Beranda Fakta dan mitos Pantangan Untuk Suami Saat Istri Hamil Berdasarkan Mitos Masyarakat

Pantangan Untuk Suami Saat Istri Hamil Berdasarkan Mitos Masyarakat

Mungkin Bunda dan Ayah sering kali mendengar mitos yang beredar di masyarakat tentang larangan saat hamil, terutama untuk suami padahal Ayah tidak mengandung. Apasaja sih pantangan untuk suami saat Bunda sedang mengandung ?

Duduk Di Tengah Pintu Rumah

Banyak masyarakat percaya bahwa saat istri sedang hamil, suami tidak diperkenankan untuk duduk di tengah pintu masuk rumah (ambang pintu). Mitos tersebut dipercaya oleh masyarakat akan menyebabkan si bayi nantinya menjadi sulit mencari jalan keluar saat proses melahirkan atau persalinan, sehingga persalinan akan berlangsung sulit dan cukup lama.

Membunuh Segala Macam Hewan

Saat Bunda sedang hamil, Ayah dipercaya untuk dilarang membunuh apapun jenis hewan. Mitos tersebut dipercaya oleh masyarakat jika suami yang istrinya dengan hamil dan membunuh hewan akan menyebabkan janin dapat gugur sebelum dilahirkan atau dengan kata lain istri mengalami keguguran.

Menyembelih atau Menguliti Hewan

Ayah dilarang menyembelih dan menguliti hewan saat Bunda mengandung, mitos tersebut dipercaya dapat menyebabkan cacat fisik pada bayi yang akan dilahirkan.

Merendam Cucian Terlalu Lama

Saat Bunda sedang mengandung, mungkin banyak Ayah yang membantu pekerjaan mencuci pakaian. Namun mitos dalam masyarakat dipercayai bahwa saat merendam pakaian jangan terlalu lama, hal tersebut akan menyebabkan kaki BUnda bengkak dan terasa berat untuk melangkah.

Dalam rujukan ilmiah kaki bengkak terjadi akibat bendungan cairan yang menumpuk di area kaki, jika dalam istirahat tidak kunjung mengempis, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan, karena salah satu tanda pre-eklamsia adalah bengkaknya pada pangkal kaki, tekanan darah tinggi, dan positif nya kandungan protein dalam urine.

Mengeluh Dalam Hati

Ayah yang istrinya sedang hamil dilarang menggumam atau mengeluh di dalam hati.  Terlebih saat melihat atau menjumpai sesuatu yang aneh. Mitos tersebut dipercayai oleh masyarakat akan menyebabkan hal buruk yang dialami oleh bayi atau sering kali menyerupai hal yang Ayah gumam / keluhkan.

Menggaruk Bagian Perut Istri

Saat sedang mengandung Ayah dan Bunda dilarang untuk menggaruk bagian perut istri. Mitos  tersebut dipercaya dapat menyebabkan luka lebam pada jabang bayi yang dikandung.

Biasanya saat perut gatal sebaiknya tidak menggaruk dengan keras melainkan dengan mengelusnya secara halus. Dalam penelitian ilmiah menggaruk saat gatal dengan keras dapat menyebabkan strech mark pada perut.

Tidak Mengupas Buah Salak dan Rambutan

Ayah dan Bunda dilarang mengupas buah salak dan rambutan selama masa kehamilan. Dipercayai mitos di masyarakat bahwa saat hamil mengupas buah salak dan rambutan dapat menyebabkan kelainan atau cacat di area kulit pada bayi nih sahabat Bunda.

Tidak Boleh Memancing

Bagi para suami yang istrinya sedang mengandung, mereka juga dilarang memancing ikan. Bagi masyarakat adat jawa di percayai mitos jika memancing saat istri sedang hamil dapat menyebabkan bayi yang dikandung akan lahir dengan kondisi bibir sumbing.

Namun beberapa penelitian faktor bibir sumbing salah satunya adalah kegagalan saat pembentukan otot mulut dan hidung, namun beberapa masyarakat jawa mempercayai karena memancing ikan nih Ayah.

Tidak Boleh Menuruti Keinginan Istri Makan Belut, Walau Sedang Ngidam

Dalam mitos masyarakat dipercaya jika Istri yang sedang hamil dan memakan belut dapat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku bayi yang menyerupai belut yaitu lincah  dan gesit (hiperaktif)

Tidak Boleh Menjahit Kain Dengan Jarum

Saat sedang hamil, baik Ayah dan Bunda tidak boleh menjahit kain dengan jarum. Hal tersebut dipercaya dalam mitos dapat menyebabkan cacat pada jabang bayi yang baru akan dilahirkan nantinya. Namun kekurangan pada bayi baru lahir dalam ilmiah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor ya Ayah, salah satunya dengan kelainan genetika dan masalah pendukung lain.

Perlu diketahui ya Ayah melakukan hal yang baik saat Bunda Hamil adalah kewajiban untuk mendukung terciptanya sebuah generasi yang terbaik.