Beranda Persalinan Mengetahui Tanda Bayi Cukup ASI 

Mengetahui Tanda Bayi Cukup ASI 

Pemberian ASI untuk bayi bisa dilakukan dengan dua cara, yakni menyusui langsung melalui payudara maupun memompa ASI dan memberikannya dengan botol/disuapi.

ASI yang diberikan dalam botol mungkin mudah untuk diukur dan diketahui jumlahnya. Sedangkan ketika bayi mendapatkan ASI dengan menyusu pada payudara secara langsung, jumlah ASI yang diminum bayi setiap harinya jadi lebih sulit diukur. Padahal, mengetahui asupan ASI yang diperoleh bayi dapat membantu memberi tanda apakah jumlah yang ia dapatkan cukup atau kurang.

Tanda Bayi Cukup ASI

Ada beberapa tanda yang dapat Bunda perhatikan sebagai petunjuk apakah bayi sudah minum cukup ASI atau belum, diataranya :

  1. Hal utama sebagai parameter adalah berat badan bayi bertambah. 

Bayi yang sehat dan mendapatkan cukup ASI akan mengalami kenaikan berat badan yang konstan. Dalam 3-4 hari setelah lahir, berat badan bayi pada umumnya turun hingga sekitar tujuh persen. Beberapa minggu kemudian atau ketika usia bayi menginjak 10-14 hari biasanya berat badannya sudah kembali mencapai berat saat lahir.

Setelah itu, seiring semakin lancar dan banyaknya pemberian ASI berat badan bayi akan terus mengalami peningkatan. Ini merupakan salah satu tanda bayi cukup minum ASI. Pada pemeriksaan rutin setelah lahir berat badan bayi selalu ditimbang. Cara ini bisa sebagai tanda atau ciri bagi dokter dan Bunda menilai apakah bayi sudah cukup minum ASI.

  1. Frekuensi menyusu bayi 

Bayi baru  lahir biasanya akan menyusu setiap 2-3 jam sekali dengan waktu atau jadwal menyusui kurang lebih 8-12 kali per hari. Frekuensi menyusu yang tinggi baik untuk Bunda dan bayi, juga untuk memberi tanda bahwa ia cukup minum ASI.

Pasalnya, semakin sering bayi menyusu produksi ASI dalam tubuh juga akan semakin meningkat. Dengan kata lain, ASI yang Anda hasilkan bisa lebih lancar. Hindari membatasi keinginan bayi untuk menyusu sebelum ia menunjukkan kenyang atau cukup minum ASI. 

Sebaliknya, biarkan bayi yang menentukan lama waktu selama menyusui setidaknya sampai ia terlihat kenyang dan cukup minum ASI. Dengan mengoptimalkan keinginan bayi untuk menyusu, bisa menjadi tanda untuk mengetahui bahwa dirinya mendapatkan cukup ASI. 

Pada masa-masa growth spurt atau lonjakan pertumbuhan (biasanya pada usia 2 minggu, 3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan) bayi dapat menyusu lebih banyak dan sering.

Semakin besar usia bayi, kemampuannya dalam menyusu biasanya akan semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya kebutuhan ASI bayi. Hanya saja, durasi bayi saat menyusui biasanya cenderung lebih singkat sampai akhirnya ia menunjukkan tanda cukup minum ASI. Namun beberapa bayi memiliki pola menyusu yang tidak rutin.

  1. Menghitung Jumlah BAK dan BAB Bayi

Jika bayi Bunda tidak menggunakan popok kain mungkin agak sulit untuk mengecek berapa banyak buang air kecil/besarnya (pup) sebagai salah satu tanda telah cukup minum ASI.

Bila bayi Bunda menggunakan popok kain, panduan di bawah ini dapat dijadikan pembanding dan tanda untuk tahu apakah bayi mendapatkan cukup ASI atau tidak, diantaranya:

Usia 1-2 hari

Tanda bayi cukup ASI saat buang air kecil 1-2 popok dalam 24 jam.

Tanda bayi cukup ASI buang air besar berwarna hitam kehijauan.

Usia 2-6 hari

Tanda bayi cukup ASI buang air kecil 5-6 popok dalam 24 jam.

Tanda bayi cukup ASI minimal 3 kali buang air besar berwarna kehijauan.

Usia 6-42 hari

Tanda bayi cukup ASI buang air kecil 5-6 popok dalam 24 jam.
Tanda bayi cukup ASI minimal 3-5 kali buang air besar yang sangat lembek dan kuning.

Usia 6 minggu ke atas

Tanda bayi cukup ASI buang air kecil 5-6 popok dalam 24 jam.

Tanda bayi cukup ASI frekuensi buang air besar mulai berkurang.

Frekuensi buang air kecil dan besar yang teratur merupakan tanda atau ciri bahwa bayi sudah cukup minum ASI.

  1. Payudara Berbeda Saat Setelah Menyusui

Menyusui seharusnya tidak menyakitkan. Pada perlekatan bayi yang baik saat bayi menyusu payudara akan terasa ditarik perlahan, bukan seperti gigitan atau cubitan pada puting payudara.

Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pastikan Bunda membawa bayi ke arah payudara Bunda dan bukan mendekatkan payudara Bunda kepada bayi.

Bila proses menyusui berjalan dengan baik, payudara yang tadinya terasa penuh akan terasa kosong setelah bayi selesai menyusu. Sadar atau tidak, cara ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mendapatkan cukup ASI.