Beranda Kehamilan Pengaruh Kista Pada Masa Kehamilan

Pengaruh Kista Pada Masa Kehamilan

Mengalami penyakit kista pada masa kehamilan memang sangat mengkhawatirkan Bunda, terlebih kehamilan pertama dan telah menunggu beberapa tahun. 

Penyakit kista memang bisa menyerang pada setiap wanita, termasuk saat sedang hamil. Lalu apa yang terjadi dengan wanita hamil yang memiliki kista?

Apa itu kista ?

Kista merupakan kantung kecil yang berisi cairan. Kista dapat dialami oleh siapapun, dan dapat muncul di berbagai area tubuh termasuk di kulit, alat kelamin, maupun organ dalam seperti ovarium dan rahim. Pada wanita, kista juga dapat muncul saat hamil, dan yang paling sering ditemukan adalah kista ovarium.  Baca :Perbedaan Kista dan Miom Ovarium

Gejala kista saat hamil

Bila timbul kista pada salah satu indung telur (ovarium), gejala-gejalanya tidak khas dan bahkan kadang tanpa gejala. Namun apabila kista semakin membesar, akan muncul gejala yang berupa:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Nyeri pada bagian panggul atau perut.
  • Cepat merasa kenyang.
  • Perut kembung.
  • Sering buang air kecil.
  • Pendarahan vagina.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Gejala-gejala tersebut bisa sangat mirip dengan gejala kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik). 

Kista selama kehamilan

Umumnya, kista sudah terbentuk sebelum terjadinya pembuahan dengan ukuran yang beragam. Akan tetapi, sering kali kista baru diketahui ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kista yang muncul pada awal kehamilan biasanya akan menyusut sekitar minggu ke-14 dan hilang pada minggu ke-16 masa kehamilan.

Jika kista yang dialami adalah kista ovarium dengan ukuran kecil dan tidak membahayakan, maka kehamilan dengan kista ovarium tidak membahayakan janin dan Ibu hamil. Kebanyakan kista indung telur berukuran kurang dari 5 cm tidak menghambat kehamilan dan dapat hilang sendiri secara alami sebelum atau segera setelah melahirkan.

Selain mengecil lalu menghilang dengan sendirinya, kista di ovarium juga dapat hilang akibat pecah. Biasanya pecahnya kista yang berukuran kecil tidak akan menunjukkan gejala atau tanda apa pun pada ibu hamil. Namun, jika kista yang pecah berukuran besar (di atas 5 sentimeter), ibu hamil akan merasakan nyeri yang cukup parah.

Pada beberapa kasus, pecahnya kista dapat menyebabkan perdarahan di dalam perut yang berpotensi mengganggu kehamilan. Sedangkan kista sendiri umumnya tidak mempengaruhi kehamilan maupun janin. Meski demikian, Anda harus tetap rutin memeriksakan diri ke dokter apabila ditemukan kista saat hamil.

Proses persalinan dengan kista

Persalinan dengan kista sebenarnya dapat dilakukan dengan persalinan normal nih Bunda, tergantung besar dan posisi kista tersebut. Jika dalam perjalanan kehamilan kista mengecil dan menghilang maka persalinan dapat dilakukan dengan cara normal.

Saat kista berada di jalan lahir dan menutupi jalan lahir, maka persalinan akan dilakukan dengan dokter kandungan dan dengan cara operasi. Dalam proses operasi persalinan, pengangkatan kista juga dapat dilakukan.

Kista saat hamil cenderung jinak dan akan hilang seiring bertambahnya usia kehamilan. Meski demikian, Bunda tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau pertumbuhan kista, terutama jika kista menimbulkan keluhan.