Beranda Persalinan Panduan Penggunaan Nipple Shield Saat Menyusui

Panduan Penggunaan Nipple Shield Saat Menyusui

Penggunaan nipple shield atau pelindung puting memang dibutuhkan bagi Bunda yang memiliki kendala menyusui, seperti puting terlalu datar, puting terlalu besar, puting yang luka dan bayi yang bingung puting. 

Terbuat dari silikon transparan, nipple shield akan membantu melekatkan mulut bayi pada puting Bunda sehingga bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup. Meski begitu, ibu menyusui harus mengetahui tiga hal ini sebelum menggunakan nipple shield.

Panduan Penting Penggunaan Nipple Shield

Bagi para Bunda yang akan menggunakan nipple shield sebaiknya ketahui beberapa hal berikut sebelum menggunakannya, diantaranya :

  1. Tidak boleh terlalu sering menggunakan nipple shield

Nipple shield sendiri berfungsi untuk menyalurkan ASI dari puting Bunda ke mulut bayi. Meski menggunakan nipple shield, pelindung puting ini tak akan menghalangi aliran susu dari payudara. Kendati dianjurkan untuk membantu proses menyusui, Bunda perlu membatasi penggunaan nipple shield itu sendiri.

Pemakaian nipple shield terlalu sering akan mengurangi ikatan antara Bunda dan bayi. Karena bagaimana pun, menyusui langsung dengan melekatkan areola payudara ke mulut bayi adalah hal terbaik untuk mempererat jalinan Bunda dan anak.

Selain itu, kurangnya sentuhan langsung antara puting dengan mulut bayi juga akan menghambat stimulasi ASI saat bayi mulai menyusui langsung melalui puting Bunda. Bagi Bunda yang mempunyai kendala dengan puting datar, cobalah untuk terus melekatkan areola dengan mulut bayi, karena semakin lama diisap, puting akan menyesuaikan dengan mulut bayi.

Bagi ibu yang memiliki puting besar tentu merasa khawatir dengan terhambatnya kegiatan menyusui, namun tak perlu cemas karena ada cara tertentu untuk mengatasi masalah tersebut.

  1. Pilih nipple shield yang sesuai dengan ukuran puting

Memilih ukuran nipple shield juga tak boleh sembarangan, karena ibu harus menyesuaikan ukuran puting payudaranya dengan ukuran nipple shield yang akan dibeli. Menggunakan pelindung puting yang tak sesuai ukuran bisa menimbulkan banyak masalah, mulai dari puting luka hingga bayi tak bisa menjangkau nipple shield karena ukuran mulutnya yang terlalu kecil.

Ukuran nipple shield yang tidak pas juga memungkinkan Bunda tidak mendapatkan cukup rangsangan untuk menyuplai susu. Nipple shield dibentuk dengan adanya sedikit ruang yang dikhususkan untuk menampung ASI sebelum diminum langsung oleh bayi. Karenanya, Bunda harus memilih pelindung puting yang tepat untuk memudahkan bayi meminum ASI tanpa mengalami kebingungan.

  1. Jangan menyimpan nipple shield di tempat lembap, karena berisiko ditumbuhi jamur

Selain memilih pelindung puting yang tepat, ibu juga perlu memperhatikan tata cara penyimpanan nipple shield. Hindari menyimpannya di tempat yang terpapar matahari langsung. Untuk mencegah adanya crack pada nipple shield, sebaiknya simpan pelindung puting di sebuah wadah tertutup yang berisi air guna menjaga kelembapannya.

Nipple shield juga mudah dibersihkan, lho. Tak perlu mencucinya dengan air hangat, pelindung puting hanya perlu dibersihkan dengan air bersih. Jika ingin mencucinya dengan sabun, maka pilihlah sabun cuci khusus untuk mencuci botol susu bayi agar lebih higienis.

  1. Jangan menggunting ujung silikon nipple shield

Hal lain yang perlu Bunda ketahui adalah, jangan menggunting ujung silikon pada nipple shield. Kebanyakan Bunda beranggapan bahwa menggunting ujung pelindung puting yang sudah lama dipakai adalah cara yang tepat untuk memudah bayi meminum ASI. Namun, hal tersebut justru akan membahayakan Bunda dan bayi.

Sebenarnya cara tersebut tidak masalah dilakukan bila nipple shield terbuat dari karet, plastik atau lateks. Namun, menggunting nipple shield yang berbahan silikon akan membuat bibir anak dan puting Bunda luka. Oleh sebab itu, gunakan nipple shield sebijak mungkin agar tak membahayakan keduanya.

  1. Pompa ASI setelah menggunakan nipple shield

Setelah bayi selesai menyusu, jangan langsung menghentikan kegiatan menyusui. Menyusu menggunakan nipple shield cenderung kurang dapat mengeluarkan seluruh ASI, sementara payudara harus tetap dikosongkan agar tubuh terangsang untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Untuk itu, setelah Bunda selesai menyusui bayi dengan nipple shield, segera pompa ASI dengan breast pump. 

Jika Bunda telah dapat mengatasi masalah dalam menyusui sebaiknya segera lepas nipple shield dan lakukan proses menyusui langsung dengan puting. Meski puting datar jika dihisap terus menerus puting pasti akan menonjol dan elastis mengikuti bentuk mulut bayi.