Beranda Persalinan Mitos atau Fakta, ASI Jika Mengenai Kelamin Dapat Mandul?

Mitos atau Fakta, ASI Jika Mengenai Kelamin Dapat Mandul?

Mengenai ASI, banyak hal yang dapat Bunda bahas. Salah satu pembahasan mengenai ASI adalah seputar fakta dan mitos yang berkembang di masyarakat.

Sejatinya mitos yang berkembang di masyarakat merupakan hal yang bertujuan baik, meski terkadang tidak masuk akal, dan membuat Bunda yang baru menjadi Ibu menyusui bingung dan khawatir.

Seputar Fakta dan Mitos ASI

Salah satu yang beredar di masyarakat adalah, jika ASI yang keluar dari payudara mengenai kelamin bayi maka bayi tersebut akan mandul. Oleh sebab itu banyak sekali Bunda-Bunda yang menutupi kelamin berlapis-lapis saat menyusui agar tidak mengenai kelamin si kecil. Dan ternyata hal tersebut adalah mitos ya Bunda.

Faktanya, ASI merupakan komponen yang 90% mengandung air. Sifatnya sangat menyehatkan untuk tubuh si kecil jika diminum secara rutin dan cukup. ASI tentu jika terkena kulit, kelamin dan mata tidak akan membahayakan si kecil, bahkan membuat mandul tentu tidak ya Bunda. 

Namun jika si kecil sakit mata / belekan, tidak disarankan ASI sebagai obat tetes matanya ya Bunda. Karena mata merupakan bagian yang steril nih Bunda. Bunda hanya boleh memberikannya salep atau tetes mata yang steril dan sesuai dengan rekomendasi dokter. 

Jika saat menyusui tidak sengaja ASI menyumprat ke area mata dan telinga tentu tidak jadi masalah ya Bunda. Bunda cukup membersihkannya dengan tisu/ kain halus. 

Fakta dan Mitos Lain

Selain fakta dan mitos tersebut, berikut fakta dan mitos yang mungkin pernah Bunda dengar, diantaranya :

  • Mitos: ASI pertama- Kolostrum, adalah susu basi yang tidak baik untuk bayi.

Fakta: Kolostrum mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh dan zat penting lainnya untuk ‘mematang’-kan usus. Jadi jangan dibuang colostrumnya ya Bunda, meskipun memang keluarnya hanya sedikit.

  • Mitos: Payudara berukuran kecil tidak dapat menghasilkan ASI banyak.

Fakta: Besar kecilnya payudara ditentukan banyak sedikit lemak, bukan jumlah kelenjar susu. Jadi jika payudara kecil juga dapat memproduksi ASI yang banyak asal Bunda rajin melakukan manajemen laktasi. 

  • Mitos: ASI belum keluar pada hari 1 & 2 atau sedikit, perlu diberi formula /air gula supaya tidak kelaparan.

Fakta: Meski tidak terasa keluar, kolostrum akan keluar sedikit cukup untuk kebutuhan bayi.

2 x 24 jam tak diperlukan asupan makanan sebab dibekali dari kandungan ibu. kolostrum 1 – 2 hari pertama sangat baik untuk usus si kecil.

  • Mitos: Formula yang mahal dapat menyamai ASI.

Fakta: Formula semahal apapun tak dapat menyamai ASI sebab ASI cairan hidup yang selalu

berubah setiap saat sesuai kebutuhan si kecil sedang formula cairan mati yang tak pernah berubah.

  • Mitos: Formula yang mengandung DHA dan AA akan membuat anak formula lebih pandai.

Fakta: Lemak ASI sebagian besar adalah PUFA (lemak Ikatan Panjang) bakal DHA dan AA. Lemak susu sapi lemak ikatan pendek dan medium hingga harus ditambah DHA dan AA, ASI cairan hidup mengandung penyerap lemak selain zat lemak sedang formula cairan mati tergantung penyerapan di usus bayi, sedangkan usus bayi masih belum sempurna. 

  • Mitos: Ibu yang minum banyak susu akan menghasilkan ASI banyak. 

Fakta: Banyak sedikit produksi ASI ditentukan banyak sedikitnya ASI dikeluarkan. Makin banyak dikeluarkan makin banyak diproduksi, tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman tertentu. 

  • Mitos: Ibu sakit harus berhenti menyusui karena bisa menularkan pada bayinya.

Fakta: Ibu sakit tetap menyusui sebab ketika sakit, tubuh ibu membuat zat kekebalan terhadap penyakitnya. Zat kekebalan ini disalurkan pada bayinya melalui ASI sehingga bayi tidak sakit.

  • Mitos: Sebelum menyusui puting susu dibersihkan dengan kapas air panas. 

Fakta: Puting susu dibersihkan dengan ASI yang diperah sedikit sebelum menyusui akan lebih baik karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit. Sedangkan air panas di kapas bisa membawa bakteri yang tidak ada zat kekebalan nya di ASI ibu.

  • Mitos: Bayi menangis berarti ASI nya kurang.

Fakta: Menangis belum tentu bayinya lapar. Sebaliknya bayi yang menangis karena lapar, bayi ini sudah sangat lapar dan biasanya dia akan menolak menyusui.

  • Mitos: Menyusui menyebabkan payudara kendur.

Fakta: Payudara kendur disebabkan kehamilan dan usia yang bertambah.

  • Mitos: Puting terbenam tak dapat menyusui.

Fakta: Menyusu pada puting dan areola, bukan pada puting susu saja.

  • Mitos: Memberi ASI mengganggu hubungan suami istri.

Fakta: Hubungan suami istri dapat kembali setelah sembuh dari proses melahirkan.