasa ketakutan, ini juga dapat sangat berpengaruh. 
  • Tanpa penyebab. Kadang vaginismus bisa terjadi tanpa ada penyebab khusus. Setelah digali pada orang yang mengalaminya, ditemukan gejala tapi tanpa sebab yang jelas. 
  • Kondisi fisik dapat meliputi: persalinan, perubahan yang terkait usia, rasa tidak nyaman, trauma pada pelvis, sejarah kekerasan, efek samping pengobatan.

Vaginismus ini tidak hanya terjadi pada perempuan di usia lanjut saja, banyak juga perempuan usia muda yang mengalaminya. Vaginismus ada dua macam menurut yang mengalaminya, dapat berlangsung seumur hidup (primer) atau sementara (sekunder).  Kondisi tersebut bisa diselamatkan dengan pelumas untuk mengurangi rasa sakit.