Beranda Anak Menjadi Orang Tua Digital

Menjadi Orang Tua Digital

Menjadi orang tua di era digital membutuhkan persiapan untuk mendampingi anak sesuai dengan zamannya. Apakah Bunda dan Ayah telah mempersiapkannya menghadapi kemajuan teknologi dan era digital yang semakin terus berkembang.

Era digital merupakan kemajuan dan perubahan teknologi mekanik elektronik analog ke teknologi digital. Perkembangan era digital dimulai sejak tahun 1980. Dimana perkembangan teknologi digital ditunjukan melalui semakin canggihnya teknologi komputer,tumbuhnya telekomunikasi handphone, lahirnya perkembangan internet, dan perkembangan jejaring sosial dengan segala fungsi dan kegunaan yang berada didalamnya.

Teknologi Bermanfaat

Perkembangan teknologi memudahkan kita dalam menyampaikan informasi, berkomunikasi, mendapatkan ilmu dan pengetahuan, membangun kerajaan bisnis skala internasional, membangun komunikasi dengan jarak jauh, dan memudahkan kita menemui sanak saudara yang mungkin sudah lama tidak berjumpa.

Bahkan perkembangan teknologi membantu perbaikan pelayanan publik skala nasional dengan memperbaiki data yang pada zamannya menggunakan pencatatan manual. Dan berbagai bidang pembelajaran saat ini dapat dilakukan dengan komunikasi jarak jauh.

Lalu bagaimana jika perkembangan semakin besar anak tidak dapat memanfaatkan dengan baik, bahkan orang tua tidak dapat mengajarkannya? Mungkinkah kita akan menjadi generasi yang tertinggal  dengan perkembangan digital atau bahkan menjadi generasi yang menikmati hal yang negatif ?

Anak Generasi Digital, Orang Tua Imigran Digital

Anak-anak generasi masa kini merupakan generasi digital native, yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir (from, Ikatan Dokter Indonesia).  

Generasi imigran digital merupakan individu yang lahir sebelum munculnya teknologi digital, sedangkan generasi digital merupakan individu yang lahir setelah adopsi teknologi digital.

Sudahkah Ayah dan Bunda mempersiapkannya?

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Ayah dan Bunda diharapkan mampu melindungi anak-anak dari ancaman era digital, tetapi tidak menghalangi potensi manfaat yang bisa ditawarkannya. Berikut beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda perhatikan diantaranya ;

  • Kesehatan Mata Anak.

Paparan berlebihan terhadap penggunaan telepon pintar dapat memicu penglihatan yang buruk. Ayah dan Bunda harus memberi pemahaman yang baik tentang jarak pandang antara mata dan layar telepon. Yakni 30 cm, dengan tatapan lurus sejajar, jangan membiarkan anak menatap layar telepon dengan  kondisi berbaring.

  • Masalah Tidur.

Masalah tidur anak dapat terjadi karena lamanya melihat layar digital, dan konten yang dilihat di dalam media sosial.

  • Kesulitan Konsentrasi.

Penggunaan media digital memiliki efek pada keterampilan mengubah perhatian anak, sehingga dapat menimbulkan perilaku terlalu aktif dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

  • Menurunnya Prestasi Belajar.

Penggunaan media digital yang berlebihan dapat menurunkan prestasi belajar anak, hal ini merupakan efek dari rasa ketergantungan untuk melihat dan memainkan terus menerus.

  • Perkembangan Fisik.

Penggunaan media digital membuat anak malas bergerak dan membatasi aktifitas fisik, yang sesungguhnya aktivitas fisik diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak secara optimal.

  • Perkembangan Sosial.

Kelebihan penggunaan media sosial membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mementingkan diri sendiri sehingga sulit bergaul secara langsung. Bahkan anak akan memiliki kesulitan mengenali berbagai nuansa perasaan.

  • Perkembangan Otak dan Hubungannya dengan Penggunaan Media Digital.

Penting bagi anak-anak untuk menyeimbangkan antara bermain di perangkat digital dan bermain di dunia nyata dengan keaktifan fisik dan juga kebutuhan berimajinasi dalam bermain nyata.

  • Menunda Perkembangan Bahasa Anak.

