Beranda Anak Mengenali Gejala Anak Menderita Retinoblastoma

Mengenali Gejala Anak Menderita Retinoblastoma

Ada banyak sekali gangguan yang dapat terjadi di bagian tubuh kita, salah satunya adalah gangguan yang mungkin terjadi pada mata. Apakah bunda tahu, gangguan pada mata, dengan nama retinoblastoma? Dimana gangguan ini lebih rentan terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa.

Untuk lebih lengkapnya tentang retinoblastoma, bunda bisa lihat penjelasannya dibawah ini.

Apa Itu Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi pada mata, yang merupakan lapisan sensitif di bagian dalam mata. Bagian mata bernama retina sendiri, terdiri dari beberapa jaringan saraf, dimana saraf akan merasakan cahaya saat datang melalui bagian depan mata. Lalu, retina akan mengirimkan sinyal melalui saraf optik ke otak, dan sinyal-sinyal ini, nantinya akan ditafsirkan sebagai gambar. 

Retinoblastoma sendiri, merupakan bentuk kanker mata yang langka. Apalagi, bentuk kanker pada mata ini umum terjadi pada anak-anak, sehingga jarang untuk terdeteksi. Tetapi jika bunda melihat gejala ini pada Si kecil, tidak ada salahnya bunda melakukan konsultasi atau pemeriksaan di rumah sakit:

  • Adanya warna putih ditengah lingkaran mata (pupil), ketika cahaya  bersinar di mata. 
  • Mata Si kecil terlihat menarik ke arah yang berbeda
  • Mata merah
  • Mata bengkak

Penyebab Terjadinya Retinoblastoma

Retinoblastoma terjadi, saat sel-sel saraf di retina mengalami mutasi gen. Mutasi yang terjadi, akan menyebabkan sel untuk terus tumbuh dan bertambah banyak, ketika sel yang sehat akan mati. Massa sel yang terakumulasi ini akan membentuk tumor. 

Perkembangan sel-sel retinoblastoma ini nantinya juga bisa mengganggu organ tubuh yang lainya, seperti menyebar ke otak dan tulang belakang. Belum ada alasan khusus, apa penyebab terjadinya mutasi gen yang menyebabkan retinoblastoma pada anak. Namun ada kemungkinan, retinoblastoma yang dialami anak-anak, merupakan mutasi genetik dari orang tuanya. 

Retinoblastoma herediter merupakan salah satu jenis kanker mata yang diturunkan orang tua ke anaknya, melalui pola dominan autosom. Artinya, hanya satu orang tua yang membutuhkan satu salinan gen, saat terjadinya mutasi, untuk meneruskan peningkatan risiko retinoblastoma pada anak. Jika salah satu orang tua membawa mutasi gen ini, kemungkinan setiap anak akan memiliki peluang sebesar 50 persen untuk mewarisi gen ini. 

Penanganan yang Bisa Dilakukan Saat Anak Didiagnosis Retinoblastoma

Bagi anak dengan retinoblastoma yang diwariskan, cenderung menunjukan gejala pada usia dini. Retinoblastoma herediter bisa terjadi pada satu mata atau kedua matanya. 

Walau retinoblastoma merupakan mutasi genetik dari orang tua ke anak, bukan berarti kenaker ini tidak bisa dihindari. Ada beberapa tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis retinoblastoma, meliputi:

  • Tes Mata

Saat bunda membawa anak untuk melaksanakan pemeriksaan ke dokter mata. Dokter, akan melakukan pemeriksaan mata untuk menentukan, apa yang menyebabkan gejala dan tandanya. Saat dokter mata melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mungkin dokter akan merekomendasikan penggunaan anestesi, untuk menjaga anak tetap diam.

  • Tes Pencitraan 

Melakukan pemindaian dan tes pencitraan lainya, dapat membantu dokter untuk menentukan, apakah retinoblastoma telah berkembang, sehingga mempengaruhi struktur lain di sekitar mata. Tes pencitraan ini sendiri berupa ultrasound, computerized tomography (CT), serta scan and magnetic resonance imaging (MRI).

  • Melakukan Konsultasi dengan Dokter Lain

Kemungkinan dokter anak akan merujuk bunda dan ayah, untuk melakukan konsultasi ke spesialis lainnya, seperti ke dokter yang memiliki spesialis dalam mengobati kanker atau dikenal dengan ahli onkologi, konselor genetik, maupun ahli bedah.

Bunda, perawatan terbaik bagi anak dengan retinoblastoma, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Apakah kanker telah menyebar ke daerah lainya secara keseluruhan. Tujuan pengobatan yang dilakukan dokter anak adalah bekerja untuk menjaga penglihatannya.