Beranda Kehamilan Penyebab Jerawat Berlebih Saat Hamil

Penyebab Jerawat Berlebih Saat Hamil

Kehamilan merupakan sebuah kondisi yang unik dialami oleh wanita. Pada masa kehamilan Bunda membutuhkan perhatian yang luar biasa, terutama pada perawatan kulit, mulai dari timbulnya stretch mark, meningkatnya berat badan, dan timbulnya jerawat.

Beberapa Bunda mengalami hal yang unik setiap kehamilan, yakni jerawat. Setiap masa kehamilan jerawat mulai timbul berlebih dan sulit dihilangkan, lalu mengapa jerawat timbul saat kehamilan?

Berikut  penyebab mengapa jerawat bisa muncul pada saat hamil, diantaranya :

  • Peningkatan hormon androgen

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan hormon dan salah satunya adalah meningkatnya hormon androgen. Tingkat androgen akan membuat kulit rentan terhadap jerawat. Hormon tersebut menyebabkan kelenjar sebaceous di kulit akan memproduksi dan menginduksi sebum atau minyak. Sebum ini akan menyebabkan beberapa masalah misalnya memblokir pori pori dan menyebabkan bakteri lebih mudah melakukan peradangan dan memunculkan jerawat.

  • Perubahan pola makan

Tidak jarang Bunda akan merasakan lapar yang tiba-tiba datang pada saat saat tidak terduga dan anda mungkin akan cenderung mengkonsumsi banyak makanan yang tidak biasa anda makan sebelumnya. Makanan bergizi, terkadang seseorang yang hamil mengidam-idamkan makanan tidak sehat atau makanan tertentu.

Diet yang tidak sehat atau makanan yang tidak sehat bisa mempengaruhi kulit dan meningkatkan kolesterol jahat serta biasanya mengandung zat zat yang mempengaruhi kesehatan bayi maupun anda.

Oleh sebab itu, pandai – pandailah dalam mengontrol makanan agar tidak terlalu sering mengidam. Caranya adalah dengan makan lebih sedikit namun dalam jumlah yang lebih banyak atau lebih sering kemudian memanfaatkan cemilan sehat seperti mangga, dan buah-buahan lainnya di sela-sela makan utama.

  • Kecenderungan genetik

Jerawat terkadang tidak dapat dicegah terutama apabila terdapat kecenderungan genetik. Kecenderungan genetik tersebut tentunya diwariskan melalui orang tua. Ada yang memiliki kecenderungan atau bawaan genetik lebih besar kemungkinan terkena jerawat dan menjadi lebih parah pada saat hamil.

  • Penggunaan obat-obatan

Kehamilan merupakan pengalaman yang penuh dengan perasaan emosional atau penuh dengan gejolak sehingga untuk menjaga tubuh tetap seimbang bukanlah perkara mudah. Bagi anda yang sulit untuk melawan gejolak tersebut, kemungkinan beberapa dokter akan meresepkan obat agar Bunda dan bayi tetap sehat.

Nah, kadang kadang resep obat tersebut menyebabkan efek negatif pada kulit sehingga wajah berjerawat. Apabila hal tersebut terjadi pada Bunda, segeralah berkonsultasi ke dokter agar mereka merubah resep obat yang mereka berikan.

  • Perasaan tegang

Perasaan tegang atau perasaan tertekan selama kehamilan sebenarnya merupakan kasus yang sangat umum. Hal tersebut banyak terjadi terutama pada kehamilan awal. Rasa tegang, tertekan atau stres dapat menginduksi jerawat dan apabila sudah berjerawat sejak sebelum hamil bisa diperburuk karena hal tersebut.

Pencegahan Jerawat

Berikut langkah pencegahan agar tidak berjerawat selama kehamilan, diantaranya :

  • Jangan memencet jerawat karena dapat menimbulkan luka dan dapat memunculkan jerawat baru.
  • Tanyakan kepada dokter apakah boleh menggunakan sabun pencuci muka atau alasan tertentu.
  • Manfaatkan pelembab bebas minyak.
  • Penggunaan obat-obatan untuk jerawat yang mengandung tetrasiklin, doksisiklin dan minosiklin karena dapat menyebabkan kelainan pada janin.
  • Gunakan sabun ringan atau pembersih wajah saat mencuci wajah.
  • Jangan menggosokkan wajah Bunda dengan kasar menggunakan handuk melainkan cobalah dengan menepuk-nepuknya saat mengeringkan.