Penelitian telah menunjukan bahwa penggunaan media digital dapat menunda perkembangan bahasa anak, terutama untuk anak-anak usia 2 tahun dan dibawahnya. Hal ini dikarenakan interaksi dan komunikasi antara manusia satu dengan yang lain kurang. Membuat anak lebih jarang berbicara.

Pendampingan Generasi Digital

Peran Ayah dan Bunda merupakan pendamping dan pembelajar untuk anak. Sebagian penyebab timbulnya masalah yang dialami anak pada penggunaan media sosial adalah bentuk pengawasan dan pemahaman terhadap media digital oleh orang tua, sedangkan orang tua sangat berperan dalam pengawasan dan pendampingan generasi digital.

Berikut beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda pahami dan terus kembangkan untuk menjadi pendamping generasi digital, diantaranya :

  • Meningkatkan Pengetahuan.

Ayah dan Bunda akan sulit untuk menetapkan peraturan bila tidak mengerti apa itu blog atau bagaimana cara menggunakan twitter atau facebook. Luangkan waktu untuk melihat situs yang pernah dikunjungi anak.

  • Mengarahkan penggunaan perangkat dan media digital dengan jelas.

Jika anak sudah terpapar perangkat digital, lebih baik untuk mengarahkan dengan komunikasi efektif untuk memutuskan berapa lama dan kapan mereka dapat menggunakannya.

Sepakati waktu penggunaan dan waktu untuk berhenti memanfaatkan perangkat media digital di malam hari.

  • Imbangi waktu menggunakan media digital dengan interaksi di dunia nyata.

Ayah dan Bunda dapat mengimbangi paparan media digital dengan mengenalkan pengalaman dunia nyata seperti, aktivitas berkesenian, kegiatan luar ruangan, olahraga, membaca interaktif, musik, tarian, permainan tradisional dan sebagainya kepada anak.

  • Pinjamkan anak perangkat digital sesuai kebutuhan.

Pinjamkan anak perangkat digital seperti ipad, telepon pintar, dan komputer agar mereka dapat belajar mengendalikan diri dan belajar menggunakannya bersama keluarga.

  • Pilihkan program atau aplikasi positif.

Ayah dan Bunda perlu mengidentifikasi program/aplikasi yang memiliki edukasi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan anak.

  • Mendampingi dan meningkatkan interaksi.

Ayah dan Bunda sangat dianjurkan mendampingi dan berinteraksi dengan anak selama penggunaan media digital. Dampingi anak saat berselancar di dunia maya menggunakan satu perangkat digital pada kesempatan yang sama sebagai aktivitas keluarga.

  • Gunakan perangkat digital secara bijaksana.

Ayah dan Bunda diwajibkan untuk bijaksana menggunakan perangkat digital selama berinteraksi dengan anak. Apabila Ayah dan Bunda kurang bijaksana dalam penggunaan media digital didepan anak, maka anak akan melihat dan meniru cara Ayah dan Bunda berkomunikasi saat menggunakan media digital.

Ayah dan Bunda juga harus menghindari penggunaan media digital sebelum tidur, karena aktivitas tersebut akan direkam anak dan anak akan menirunya.

  • Aktivitas dunia maya.

Komunikasi jarak jauh, membaca media, melihat gambar dan video merupakan kegiatan dunia maya, saat inilah yang tepat bagi orang tua untuk mempersiapkan anak berkunjung ke dunia maya, dengan pendampingan dan pemahaman yang baik. Anak akan membuat batasan sendiri dan menghindari konten negatif apabila anak telah diberikan pemahaman atas hal tersebut.

  • Telusuri aktivitas anak di dunia maya.

Ayah dan Bunda dapat memonitor situs web yang pernah dikunjungi , dan pastikan anak-anak tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai usia. Saat ini telah ada program perangkat lunak penyaring web (web-filtering) yang dapat membantu orang tua dalam melakukan scan ataupun memblok alamat website yang mengandung fitur yang tidak sesuai dengan perkembangan anak

Pastikan Ayah dan Bunda juga sebagai pemeran yang bijaksana dalam penggunaan media digital. Dimana segala tindakan dan pola yang dilakukan Ayah dan Bunda akan direkam anak, dan anak akan menirunya. Luangkan waktu untuk berinteraksi dan beraktivitas bersama untuk menghindari hal negatif dari media sosial.