Beranda Keluarga Penting! Keberhasilan Pemberian ASI Dimulai Sejak IMD

Penting! Keberhasilan Pemberian ASI Dimulai Sejak IMD

Hai calon Bunda, yang saat ini sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan sebaiknya banyak mencari artikel tentang keberhasilan ASI. karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi baru lahir.

Perlu calon Bunda ketahui memberikan ASI tak semudah Bunda lihat saat Ibu-Ibu lain sedang memberikan ASI banyak drama yang di alami sebelum bayi dan Ibu berhasil melakukan proses menyusui dengan menyenangkan. 

Perlu Bunda Siapkan

Jika Bunda ingin berhasil memberikan ASI selama 6 bulan full dan lengkap sampai 2 tahun, Bunda harus siap sebagai bagian dari bayi. Karena Bunda akan selalu dicari bayi untuk memenuhi lapar dan dahaganya, bahkan untuk ke kamar mandi saja sulit. 

Yakin!

Memberikan ASI tidak hanya siap, tetapi Bunda harus yakin. Tanamkan pada diri Bunda bahwa Bunda bisa memberikan ASI pada si kecil, ASI cukup, mengenyangkan, menyehatkan dan menyenangkan.

Karena pada masa awal kehidupannya bayi akan mengalami perubahan suasana, yang awalnya merasa aman selalu dengar detak jantung Bunda yang menenangkan, lalu mendengarkan bisingnya lingkungan rumah dan cahaya yang berlebihan yang belum diketahui oleh bayi sebelumnya. Wajar jika saat itu bayi akan selalu menangis, minta digendong, selalu meminta susu dan menangis tanpa sebab. 

BUKAN KARENA ASI KURANG, memang kondisi di atas normal dan Bunda harus yakin ASI cukup. Karena kebutuhan bayi bukan banyaknya susu, tetapi sering menyusu. Karena lambung bayi tidak mampu menampung susu yang banyak.

Proses Awal

IMD

Proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah mengenalkan bayi terhadap payudara Bunda. Memberitahu bayi bahwa disitulah makanan dan minuman yang ia miliki. Mengenalkan aroma tubuh dan irama jantung Bunda diluar kandungan. Bayi tidak langsung menyusui melainkan tidur dengan nyenyak di dada Bunda dengan skin to skin, mendengar irama jantung yang menenangkan. 

Saat bayi tidak berhasil meraih payudara Bunda sendiri tak masalah, tapi yang terpenting dalam fase ini adalah, saat bayi menangis dan membuka mulutnya payudara Bundalah yang diberikan pada mulut mungil bayi yang belum terkontaminasi dengan botol. 

Karena pada awal ini mulut bayi benar-benar mencari sumber makanannya, daya hisap bayi saat ini sangat kuat dan alami. Jika Bunda merasa tidak ada puting/bentuk puting datar tetap sodorkan karena kekuatan menghisap alami ini akan mengeluarkan puting Bunda. 

Caranya pipihkan puting dengan menjepitnya dengan kedua jari jempol dan telunjuk, saat mulut membuka lebar masukan terus, dan sampai bayi mendapatkan puting dan menghisapnya. Karena puting Bunda pasti keluar, sudah dirancang khusus loh Bunda.

Harus Dihindari 

Jangan pernah khawatir dan takut dengan ASI yang belum keluar dan puting yang datar, karena ASI akan deras saat diberikan rangsangan oleh mulut bayi, dan puting hanya mampu keluar dengan sempurna dengan hisapan alami bayi baru lahir. 

Hindari memberikan dot, susu formula dan sambungan puting buatan. Karena itu semua hanya merusak kemampuan alami bayi dalam menyusui, dan menimbulkan masalah di kemudian harinya. 

Masalah Yang Timbul 

  • Jika ASI belum keluar bayi menangis dan diberikan susu formula

Masalah yang timbul, bayi menolak ASI karena rasa yang berbeda, rasa yang tidak bayi minum sebelumnya. Dan Bunda harus mengenalkan kembali rasa ASI, dan bayi akan menangis terus jika diberi ASI, dan jika Bunda ingin berhasil harus gentar dan tega untuk mendengar tangisan bayi sampai bayi mengenal rasa ASI dan nyaman dengan rasa yang baru (ASI). 

Jika Bunda khawatir dengan perutnya kosong karena ASI belum keluar dan terpaksa memberikan susu formula, sebaiknya susui bayi terlebih dahulu 15 menit payudara kiri/ kanan lalu 15 menit sisi lainnya. Jika bayi masih menangis berikan susu formula dengan menyuapinya dengan sendok, dan biarkan susu formula yang ada di sendok disedotnya sendiri. 

  • Jika puting datar dan memberikan Sambung puting pada bayi

Saat bayi meraih makanan pertama kali akan membuka mulutnya lebar dan menghisap dengan kuat. Puting yang datar dan dihimpit lalu di masukan di mulut bayi, maka bayi akan berusaha untuk menghisap sampai nyaman dan puting akan keluar. 

Beberapa Bunda yang memiliki puting datar akan keluar saat dihisap dan mendatar kembali saat sudah selesai dihisap. Artinya puting diciptakan sempurna mengikuti bentuk mulut bayi dan lembut untuk bentuk mulutnya.

Dan jika Bunda gagal memasukan puting dan sudah kelewat cemas lalu memberikan sambung puting, sebaiknya jangan dibiarkan berlama-lama, berikan sambung puting di awal saja untuk memancing, selanjutnya dilepas. Karena bayi akan merasa nyaman dengan sambung puting yang lebih menonjol dibandingkan puting Bunda. Dan akan menolak jika diberikan puting secara langsung. 

  • Jika ASI sudah keluar dan puting lecet ingin memberikan melalui botol / ASI keluar namun bayi dengan perawatan lalu memberikan ASI dengan botol/ ASI belum keluar lalu memberikan susu formula dengan botol

Jika kondisi tersebut Bunda lakukan maka bayi akan nyaman dengan botol dan menolak diberikan puting, atau sering disebut dengan bingung puting. Karena pada botol bayi tidak melakukan hisapan yang kuat saja isi yang di botol sudah keluar. Sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan tenaga yang banyak. 

Oleh sebab itulah bayi ogah menggunakan puting kembali ni Bunda, lalu sebaiknya bagaimana? 

Sebaiknya hindari botol sama sekali dan jangan kenalkan botol pada bayi. Namun jika terpaksa karena menyuapi membuat bayi menangis karena sudah lapar sebaiknya gunakan botol khusus yang menyerupai puting Bunda, memang harga nya lebih mahal, namun bayi tidak bingung puting nih Bunda. 

Banyak hal yang memang tidak dapat kita lakukan secara sempurna sebagai Ibu dan orang tua namun banyak hal pula yang perlu kita pelajari dan upayakan melakukan yang terbaik untuk si kecil. Lalu jika sudah terlanjur percayalah tak ada yang sempurna dan teruslah rawat si kecil dengan sebaik-baiknya ya Bunda.

Memang ASI adalah makanan terbaik, harus diperjuangkan namun beberapa kondisi membuat Bunda harus merelakan tidak dapat memberikan ASI / menyusui secara langsung karena masalah medis dan lainnya. Tetap semangat dan percayalah jika sudah ada si kecil di dunia ini, maka engkaulah Ibu dan orang tua yang paling tepat untuk merawatnya.